
"Karena gue perduli sama lo, sekarang cepat lo pergi dari sini sebelum Jessica ngelakuin sesuatu lagi ke lo." ucap perempuan itu kepada Aluna, dia yang selalu merekam kejadian mengenai Aluna.
"Dan lo pake ini, gue udah nyiapin ini buat lo sekarang lo cepet pergi dari sini." lanjut perempuan itu.
Aluna mengambil baju diberikan untuknya, lalu segera pergi dari sini benar kata perempuan jika dia tidak pergi dari sini pasti Jessica akan melakukan hal yang lain lagi.
"Maafin gue Lun, gue cuma bisa ngelakuin ini buat lo suatu saat nanti kalo lo butuh bantuan gue buat balas dendam ke Jessica." ucap perempuan itu lalu pergi.
*****
Aluna sudah pulang ke rumahnya dengan keadaan badan basah kuyup, Aluna menangis sejadi-jadinya dikamarnya ternyata orang yang dia sukainya selama ini sama saja dengan mereka-mereka yang selalu memprioritaskan wajah cantik jika tidak cantik orang itu akan dibully. Aluna pikir Bayu menyukaimu, namun pikirannya itu salah Bayu sama saja dengan mereka.
"Bayu sama aja kayak mereka, menilai seseorang hanya dari wajahnya cantik atau tidak bahkan Bayu juga kayak gitu." ucap Aluna yang terisak dalam tangisannya.
__ADS_1
Karena kelelahan menangis seharian Aluna tertidur dengan mata yang sembab, badan Aluna terasa nyeri-nyeeri semua.
"Wajah jelek maupun cantik, bukan berarti dia bukan manusia yang bisa merasakan sedih, senang ingin bahagia. Semua orang ingin cantik tidak ada yang terahir menjadi jelek kita tidak dapat mengalahkannya, karena kita manusia kita adalah ciptaan Tuhan dia yang mencipta manusia dia yang mengatur segalanya jika kita membenci orang itu jelek sama saja kita membenci ciptaan Tuhan ingat didunia ini tidak ada yang sempurna."
Keesokan harinya....
Karena hari ini adalah hari minggu Aluna libur sekolah, dia berencana untuk pergi jalan-jalan pagi dan pergi ke toko untuk membaca komik terbaru.
"Kamu mau kemana Lun, pagi-pagi rapi banget hari ini kan libur?" tanya Dewi kepada Aluna.
"Kamu ya Lun, kebiasaannya gak ilang-ilang suka banget baca komik." ucap Dewi yang keheranan dengan Aluna karena sangat suka membaca komik.
"Ibu kayak gak tau aja hobinya Aluna aja." ucap Dimas yang baru keluar dari kamarnya mendengar obrolan Ibunya dan Aluna.
__ADS_1
"Apaan sihh Bang, dateng-dateng main jawab omongan orang." ucap Aluna kepada Dimas.
"Biarin, owh iya Lun tadi malem Abang kekamar kamu pas kamu pergi Abang liat ada tabung kamu yang kamu pecahin emang buat apa uangnya?" tanya Dimas yang melihat ada bekas pecahan tabung Aluna dikamarnya.
"Duhh, kenapa aku bisa-bisanya lupa buat bersihin bekas tabungannya kan Abang sama Ibu jadi tau gawat kalo mereka tau kalo uangnya buat beli kado buat Bayu." batin Aluna.
"Bener apa yang Abang mu bilang Lun, kamu bongkar tabungan kamu?" ucap Dewi pada Aluna.
"I-ya, iya bu Aluna bongkar tabungannya soalnya buat beli buku sekolah yang baru." ucap Aluna berbohong dengan terpaksa.
"Owh, seharusnya bilang ke Ibu kalo buku kamu kurang kan bisa pake uang Ibu kamu gak perlu bongkar tabungan kamu." ucap Dewi kepada Aluna.
"Gpp kok bu, lagian Aluna nabung buat keperluan sekolah." ucap Aluna yang merasa bersalah karena telah membohongi Ibunya.
__ADS_1
"Aluna minta maaf ya bu, udah bohongin ibu Aluna gak bermaksud gitu." batin Aluna.
"Yaudah bu, bang Aluna berangkat dulu Assalamulaikum." ucap Aluna berpamitan kepada Ibunya dan Dimas Abangnya.