PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
DELAPAN BELAS


__ADS_3

Weekend.


Sepulang dari kantor Kelurahan, Chita dan rombongan seperti biasa langsung pulang ke rumah Bapak Gumelar. Melakukan rutinitas sholat berjamaah dan makan malam bersama. Sabtu dan Minggu Kantor Kelurahan tutup. Sebenarnya untuk Kebun dan Pengolahan Kelapa Sawit milik Pak Gumelar hari sabtu dan minggu masih masuk karena sistem kerja disana berlaku shift pagi dan malam. Namun sekali lagi bentuk kebaikan keluarga Pak Gumelar khusus untuk peserta KKN diliburkan. Dan bukan hanya itu saja, untuk kendaraan besok yang akan digunakan adalah salah satu mobil milik Beliau, Toyota Hiace Luxury.


Dan weekend pertama kali di sini rencananya sabtu besok Chita dan rombongan akan pergi ke Danau Toba. Salah satu Danau yang sangat melegenda.


Pagi harinya setelah sarapan bersama, Chita dan rombongan berpamitan dengan Bu Gumelar, sarapan pagi ini memang sedikit berbeda. Karena Pak Gumelar yang bertolak ke Negara Kincir Angin Subuh tadi. Keluarga kecil Kak Dinara yang dari kemarin sudah terbang ke Jakarta untuk menjemput suaminya yang pulang Satgas dari Libanon.


Danau Toba


Perjalanan dari rumah Pak Gumelar sampai ke Danau Toba memakan waktu kurang lebih 1,5jam. Sesampainya disana mereka langsung berfoto bersama dengan latar belakang pemandangan yang sangat menakjubkan.


Danau Toba adalah sebuah keajaiban alam yang sangat menakjubkan. Danau ini diperkirakan terbentuk dari letusan dahsyat sebuah gunung api, Gunung Toba, yang terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu. Dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, Danau Toba sebenarnya lebih mirip lautan daripada danau. Di tengah danau vulkanik terbesar di dunia ini juga terdapat sebuah pulau yang berukuran cukup besar, yaitu Pulau Samosir.


Danau Toba sendiri menjadi salah satu alternatif Tempat untuk bersantai, menenangkan pikiran dari segala rutinitas kepenatan pekerjaan sehari-hari.


Chita dan rombongan juga ikut menikmati pesona Danau Toba dengan menaiki Kayak dengan rute Tongging-Silalahi sepanjang 12km.


Puas dengan menjelajah keindahan Danau Toba, setelah jam makan siang, Chita dan rombongan akan ke Museum Tomok dan Museum Huta Bolon. Di Museum Tomok, Chita dan rombongan melihat museum yang berupa rumah adat Batak Toba yang usianya sudah ratusan tahun tapi masih rapi, kokoh, dan terjaga. Sedangkan, di Museum Huta Bolon Chita dan rombongan dibuat terkesima akan ukiran-ukiran dan ornamen khas Batak bernama gorga yang menjadi bagian dari bangunan museum. 


Hal unik lainnya yang bisa kamu temui di kawasan Danau Toba, yaitu boneka kayu seukuran manusia yang diberi nama Sigale-gale. Sigale-gale dikenal karena kemistisan dan mitos yang melekat di dalamnya. Masyarakat lokal percaya bahwa boneka Sigale-gale bisa menari dan meratap sendiri tanpa diiringi musik. Beberapa dari mereka juga berkata bahwa boneka Sigale-gale hanya bisa diletakkan di dalam peti. Boneka ini juga biasanya digunakan dalam upacara kematian keluarga di daerah Samosir, karena masyarakat lokal percaya bahwa tarian Sigale-gale akan mengantarkan roh mereka yang telah mati ke alam baka.


Sungguh seharian ini Chita dan rombongan merasa senang, karena selain disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan, juga mendapat pengalaman baru dari cerita bersejarah yang berada di Museum Tomok dan Museum Huta Bolon.


Paviliun


Puas berlibur seharian, Chita masuk kamar setelah makan malam bersama dengan Bu Gumelar. Beberapa teman-temannya termasuk Bella masih menikmati bersantai Di lantai bawah atau ruang tamu. Di dalam kamar, Chita menerima panggilan masuk dari kedua orang tuanya yang setiap hari selalu melakukan panggilan video call. Setelah panggilan video call dari Bu Satrio mati, Handphone Chita kembali berdering. Pertanda ada panggilan masuk, dan salah satu dering Video call yang selalu ditunggu oleh Chita yakni dari Dewang..


"Assalamu'alaikum Dhek, bagaimana kabarnya? _Dewang

__ADS_1


" Waalaikum salam Mas.. Alhamdulillah baik. Mas Dewang bagaimana? _Chita


"Alhamdulillah sehat, gimana di Medan? Betah? _Dewang


" Alhamdulillah betah Mas. Disini keluarga Pak Gumelar sangat baik, begitu juga masyarakat nya. _Chita


"Alhamdulillah.. maaf ya Dhek, Mas Dewang baru bisa memberi kabar. Baru bisa pegang Handphone soalnya. Dhek, Mas Dewang boleh minta sesuatu? _Dewang


