
"Astaghfirullah, aku ketiduran disini pasti Ibu nyariin aku." ucap Aluna tersadar dia tertidur di perpustakaan.
Lalu Aluna mencari HPnya dan benar saja ada panggil tak terjawab dari Dimas. Banyak notifikasi pesan dari Dimas, Aluna ingin pulang tapi pintu perpustakaan terkunci. Hujan semakin deras petir mulai bergemuruh membuat Aluna semakin ketakutan, Aluna mencoba menelpon Dimas namun sinyal hilang karena derasnya hujan. Aluna tidak menyerah dia mencoba menelpon menggunakan telpon darurat di perpustakaan, dia mencoba menelpon satpam untuk membukakan pintu perpustakaan yang terkunci.
"Halo Pak, ini saya Aluna saya kekunci di perpustakaan Pak!"
"Jangan bohong, saya tadi udah cek perpustakaan tapi gak ada siapa-siapa."
"Kalau Bapak gak percaya, coba Bapak cek ke perpustakaan."
"Oke, saya kesana sekarang."
Aluna sangat kedinginan karena derasnya hujan, sedangkan dirumah Aluna kedua orang tuanya dan Dimas dibuat khwatir karena Aluna belum pulang-pulang hujan sangat deras mereka takut Aluna kenapa-kenapa. Dimas sudah mencari Aluna ke toko biasa Aluna membaca komik, tapi Aluna tidak ada juga pemilik toko buku mengatakan Aluna sudah dua hari ini tidak ke toko buku.
__ADS_1
"Yah Aluna kemana ya, jam segini belum pulang-pulang apalagi ini hujan deras Ibu takut Aluna kenapa-kenapa Yah." ucap Dewi yang sangat khwatir pada Aluna.
"Ibu tenang, Ayah yakin Aluna baik-baik aja jadi Ibu jangan khawatir." ucap Herman mencoba menenangkan istrinya yang khwatir.
"Abang udah coba telpon Luna berapa kali, tapi gak diangkat-angkat sinyal pun hilang." ucap Dimas yang ikut cemas.
Aluna menunggu satpam membukakan pintu perpustakaan, dan ahkirnya pintu itu terbuka satpam itu terkejut karena Aluna ada didalam karena dia sudah memeriksa setiap sudut ruangan sebelum ia mengunci pintu perpustakaan.
"Kamu kenapa bisa disini, saya tadi udah periksa sebelum saya kunci ruangan tapi kamu gak ada?" tanya satpam yang biasa dipanggil Pak Udin kepada Aluna.
"Yaudah Pak, saya mau pulang dulu makasih Bapak udah mau bukain pintunya." ucap Aluna yang hendak pulang namun ditahan oleh Pak Udin.
"Sama-sama, pakai ini nanti kamu kehujanan jam segini udah gak ada busuk lewat apalagi hujan." ucap Pak Udin memberikan payung kepada Aluna.
__ADS_1
"Makasih Pak, kalau gitu saya pulang dulu Assalamulaikum." ucap Aluna lalu pergi.
"Walaikumsalam, kasihan kamu Aluna masih muda bukannya menghabiskan waktu bersama teman-temannya kamu malah dijauhin sama teman-teman kamu." ucap Pak Udin dia mengetahui kalau Aluna sering dirundung oleh Jessica.
Aluna berjalan agak cepat agar cepat sampe dirumah karena dia yakin Ibunya sangat mencemaskan nya, saat sedang berjalan ada sebuah mobil melaju kencang menginjak sebuah genangan air itu mengenai Aluna. Seragam Aluna menjadi kotor karena terkena genangan kotor itu, Aluna hanya bisa mengelus dada melihat seragamnya kotor. Aluna sudah sampai dirumah lalu dia mengetuk pintu rumah lalu dibuka oleh Dimas, Dimas langsung memanggil Ibunya kalau Aluna sudah pulang.
"YaAllah Luna, kamu darimana basah kuyup gitu?" tanya Ibunya padanya.
"Tadi Aluna kena air dijalan pas mau pulang bu, Luna buru-buru soalnya Luna takut Ibu khwatir." ucap Aluna.
"Yaudah cepat kamu masuk, sebelum kamu masuk angin." perintah Dewi pada anaknya.
Dikamar Aluna.....
__ADS_1
Saat ini Aluna sedang membaca komik dikamarnya, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar Aluna yang tak lain adalah Dimas.