
Keesokan harinya.....
Dimas bangun lebih dulu dari Aluna, hari ini Dimas tidak masuk kuliah tapi dia bangun lebih pagi sekali. Sedangkan Aluna yang bersekolah masih tertidur pulas ditempat tidurnya.
"Pagi buk. " ucap Dimas kepada ibunya yang sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi juga bang, owh iya Adekmu mana belum bangun? " ucap kepada Dimas.
"Belum kayaknya, biar Dimas aja yang bangunin dia gak bakalan bangun kalo bukan Dimas yang bangunin. " ucap Dimas lalu berjalan kekamar Aluna.
Dimas membuka pintu kamar Aluna, menampilkan seorang gadis yang masih dibalut selimut. Kamar Aluna sangat berantakan karena, tadi malam Aluna begadang untuk mengerjakan tugasnya dan tugas Jessica.
Dimas geleng-geleng melihat kondisi kamar Aluna yang berantakan, Dimas berusaha membangunkan Aluna tapi Aluna tetap saja tidak bangun-bangun. Dimas menemukan cara cemerlang, yang dijamin ampuh untuk membangunkan Aluna.
__ADS_1
"Kebakaran, kebakaran. " ucap Dimas berteriak seolah-olah ada kebakaran.
Aluna yang mendengar itu dengan spontan, langsung bangun bangkit dari tempat tidurnya dan ikut berteriak kebakaran juga.
"Kebakaran, mana kebakaran. " ucap Aluna yang terengah-engah.
Dimas yang melihat Aluna yang panik, tertawa puas melihat itu. Aluna yang melihat Dimas tertawa dia sadar bahwa dia dikerjai oleh Dimas.
"Bang Dimas!" ucap Aluna kesal lalu melempar bantal mengenai wajah Dimas.
Saat ini Aluna sedang ada di bus yang mengantarnya ke sekolah, di bus Aluna sedang sibuk membaca buku kesukaannya. Para siswa-siswi menatap Aluna dengan tatapan tidak suka, tiba-tiba sopir bus berhenti dengan mendadak mengakibatkan orang yang ada didalam bus terjatuh ke lantai bus. Sopir bus berhenti karena Jessica dan gengnya memberhentikan bus.
Jessica dan gengnya naik ke dalam bus, para siswa-siswa yang ada disana terpesona melihat kecantikan Jessica. Mereka mempersilahkan tempat duduk untuk mereka berempat, Aluna tidak tahu jika ada Jessica disitu.
__ADS_1
"Lihat deh Jes,ada cupu disini. " ucap Sonia sahabat Jessica yang melihat Aluna.
"Pas banget, gue lagi gabut banget nih." ucap Jessica menemukan ide untuk bersenang-senang kepada Aluna, Jessica menghampiri Aluna lalu merampas buku yang sedang Aluna baca yang berjudul "PUTRI TOPENG" lalu melempar buku itu keluar dari bus.
"Upss sorry, gue sengaja." ucap Jessica tanpa rasa bersalah.
"Lo gak marah kan sama gue?" ucap Jessica pada Aluna.
"Gak kok Jessica, aku gak marah sama kamu Pak berhenti." ucap Aluna lalu menyuruh sopir bus berhenti.
Aluna keluar dari bus untuk mengambil bukunya yang dilempar Jessica, Jessica menyuruh sopir bus untuk berjalan meninggalkan Aluna dijalan. Jessica ingin Aluna terlambat datang kesekolah, Aluna yang ditinggalkan bus memilih untuk berjalan kaki kesekolah itung-itung olahraga pagi.
Bel sekolah sudah berbunyi, Aluna terlambat datang kesekolah sebagai gantinya dia harus dihukum berdiri ditengah lapangan berhormat kepada bendera. Cuaca saat itu sedang trik matahari Aluna hampir ambruk tapi dia tahan karena jika ia pingsan tidak ada orang yang akan membantunya.
__ADS_1
Jessica dan gengnya tertawa melihat Aluna yang sedang dihukum ditengah lapangan, entah apa salah Aluna sampai Jessica sebegitunya membenci Aluna.
Jessica dan gengnya bolos sekolah karena hari ini pelajaran Matematika mereka sangat tidak menyukai pelajaran itu terlebih lagi gurunya juga galak, banyak siswa-siswi yang melihat Aluna dari kaca sekolah mereka sangat senang melihat Aluna dihukum karena itu pantas untuk Aluna.