
Aluna membuka pintu dengan pelan-pelan agar tidak ketahuan oleh Ayah dan Ibunya, rupanya ada seseorang yang sedang menunggu kepulangannya yaitu Ayahnya Aluna mengendap-endap untuk masuk ke kamarnya.
"Kamu dari mana jam segini baru pulang?" ucap Ayahnya yang duduk diruang tamu yang dari tadi menunggu kepulangannya.
Aluna sangat terkejut karena Ayahnya belum tidur Aluna sangat salah tingkah karena sudah tertangkap basah oleh Ayahnya, sebenarnya Herman sudah tahu kalau Aluna berkerja karena melihat banyak sekali berita-berita tentang Aluna.
"Aluna tadi kerja kelompok Yah, tapi Aluna malah ketiduran jadi pulangnya agak maleman." ucap Aluna mencoba mengelabui Ayahnya.
"Ayah tau kalo kamu boong, udah kamu jujur aja dari mana kamu?" ucap Herman kepada putrinya.
Aluna pun menjelaskan semuanya kepada Ayahnya kalau akir-akir ini dia sibuk melakukan pemotretan, dan Aluna juga menjelaskan bahwa dia menjadi Brand Ambassador. Ayahnya bukan tipe orang yang mampu Aluna bohongin, karena Ayahnya tahu kalau dia sedang berbohong atau berkata jujur.
Keesokan harinya....
__ADS_1
Aluna sudah menjelaskan semuanya pada Ibunya, Dewi tak menyangka bahwa putrinya sekarang menjadi orang yang terkenal ia juga merasa senang karena Aluna bisa bahagia. Pak Udin sudah menunggu didepan rumah Aluna membawa dua Bodyguard yang akan menjaga Aluna, Aluna merasa ini semua sangat berlebihan dia bisa menjaga dirinya sendiri tanpa harus ada Bodyguard tapi ini juga demi keamanannya dan keselamatannya.
"Yaudah Aluna berangkat ke sekolah dulu, Assalamualaikum." ucap Aluna kepada kedua orang tuanya.
"Walaikumsalam, hati-hati ya." ucap Ibunya.
Salah satu Bodyguard membukakan pintu mobil untuk Aluna dia diperlakukan layaknya seorang ratu berkat kecantikannya, Aluna sangat tidak terbiasa diperlakukan seperti ini wajar saja Aluna merasa tidak nyaman.
"Jess lo harus liat ini!" ucap Cindy memperlihatkan berita Aluna kepada Jessica.
Jessica membaca berita tersebut dia tidak menyangka Aluna sangat populer saat ini, Riska tersenyum senang melihat berita tentang Aluna dia sangat bahagia untuk keberhasilan Aluna. Jessica sempat dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari karena Aluna, Jessica berniat untuk melaporkan apa yang Aluna lakukan padanya tapi Aluna sudah lebih dahulu merusak kamera CCTV sebelum membalaskan dendamnya kepada Jessica agar Jessica tidak dapat memiliki bukit untuk melaporkannya.
"Gila sihh, Aluna bisa ngalahin peserta yang lain dan dudukin posisi pertama." ucap Sonia yang merasa kagum pada Aluna.
__ADS_1
"Maksud lo apaa, owh lo sekarang lebih milih Aluna karena dia udah berubah dari pada gue?" ucap Jessica yang kesal kepada Sonia.
"Bukan gitu Jess." ucap Sonia.
"Tapi gue bingung, Aluna dapet dari mana semua rekaman itu semua lo semua tau kan waktu kita bully Aluna gak ada yang peduli sama dia apalagi pas kita kurung dia di WC gak ada satupun yang rekaman disitu cuma ada kita berempat."ucap Cindy.
" Bener juga sihh."ucap Sonia yang seper pendapat dengan apa yang Cindy katakan.
Riska mencoba untuk tetap santai mendengarkan omongan mereka agar dia tidak terlihat mencurigakan, mereka akan mencari tahu siapa orang yang memberikan Aluna rekaman itu padahal orang itu ada didepan mata mereka sendiri yaitu Riska.
*****
Aluna sudah sampai disekolah bodyguard dengan segera membukakan pintu mobil untuk Aluna, Aluna keluar dari mobil yang di kendari siswa-siswi yang melihat Aluna mereka semua datang ke arahnya dengan sigap bodyguard melindungi Aluna.
__ADS_1