
Aluna hanya diam dia bingung mau mengatakan apa kepada wartawan-wartawan dia berharap ada seseorang yang menyelamatkannya disini, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya keluar dari sana sontak mereka semua mengejar Aluna yang menarik tangan Aluna adalah Devano laki-laki yang sering mengambil buku yang sedang Aluna baca. Namun Devano tidak mengenali Aluna yang sekarang Aluna sangat terkejut karena Devano yang membawanya pergi, entah kenapa Devano membantunya Devano bukan tipe orang yang biasa membuat lawan jenis Devano membawa Aluna ke perpustakaan.
Jantung Aluna tiba-tiba bereaksi seperti waktu Aluna terjatuh di bidang dada Devano di toko buku, Devano mengunci pintu perpustakaan dan mengambil kursi untuk menahan pintu salah satu wartawan berhasil memotret saat Devano membawa Aluna pergi. Anya Siska dan Vika lah yang menyuruh Devano membantu mereka untuk membawa Aluna ke perpustakaan awalnya Devano menolak tapi mereka memaksa Devano hingga akhirnya Devano mau, ahkirnya Aluna bisa bernafas lega karena bisa berhasil pergi dari kejaran orang-orang dan wartawan.
"Lo gak gpp kan Lun?" tanya Anya kepada Aluna.
"Aku gpp kok, makasih ya kalian udah mau nolongin aku." ucap Aluna kepada mereka.
"Sama-sama, lagian kan kita teman lo jadi kita harus bantuin lo." ucap Siska.
"Apa teman, ahkirnya ada yang anggap aku teman juga makasih yaAllah karena engkau udah mengabulkan keinginan ku yaAllah." batin Aluna dan tersenyum.
******
__ADS_1
Aluna diantar teman-temannya pulang ke rumahnya karena mereka tidak ingin terjadi apa-apa lagi kepada Aluna, Aluna ditelpon oleh pihak kosmetik karena Aluna dijadwalkan pemotretan hari ini dia langsung bersiap-siap Aluna keluar rumah memakai pakaian serba hitam dan menggunakan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya.
"Kamu mau kemana lagi Lun, kamu baru pulang sekolah mau pergi lagi?" ucap Dimas yang melihat Aluna keluar dari kamarnya berpakaian rapi.
"Aluna ada urusan mendadak bang, kalo gitu Aluna pergi dulu nanti bilangin ke Ibu sama Ayah ya Assalamulaikum." ucap Aluna kepada Dimas.
"Walaikumsalam." ucap Dimas.
Karena bosan Dimas menyalakan TV dia terkejut karena ada Aluna di TV dan banyak sekali berita-berita tentang Aluna, dia tersenyum ahkirnya Aluna bisa diterima oleh semua orang Dimas cukup senang karena hal itu. Aluna sedang bersiap-siap untuk melakukan pemotretan produk yang Aluna iklankan terjual habis karena banyak orang berburu kosmetik itu, Aluna mendapat kontrak kerja sama lagi untuk menjadi Brand Ambassador merek baju ternama Aluna dengan senang hati menyetujui kontrak tersebut.
"Kerja bagus Aluna, saya tahu kamu bisa melakukan ini." ucap pemilik Brand baju itu kepada Aluna.
"Makasih Pak, ini salah satu penghormatan bagi saya bisa berkerja sama dengan Bapak." ucap Aluna.
__ADS_1
"Besok ada acara pemilihan Miss Universe tahun 2022, kami berharap kamu bisa menghadirinya." ucapnya.
"Saya akan usahakan, kalau begitu saya pamit pulang dulu Pak." ucap Aluna bangkit dari tempat duduknya.
"Baik, hati-hati dijalan." ucapnya kepada Aluna.
Aluna diantar pulang oleh sopir pribadinya Aluna sangat kelelahan karena berkerja selarut ini tapi disatu sisi dia sangat senang bisa menjadi Brand Ambassador merek mahal, ahkirnya Aluna sudah sampai dirumahnya sopir membukakan pintu untuk Aluna.
"Makasih Pak." ucap Aluna kepada sopirnya.
"Sama-sama mbak, owh iya mbak besok saya diminta untuk nganterin mbak kesekolah." ucap sopir itu.
"Ngga usah Pak, saya bisa sendiri." ucap Aluna menolak dengan halus.
__ADS_1
"Ngga bisa mbak, sekarang saya diminta untuk menjadi sopir pribadi mbak Aluna." ucap sopir itu bernama Pak Udin.
"Owh gitu ya Pak, yaudah kalo gitu saya masuk dulu Pak permisi." ucap Aluna kepada Pak Udin.