PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
Sembilan Belas


__ADS_3

Kegiatan dalam minggu ini masih sama seperti minggu kemarin. Chita dan keempat anggotanya yang bertugas di Kantor Kelurahan. Dan Afrizal dengan kelompoknya yang bertugas di Kebun dan Pengolahan Kelapa Sawit milik Pak Gumelar.


Seperti pembahasan minggu lalu, selain sudah mendapatkan izin dari Kedua Orang Tua Chita, dari Ketua KKN pun juga sudah memberikan Izin untuk Chita 2-3 hari kedepan pulang ke Semarang.


Kamis malam setelah berpamitan dengan Bapak dan Ibu Gumelar, Chita langsung melakukan packing. Tidak banyak barang bawaan Chita, karena memang tujuan untuk pulang hanya sementara.Hanya tas ransel kecil yang berisikan Charger, Make Up, Dompet dan Tissu. Besok pagi, Chita harus sudah berada di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNO) . Jika sesuai dengan jadwal keberangkatan, pesawat yang akan di tumpangi Chita akan berangkat pukul 09.00WIB.


Pesawat yang ditumpangi Chita nantinya akan transit ke Jakarta terlebih dahulu, baru kemudian menuju Semarang.


Jum'at pagi Chita dan teman-temannya sudah berkumpul di lantai satu Paviliun. Mereka tidak mengantar Chita ke Bandara, karena memang kesibukan masing-masing di tempat KKN. Namun dari keluarga Pak Gumelar tak henti-hentinya memberikan kebaikan, selain Chita yang akan diantarkan salah satu sopir pribadi Pak Gumelar, Bu Gumelar juga memberikan bekal untuk Chita sebagai sarapan.


"Bawa ya Nak Chita, bekal buat sarapan. Hati-hati sampai Semarang nya. _Bu Gumelar


" Terimakasih banyak Bapak dan Ibu Gumelar untuk semua kebaikannya. Maaf Chita merepotkan. _Chita


"Sama sekali tidak Nak. Maaf ya kami tidak bisa mengantarkan. _Pak Gumelar

__ADS_1


Setelah berpamitan kembali dengan Bapak dan Ibu Satrio, begitu juga dengan teman-temannya. Chita masuk ke dalam mobil.


Tak terasa waktu perjalanan, saat ini Chita sudah sampai di Bandara. Alhamdulillah tidak ada drama delay pesawat. Keberangkatan sesuai dengan jadwal. Setelah check in dan menunjukkan boarding pass kepada petugas, Chita sudah duduk dengan tenang di dalam pesawat.


Bandar Udara Internasional S**oekarno Hatta**


Perjalanan sampai Jakarta aman dan lancar, setelah menunggu beberapa jam untuk melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tanpa di sengaja Chita tertabrak oleh anak kecil yang sedang berlari, hingga menyebabkan tubuhnya oleng dan hampir terpelanting ke bawah jika tidak ada lengan kokoh yang menyelamatkan nya.


"Kamu nggak apa-apa ? _Dewanda


"Nggak ngrepotin, sama sekali enggak. Apa Kamu masih inget aku? _Dewanda


Tanpa mereka sadari, banyak orang yang mengabadikan momen mereka dengan merekam dari berbagai posisi. Setelah banyak sorak-sorak dari beberapa penumpang yang melintas, akhirnya Chita dan Dewanda menyadari jika posisi mereka saat ini tidak benar. Dewanda yang masih menyangga tubuh Chita dengan cara memeluknya.


"Maaf Mas maaf, sekali lagi maaf. Tadi maksudnya gimana? Masih ingat? _Chita

__ADS_1


" Iya apa kamu masih ingat aku? Galatine dan Tupperware Pink? Di depan Akademi Kepolisian. _Dewanda


"MasyaAllah.. Jadi Mas, Stick Master yang kehausan? Hehehe maaf maaf. Aku ingat sekarang. _Chita


" Iya benar. Aku Dewanda. (Sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan) _Dewanda


"Aku Chita, (Menerima uluran tangan untuk berjabat tangan) _Chita


" Boleh aku minta nomor Handphone kamu? _Dewanda


"Untuk ? _Chita


" Untuk mengembalikan Tupperware kamu. (Sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal) _Dewanda


"Suatu saat nanti pasti akan ketemu lagi. Aku harus pergi Mas Dewanda. Pesawat ku sudah mau berangkat. _Chita

__ADS_1


Karena sudah terdengar pengumuman keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi Chita meninggalkan Dewanda yang masih termangu.


__ADS_2