
Karena jam pelajaran pertama sudah usai, berarti hukum Aluna juga sudah usai.Semenjak Aluna dibully oleh Jessica, Aluna sering kali mengalami mimisan. Aluna sangat memperihatinkan dirinya yang malang, Aluna masuk ke kelasnya dia memberikan buku tugas Jessica yang dia kerjakan tadi malam. Bukannya berterimakasih Jessica malah memarahi Aluna padahal karena dirinya Aluna terlambat hingga diberikan hukum oleh guru, lalu Jessica menyuruh Aluna untuk membelikannya makanan favorit Jessica.
"Ehh cupu, beliin gue makanan yang kaya biasanya jangan sampe buat gue kelaperan lagi kalo gak lo tau kan akibatnya." ucap Jessica kepada Aluna.
"I-ya Jes,yaudah aku pergi dulu. " ucap Aluna lalu bergegas pergi ke kantin.
"Lihat dehh Jes, ekspresi si cupu mukanya ketakutan banget." ucap Cindy yang ngakak melihat wajah Aluna.
Aluna pergi ke kantin dengan tergesa-gesa, saat sedang belari ada seorang siswi yang menjulurkan kakinya membuat Aluna terjatuh tersungkur ke lantai.
"Maaf ya aku gak sengaja." ucap Aluna seolah-olah dia yang menabrak siswi itu Aluna langsung berdiri lalu berlari ke kantin.
__ADS_1
Siswi-siswi itu tertawa terbahak-bahak, melihat Aluna yang meminta maaf kepada mereka.Aluna tidak memikirkan lututnya yang berdarah lagi karena terjatuh tadi, karena dia tidak ingin membuat Jessica menunggunya terlalu lama darah mengalir mengeluarkan darah segera. Ibu kantin yang melihat lutut Aluna mengeluarkan darah, dengan segera membantu Aluna untuk mengobati lututnya.
"Kenapa lagi lutut mu Lun, padahal luka yang kemaren belum sembuh ini udah ada lagi." ucap Ibu kantin yang biasa disebut buk Siti.
"Aluna tadi kesini lari-lari makannya jatuh tadi, aku gak papa ko Aluna kan kuat." ucap Aluna tersenyum.
Ibu Siti sangat terenyuh melihat senyum Aluna yang mengartikan dia tidak baik-baik saja, ibu Siti pun tau bagaimana para siswa-siswa memperlakukan Aluna dia sudah mencoba untuk membela Aluna namun mereka tidak jera Aluna pun mengatakan dia tidak apa-apa itu yang terucap dari mulut Aluna.
*****
"Ada apa ya Pak, kenapa Bapak manggil saya? " tanya Aluna kepada Pak Aditia.
__ADS_1
"Begini Aluna, sekolah kita berkesempatan untuk mengikuti ujian kesekolah lain dari semua siswa-siswa disini kami pihak sekolah menunjukkan kamu untuk mengikuti perlombaan ini apakah kamu bersedia untuk mengikuti perlombaan ini? " jelas Pak Aditia.
"Serius Pak, saya terpilih!" ucap Aluna yang antusias karena semua siswa-siswa sangat menginginkan untuk menikung perlombaan ini dan ahkirnya Aluna yang terpilih Aluna sangat tidak percaya ini serasa mimpi baginya.
"Iya, ini kesempatan kamu untuk menunjukkan bahwa kamu bisa mewakili sekolah kita ini." ucap Pak Aditia.
"Baik Pak, saya bersedia untuk mengikuti perlombaan ini. " ucap Aluna yang masih tidak percaya.
"Syukurlah, hanya kamu yang bisa melakukan ini jadi usahakan yang terbaik ya Aluna Bapak mengandalkan kamu." ucap Pak Aditia tersenyum kepada Aluna.
"Persiapkan diri kamu, ujian akan dilaksanakan bulan depan jadi belajar lebih giat. " lanjut Pak Aditia.
__ADS_1
"Baik Pak, saya akan berusaha sebaik mungkin saya janji saya tidak akan mengecewakan Bapak. " ucap Aluna tersenyum kepada Pak Aditia.
Aluna berjalan keluar dari kantor dengan rasa yang masih tidak percaya, bahwa dia terpilih yang akan mengikuti perlombaan ini. Aluna tidak langsung pulang ke rumah dia memutuskan untuk pergi ke toko buku sebentar, Aluna pergi ke toko buku untuk membeli buku yang sudah lama dia tunggu-tunggu.