Perubahan SiCupu

Perubahan SiCupu
Episode 06


__ADS_3

*****


"Permisi Pak, ada yang harus saya bicarakan dengan Bapak. " ucap Aluna dengan sopan.


"Baik, silahkan ada apa Aluna apakah ada masalah? " ucap Pak Aditia kepada Aluna.


"Begini Pak, untuk pendaftaran ujian saya memutuskan untuk membatalkan saja Pak. Bukannya saya ingin mengecewakan Bapak, tapi saya tidak bisa mengikuti perlombaan ini Pak." ucap Aluna kepada Pak Aditia.


"Kenapa Aluna, kenapa mendadak seperti ini bukannya kemarin kamu sudah memutuskan untuk mengikuti perlombaan ini ada apa Aluna cerita ke Bapak." ucap Pak Aditia yang terkejut dengan keputusan Aluna yang mendadak seperti ini.


"Saya berubah pikiran Pak, saya tidak bisa mengikuti perlombaan ini. " ucap Aluna menahan air matanya.


"Apakah kamu sudah benar-benar serius dengan keputusan kamu ini Aluna, kami pihak sekolah bisa membantu kamu." ucap Pak Aditia.


"Maaf Pak saya tidak bisa, mungkin Bapak bisa meminta kepada murid yang lain Pak yang sangat berpartisipasi dalam perlombaan ini." ucap Aluna.


"Baiklah kalau ini keputusan kamu, Bapak tidak bisa ganggu gugat." ucap Pak Aditia terlihat sangat kecewa dengan keputusan Aluna.

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf Pak, kalo begitu saya permisi Pak." ucap Aluna lalu berjalan keluar dari kantor.


Jessica mengawasi Aluna dari jauh dia sangat senang karena Aluna benar-benar membatalkan untuk mengikuti perlombaan itu, Jessica sangat senang karena dia bisa mengikuti perlombaan ini.


*****


Untuk menghilangkan perasaannya yang sedih Aluna memutuskan untuk pergi ke toko buku, setelah sampai ditoko buku Aluna langsung mencari buku komik kesukaannya.


Dikediaman Aluna....


"Ibu tenang dulu, Aluna pasti bentar lagi pulang mungkin dia ada les disekolahnya." ucap Dimas mencoba menenangkan ibunya.


"Ibu mana bisa tenang Bang Aluna dari tadi belum pulang-pulang, kalau pun ada les tambah gak mungkin sampai jam segini." ucap Dewi yang emosi mendengar perkataan Dimas.


"Sudah buk, ibu tenang dulu Bang coba kamu cari dulu Adekmu keluar siapa tau nanti ketemu." ucap Herman kepada Anaknya.


"Iya Yah, kalo gitu Abang pergi dulu Assalamulaikum." ucap Dimas lalu pergi mencari Aluna.

__ADS_1


Aluna sangat antusias membaca komik kesukaannya sampai dia lupa ini sudah jam berapa, saat sedang asik-asiknya membaca ada seorang laki-laki tampan mengambil komik ditangan Aluna.


Sontak Aluna marah karena Aluna belum menyelesaikan membacanya, terjadilah saling tarik menarik buku komik itu.


"Lepasin ini aku yang ngambil komiknya, aku belum selesai bacanya." ucap Aluna mencoba mengambil komik itu dari tangan laki-laki itu.


"Bodo amat, mau lo yang ngambil duluan gue gak perduli." ucap laki-laki itu kepada Aluna.


"Kamu cari yang lain aja, komik ini penting banget buat aku nanti kalo aku udah selesai bacanya nanti aku kasih ke kamu sekarang siniin komiknya." ucap Aluna berbicara lembut dengan laki-laki itu.


"Gue maunya sekarang, lo aja yang cari buku lain." ucap laki-laki itu.


Saat Aluna sedang mencoba mengambil buku komik itu dari tangan laki-laki itu, tiba-tiba Aluna tersandung kaki meja seketika tubuh Aluna ambruk di badan laki-laki itu. Sontak mata Aluna dan mata laki-laki itu saling bertatapan, jantung Aluna menjadi tidak stabil sampai-sampai Aluna tidak bisa mengontrol jantungnya.


Tiba-tiba suara klakson motor berbunyi dari depan yang tak lain motor itu adalah Dimas, Aluna dengan segera bangkit dari badan laki-laki itu dan pergi menjatuhkan gelang kesayangannya dilantai tempat mereka terjatuh bersama. Aluna dengan segera naik keatas motor Dimas dan meminta agar Dimas untuk segera pergi dari toko buku, laki-laki itu mengambil gelang Aluna yang terjatuh dilantai dan tersenyum.


"Kalo kita ketemu lagi, berarti kita jodoh." ucap laki-laki itu dan pergi.

__ADS_1


__ADS_2