Perubahan SiCupu

Perubahan SiCupu
Episode 04


__ADS_3

Toko buku.....


Banyak buku yang baru saja dikeluarkan oleh pihak pemilik toko, Aluna dibuat bingung karena buku-buku itu karena buku yang Aluna inginkan ada disana semua. Aluna ingin membeli semua buku itu, namun uangnya tidak cukup ahkirnya setelah memutuskan Aluna harus membeli buku yang mana. Aluna membeli buku yang berjudul "KECANTIKAN YANG SESUNGGUHNYA", Aluna pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat senang. Tidak seperti biasanya Aluna pulang ke rumah dengan perasaan seperti ini, Dimas yang keheranaan melihat tingkah adiknya Dimas berfikir jika Aluna habis berkencan dengan seseorang.


"Kamu dari mana, jam segini baru pulang? " ucap Dimas menatap Aluna dengan tatapan yang sulit Aluna artikan.


"Aku dari toko buku, emang kenapa? " ucap Aluna yang heran melihat Abangnya menatapnya seperti itu.


"Kamu gak habis ketemuan sama laki-laki kan? "selidik Dimas.


" Abang ngomong apasih, orang aku baru dari toko buku baru beli buku bukan ketemuan yang kayak Abang pikirin. "ucap Aluna yang heran melihat Abangnya.


" Awas aja kalo Abang tau, kamu pacar-pacaran habis kamu ditangan Abang."ucap Dimas menatap tajam Aluna.


Aluna semakin heran melihat Abangnya kenapa bertingkah seperti itu, lagian cowok mana yang mau dengan dirinya yang jelek ini Aluna pun sadar diri bahwa dia ini jelek.

__ADS_1


*****


Saat ini Aluna berada di dalam kamarnya sambil membaca buku yang baru ia beli tadi, Aluna dibuat sedih dengan alur ceritanya Aluna menyadari sesuatu dari kisah ini cerita itu sama persis dengan cerita hidupnya yang sedih. Karena Aluna merasa lapar dia memutuskan untuk pergi kedapur untuk memasak mi instan kesukaannya, saat Aluna berjalan kearah dapur dia melihat Dimas Abangnya sedang mengetik-ngetik leptop diruang tamu. Aluna menghampiri Dimas, melihat apa yang sedang Abangnya kerjakan.


"Abang lagi apa? " ucap Aluna duduk disebelah Dimas.


"Ini Abang, lagi ngerjain proposal sekolah kenapa?" ucap Dimas yang sangat fokus melihat ke leptop.


"Gpp, Abang mau Luna buatin kopi gak? " ucap Aluna.


Aluna segera pergi kedapur membuatkan kopi untuk Dimas, dan dia membuatkan dua mangkok mi instan untuknya dan Dimas. Bagi Dimas Aluna adalah anugerah dari Tuhan yang paling berharga, Dimas berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga Aluna apapun rintangannya. Aluna sudah selesai memasak, dan segera membawa dua mi instan dan segelas kopi untuk Dimas.


"Makanan datang." ucap Aluna yang berjalan ke ruang tamu.


"Kamu tau aja, kalo Abang lagi laper. " ucap Dimas.

__ADS_1


"Iyalah siapa dulu dongker, Aluna gitu lohh. " ucap Aluna.


Aluna dan Dimas, memakan makanan yang Aluna buat. Dimas memakan mi instan dengan lahap, karena dari tadi perutnya sudah berbunyi.


"Abang tau gak, Luna kepilih buat ikut lomba ujian antar sekolah. " ucap Aluna memberitahu Dimas.


"Wahh serius, pinter nihh Adek Abang. " ucap Dimas yang ikut senang mendengar hal itu.


"Iyalah, Aluna Reina gitu. " ucap Aluna tersenyum.


"Rajin-rajin belajarnya, supaya menang nanti." ucap Dimas menyemangati Aluna.


"Oke siap bos. " ucap Aluna terkekeh.


Keesokan harinya......

__ADS_1


Pagi harinya, keluarga Aluna saat ini sedang sarapan pagi Herman atau Ayah Aluna berkerja di sebuah perusahaan bernama Abraham Alves Grupo, sebuah perusahaan yang terkenal karena pemiliknya yang sangat kaya raya. Perusahaan itu memiliki cabang di mana-mana bahkan di Amerika menduduki nomor 1 orang terkaya, tidak hanya itu rumor tentang Abraham Alves dia juga dikabarkan memiliki seorang putra yang sangat tampan. Ayah Aluna berkerja sebagai OB disana, Aluna dan Dimas tidak keberatan dengan perkerjaan Ayahnya asalkan halal untuk apa dipermasalahkan.


__ADS_2