PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
PERTAMA


__ADS_3

Namaku Chita Anindita Ayu Hastungkoro. Aku sulung dari dua bersaudara. Memiliki kedua orang tua yang selalu menyayangi, mengasihi, dan melindungi. Papaku Kapolda Jawa Tengah. Selain memiliki karier di Kepolisian, Papa juga mempunyai asset dibidang properti dibebarapa kota, Tambang Batubara di Kalimantan dan beberapa petak sawah di Klaten. Untuk Mamaku sendiri adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan dibidang Kuliner. Dan Adikku saat ini masih bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Semarang, yang sebentar lagi akan melanjutkan ke SMA Taruna Nusantara di Magelang, karena memang dia bercita-cita untuk mengikuti jejak Papa.


Pagi ini seperti biasa, kesibukanku untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negri di Semarang, tanah kelahiran ku. sebagai mahasiswi semester akhir jadwal kuliahku jelas padat, namun tetap kujalani dengan penuh semangat, selain jurusan Manajemen Bisnis yang aku inginkan, aku juga dikelilingi oleh 4 Sahabat terbaik.


Ruang Makan :


"Mah, Pah, Mbak Chita izin yaa, habis pulang kuliah mau ke Gramedia buat nyari Buku. Boleh kan? _Chita


" Boleh mbak.. Ke kampusnya mau bawa mobil sendiri apa dianterin Pak Rahmad (Sopir rumah) ? _Papa


"Bawa mobil sendiri aja Pah, habis sarapan mau langsung ke rumah Bella, mobilnya lagi di bengkel soalnya. Lagian kan Pak Rahmad juga harus nganterin Adek dulu ke sekolah. _Chita


" Mama izinin mbak, Hati-hati yaa.. jangan ngebut" _Mama

__ADS_1


"Pa, Ma, Anggar nggak boleh bawa motor aja ya? Kan udah gede, udah kelas 3, sebulan lagi juga udah masuk SMA lhoh, Anggar juga udah bisa bawa motor, nyetir mobil juga udah bisa, meski cuma keliling komplek aja.. _Anggarda


" Nanti ya Dek, kalau Adek udah punya SIM, baru boleh. _Papa


Dan percakapan dimeja makan berakhir dengan keputusan mutlak dari Papa dan Mama yang masih belum mengizinkan adikku untuk membawa kendaraan sendiri.


Di Teras Rumah, Papa sudah ditunggu oleh Ajudannya untuk mengantarkan Papa ke Polda. Kami bertiga secara bergantian berpamitan dengan Mama, sebelum menjalankan aktivitas masing-masing..


Elly yang saat ini sedang memiliki hubungan dengan Edo, meski sedang menjalin hubungan LDR Semarang-Bandung, karena Edo sedang kuliah di sana hubungan mereka tergolong awet, dari kelas dua SMA sampe sekarang.


Untuk Dara, dia baru jadian dengan teman seangkatan kami sebulan yang lalu.


Dan untuk aku sama Bella, kita berdua jomblo. Aku yang belum pernah berpacaran sama sekali dan Bella yang baru putus beberapa bulan yang lalu. Untuk aku sendiri bukan berarti tidak ada yang nembak atau menyatakan perasaannya ke aku, namun entah lah sampai saat ini belum ada getar-getar cinta setiap ada cowok yang menyatakan perasaannya ke aku.

__ADS_1


Sekilas tentang fisik kami ber empat, kami memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional, kulit yang putih, begitu juga dengan wajah yang Alhamdulillah memiliki padu-padan antara mata, alis dan hidung yang menjadi idaman para kaum hawa. Memang untuk kecantikan mungkin relatif karena pada dasarnya setiap perempuan memiliki kecantikan tersendiri. Namun tidak salah kan kalau kita cukup senang dan bersyukur untuk karunia Allah yang satu ini.


Kelas hari ini sudah selesai, untuk makan siang kami berencana akan makan diluar kampus sekalian mencari buku di Gramedia.


Kami keluar dengan dua mobil, aku dan Bella, Elly dan Dara..


Sesampainya di Paragon Mall, kami langsung menuju ke Gramedia, satu jam cukup untuk kami ber-empat memilih buku-buku yang kami perlukan. Karena belum merasa lapar kami ber-empat sepakat untuk keliling mall terlebih dahulu, nggak terasa dua jam sudah kami berkeliling, dan akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju Shaburi & Kintan Buffet Paragaon Mall Semarang di lantai 2.


Suasana di Shaburi penuh, banyak muda-mudi dan beberapa keluarga yang memenuhi meja-meja disini. Pada saat kita menunggu pesananan, pandanganku tertuju pada pintu masuk, ada beberapa cowok-cowok berpakaian Seragam lengkap yang diberhentikan oleh petugas Shaburi karena Meja sudah penuh, alhasil cowok-cowok tersebut langsung pergi setelah tahu informasi dari petugas.


Perut kenyang, hati pun senang. Mungkin itu gambaran dari kami, ya kami ber-empat termasuk cewek-cewek yang suka kulineran, meskipun suka makan kami juga selalu menjaga berat badan. Bukan termasuk ke diet ekstrim, melainkan berani makan enak berani gerak itu semboyan kami. Oleh sebab itu kami ber-empat memiliki berat badan yang proporsional meski kita doyan makan. Saat akan beranjak dari Shaburi, di dekat pintu masuk aku menemukan dompet hitam, agak terselip didekat tempat sampah. Aku mengambilnya, sebenarnya agak ragu mau membuka. namun karena aku berencana untuk memberikan ke petugas Informasi di Paragon Mall, aku beranikan diri untuk membuka dompet tersebut. Ternyata dompet ini milik salah satu cowok yang berseragam tadi, karena selain ada Kartu Tanda Penduduk juga ada ID card Taruna Akademi Militer.


Kami ber-empat langsung menuju lantai 1, meminta tolong ke petugas bagian informasi untuk memberikan pengumuman ke pengunjung Mall, selama kurang lebih 30menit kami menunggu namun tidak ada tanda-tanda orang yang sesuai dengan tanda pengenal mengambil ke pos, akhirnya aku memutuskan untuk kami ber-empat pulang dan aku berencana besok atau lusa untuk mengirim dompet tersebut ke asrama Akademi Militer di Magelang.

__ADS_1


__ADS_2