
Beberapa hari kemudian.....
Jessica dan teman-temannya menunggu Aluna didepan pagar sekolah, ahkirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga Aluna sampai disekolah dengan wajah yang bahagia itu kesempatan yang bagus untuk Jessica membuat Aluna menderita. Jessica dan teman-temannya langsung membawa Aluna ke toilet sekolah, tidak ada seseorang pun yang tau jika Jessica membawa Aluna ke toilet walaupun ada yang tau mereka tidak akan membantu Aluna.
Jessica mengunci pintu toilet rapat-rapat agar tidak ada yang curiga, Jessica mulai melakukan aksi kejinya itu Aluna didorong Jessica disudut toilet dengan kasar lalu mencengkram kuat dagu Aluna.
"Awss,salah aku apa lagi Jess?" ucap Aluna yang kesakitan dagunya di cengkraman kuat oleh Jessica.
"Lo gak usah sok pura-pura gak tau salah lo apa, lo kan yang ngirim video itu ke bokap gue biar gue gak ganggu lo lagi kan ngaku lo!" ucap Jessica lalu menarik kuat rambut panjang Aluna.
"Vi-dio a-pa Jess, aku gak ngerti maksud kamu apa?" ucap Aluna menahan sakit.
__ADS_1
"Gue benci banget, liat muka lo yang sok suci ini." ucap Jessica.
Lalu Jessica menyalakan air di wastafel memasukkan wajah Aluna didalamnya, perempuan yang selalu membantu Aluna merasa sangat bersalah karena dia tidak memikirkan kedepannya sebelum mengirimkan video itu perempuan itu diam-diam merekam semuanya.
Aluna hampir kehabisan nafas karena wajahnya dimasukkan ke dalam wastafel, Aluna hanya bisa menangis ia berfikir ini adalah hari terakhirnya melihat dunia.
"Gimana enak kan, makanya lo itu jangan berani sama gue." ucap Jessica kepada Aluna yang hampir kehabisan nafasnya.
"Lo mau tau alasan gue selalu bully lo, karena lo jelas lo gak pantes ada disini." ucap Jessica lalu tertawa.
Jessica menyalakan shower ditoilet lalu ia menarik Aluna kedalam toilet, Aluna sangat hancur hidupnya seakan akan berhenti disini Aluna menangis dibawah air shower yang membasahi tubuhnya Jessica mengunci pintu toilet lalu membuang kunci ke tong sampah lalu pergi dari situ. Semua badan Aluna sangat sakit, membuatnya sulit untuk berdiri lalu terjatuh ke lantai dengan keras Aluna pingsan dengan badan basah kuyup.
__ADS_1
Jessica sangat puas sudah melakukan itu kepada Aluna, Jessica mengatakan kepada guru bahwa Aluna tidak turun ke sekolah. Padahal kenyataannya Aluna sedang terjatuh pingsan ditoilet, semua badan Aluna memar karena ulah Jessica Aluna bahkan belum sadar-sadar air shower masih mengalir membasahi tubuh Aluna yang terbaring.
Malam harinya.....
"Gimana bang, Aluna bisa dihubungi?" ucap Dewi kepada Dimas.
"Gak bisa bu, padahal Abang udah bilang sama dia kalau kemana-mana bilang." ucap Dimas yang marah.
"Ini udah malam, masa Aluna masih ada disekolah." ucap Ibu Aluna yang mondar-mandir dari tadi.
Mereka dibuat khwatir oleh Aluna yang belum pulang-pulang, Aluna baru tersadar dari pingsannya dia berfikir dia sudah mati tapi kenyataannya dia masih hidup. Dengan sekuat tenaga Aluna berdiri lalu berteriak minta tolong agar orang mendengarnya, tapi usahanya sia-sia Aluna mencoba mendobrak-dobrak pintu tapi pintu tidak bisa juga dibuka. Aluna sangat frustasi dengan hidupnya yang seperti ini, hanya karena dia jelek dia selalu tertindas Aluna manusia biasa yang ingin juga merasakan kebahagiaan hidup bukan terus menderita seperti ini. Aluna mencoba sekali lagi untuk mendobrak pintu, sepertinya Allah mengijinkan Aluna untuk tetap hidup pintu terbuka dobrakan Aluna. Pada saat itu Aluna tidak bisa berfikir jernih, yang ada didalam pikirannya hanya mengakhiri hidupnya dia pergi ke atas rooftop sekolah untuk mengakhiri hidupnya. Banyak orang dibawah berteriak menyuruh Aluna untuk tidak melakukan itu, Aluna tersenyum kecut melihat itu kenapa mereka perduli bukankah itu yang mereka inginkan. Ada seorang laki-laki yang melihat ada banyak orang yang berteriak melihat orang hendak lompat dari atas, laki-laki itu dengan cepat keatas untuk mencegah aksi itu.
__ADS_1
"Ibu, Ayah bang Dimas maafin Aluna ya belum bisa buat kalian bahagia semoga kita bisa bertemu lagi jaga diri kalian baik-baik selamat tinggal." ucap Aluna lalu ingin lompat.