" Apa Mas? _Chita


"Sabtu minggu depan ada acara Makrab terakhir sebelum Praspa/Wisuda. Diharuskan membawa rekanita, kalau Dhek Chita nggak keberatan Mas Dewang minta Dhek Chita hadir untuk nemenin Mas Makrab. Kalau Dhek Chita mau, bisa, Mas bakal menghubungi Pak Satrio dan Ibu untuk meminta izin. _Dewang


"Chita mau Mas Dewang. Sabtu dan minggu memang libur, InsyaAllah Chita bisa. Nanti coba Chita izin sama Ketua rombongan KKN ya Mas. _Chita


" Alhamdulillah.. kalau begitu besok pagi Mas Dewang telepon Bapak dan Ibu Satrio untuk meminta izin sekaligus booking tiket pesawat ya, berangkatnya berarti jum'aat ya Dhek. Mau landing Semarang atau Yogyakarta Dhek? Kalau tempat tinggal, nanti Dhek Chita menginap di rumah Papi Mami aja yang di Magelang, nggak jauh dari Akmil. _Dewang


Tepat setelah panggilan video call dari Dewang dimatikan, Bella masuk ke kamar dengan wajah yang berbinar dan semangat membara.


"Ta.. ada good news.. good news Ta. _Bella


" Good news apaan sih Bell? Kamu kok keliatannya bahagia banget. _Chita


"Siapa yang nggak bahagia Ta? Siapa tahu ini calon jodohku. _Bella


" Maksudnya Bell? Dibawah tadi kamu ditembak sama Benu? 'Chita


"Ngaco deh kamu, ngaco banget. langsung drop deh kebahagiaan ku. bisa-bisanya Benu. nggak ada kandidat yang lain apa Ta? _Bella


" Hahahahahaha _Chita

__ADS_1


"Puas-puasin deh ketawa mu Ta, weekend besok kamu nggak bakal ngetawain jodohku. Tapi kamu bakal bangga akan jodohku _Bella


" Emang siapa sih Ta? Aku aamiin kan deh, siapa pun yang kamu maksud. _Chita


"Nah gitu dong, kalau yang ini berjodoh sama aku, kamu kan ikut bangga. Jadi gini Ta, aku denger dari salah satu assisten rumah tangga di rumah ini, kalau sabtu nanti putra kedua Pak Gumelar bakal pulang. Aku penasaran banget Ta, sama yang dipanggil Brama "Om De" atau sopir dan ART disini "Mas De" pasti ganteng menawan ya Ta? Secara Kakaknya aja cantiknya kayak gitu. Pak Gumelar juga ganteng dan gagah. Iya nggak sih Ta? _Bella


"Hahahaha.. Kamu nggak inget kata-katanya Brama kemarin? Tapi kalau kamu sampai jadi sama putra keduanya Pak Gumelar, traktirannya jangan nanggung-nanggung ya Bell. Hahaha.. Eh ada hal penting juga yang mau aku kasih tahu ke kamu. _Chita


" Udah tenang, aku bakal syukuran kalau taken sama Mas De. hahaha.. Duuuuh adem bener manggilnya Mas De. Btw, hal penting apa Ta? _Bella


"Jum'aat nanti kemungkinan aku bakal pulang. aku belum bilang sama Afrizal, mungkin besok pagi. _Chita


" Kok mendadak Ta? Nggak ada apa-apa kan? _Bella


"Ada apa-apa Bell. Hahahaha.. Sabtu nanti ada acara Makrab sebelum Praspa Mas Dewang beberapa bulan lagi. Kalau Makrab kan harus bawa pasangan, jadi Mas Dewang minta buat aku yang nemenin ke acaranya. Aku bingung pakai baju apa Bell? Acaranya pasti formal kan. _Chita


"Astaga naga, aku ikut Ta. Disana kan termasuk sarang nya Menantu Idaman. Eh bentar-bentar, Sabtu ya? Jodohku kan mau dateng. Duh.. aku jadi dilema ini Ta. _Bella


" Kok jadi kamu hang dilema sih Bell? Yang ada itu harusnya aku. Udah kamu disini aja, katanya kamu pengen ketemu jodohmu yang kamu bilang putra keduanya Pak Gumelar, lagian kalau kamu ikut aku, kamu mau masuk pasangan sama siapa? Disana nanti nggak menerima jomblo. Hahahaha _Chita


"Asem kamu. Kira-kira Mas De ada Makrab juga nggak ya Ta ? Terus kalau Makrab yang diajak dia siapa ya Ta? Katanya ART nya tuh, selama ini belum ada Pacaranya Mas De yang dibawa pulang atau dikenalin ke Orang Tuanya. Itu berarti jomblo kan Ta? Sama kayak aku. _Bella


" Akpol ada lah Bell, cuma kita kan nggak tahu putranya Pak Gumelar itu saat ini Gelarnya apa? BHATAR? ABRIGTAR? BRIGDATAR? BRIGTUTAR? _Chita


"Yaaaah.. mana paham aku Ta, besok kalau jodohku udah pulang aku tanyain langsung. _Bella


Chita dan Bella kembali tertawa bersama. Menertawakan kekonyolan dan kepedeannya Bella. Mungkin jika personel lengkap, ada Dara dan Elly suasana kamar akan lebih heboh lagi.


Setelah puas mengobrol, menggosip, menentukan apa saja yang akan dikenakan Chita di acara Makrab, Bella dan Chita mengistirahakan raga dan pikirannya yang sudah penat.

__ADS_1


__ADS_2