PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
KELIMA


__ADS_3

Sebelumnya Di Ruang Tamu...


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh.. Sore Bapak dan Ibu Satrio.. Dek Anggarda nya ada? _Dewang


" Waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh.. Ini yang dicari adiknya atau mbaknya mas Dewang? Gini-gini Saya dulu juga pernah muda lho mas Dewang (Sambil tersenyum) _Pak Satrio


"Hehehe .. Jadi kelihatan banget ya Pak? _Dewang


" Udah dong Pa, kok malah diledekin sih tamunya. Mbak Chitanya ada kok mas Dewang, tunggu sebentar ya biar dipanggilin Bi Ani. Oh ya diminum mas, minumannya.


Sekalian minta tolong dipanggilin mbak Chita ya Bi


_Bu Satrio


"Baik Bu.. Terimakasih.. _Dewang


" Ya ndak apa dong Ma, buktinya tebakan Papa juga tepat sasaran. Iya kan mas Dewang? Lagi pesiar ya Mas? Peraturannya masih seperti dulu ndak sih kalau mau pesiar harus sesuai dengan nilai yang didapat? Dulu waktu di Akpol kalau mau pesiar harus sesuai nilai. _Pak Satrio


"Masih sama Pak Satrio, kemungkinan kurang lebihnya juga sama antara Akpol dan Akmil. Kalau ingin pesiar yang bisa menginap diluar asrama atau Izin Bermalam(IB) harus memperoleh nilai A. Untuk nilai B boleh keluar asrama namun tidak diperbolehkan menginap diluar dan harus kembali ke Asrama pada jam yang telah ditentukan. Untuk nilai C hanya dibolehkan pesiar satu bulan sekali. Dan Untuk nilai D tidak diperbolehkan keluar saat akhir pekan. _Dewang


"Iya sama kalau gitu. Dulu saya kalau mau nganterin atau jemput Nyonya ke Klaten harus berjuang nya dapat nilai A. Pernah sekali ndak bisa nganterin karena dapat nilai B, ngambeknya ada sebulanan karena sebelumnya udah janjian. Jadi nostalgia ya Ma.. hahaha _Pak Satrio


" Papa ini, udah udah jadi malu sama Mas Dewang. Eh.. itu mbak Chita, sini sayang ada yang nyariin. _Bu Satrio


Namun sebelum Chita ikut bergabung dengan kedua orangtuanya dari pintu masuk serempak terdengar ucapan salam "Assalamu'alaikum Om, Tante.. yang ternyata dari ketiga sahabat Chita. Chita mematung, karena tidak terbayangkan jika laki-laki yang beberapa jam lalu berpamitan keluar asrama saat ini tengah duduk membelakangi nya ada dirumahnya. Dan bisa-bisanya kepergok oleh ketiga sahabatnya.


"Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh.. Masuk anak-anak.. Terimakasih ya udah mau nemenin mbak Chita, tapi inget nanti malem jangan begadang ya, katanya besok masih ada Uas. _Pak Satrio


" Masuk nak.. ayo dibawa masuk kopernya. Kamar tamunya tadi juga udah disiapin sama Bi Ani kok mbak Chita.. _Bu Satrio


"Biar dikamar mbak Chita aja Ma.. yuk masuk temen-temen. _Chita


Setelah ketiga sahabatnya bersaliman dengan kedua orang tua Chita dan berkenalan dengan Dewang, Chita langsung mengajak mereka meninggalkan ruang tamu menuju kamar Chita di lantai dua. Dan tidak lupa meminta tolong Bi Ani untuk membawakan camilan dan minuman ke kamar Chita.


Di kamar...


"Gila Ta.. itu tadi yang namanya mas Dewang? Ganteng banget ya, MasyaAllah hidungnya. Apakabar anak kalian nanti mancungnya kayak apa? Papa Mamanya aja hidungnya mancung semua. _Bella


" Iya bener banget, dari samping beuuuhhh.. warbiasa banget. _Elly


"Jadi udah jadian ya Ta? langsung di Acc nih sama Bapak Kapolda? hihihi _Dara


"Apaan sih kalian, aku aja kaget Dia ada disini. _Chita

__ADS_1


" Maksudnya gimana Ta? Doi nggak bilaang kalau mau ke Semarang? Duuuuh mas.. Sosweet banget sih kejutannya. _Bella


"Kita jadi salah nggak sih gengs nginep sininya? Jadi obat nyamuk dong ya Kita? _Dara


"Emang Mas Dewang mau nginep sini juga Ta? _Elly


" Ngaco banget nih pertanyaan kalian. Udah ya aku tinggal turun kebawah. Dimakan camilannya. Kalau kurang langsung ke dapur aja ya minta tolong Bi Ani. Maaf aku tinggal bentar ya kebawah. _Chita


"Ciye ciye Chita.. Jangan gugup gitu dong Dek.. Mamas setia nunggu adek dibawah. hahahahaha... _Bella


Chita meninggalkan ketiga temannya dikamar dan turun kebawah untuk bergabung dengan kedua orang tuanya berserta Dewang yang ada diruang tamu.


" Sini mbak Chita, Mama tinggal dulu ya, mau lanjutin packing tadi belum selesai. _Bu Satrio


"Papa mana Ma? _Chita


"Mas Tian baru dateng, langsung diajak Papa ke ruang kerja bahas agenda kunjungan besok mungkin. Mas Dewang, saya tinggal dulu ya. _Bu Satrio


" Baik Bu.. _Dewang


"Diminum mas Dewang minumnya, dimaem juga kuenya. Maaf seadanya. _Chita


" Iya makasi Dek, maaf ya Mas nggak bilang mau kesini. Emang sengaja. Dek Chita nggak marah kan? _Dewang


"Ndak marah mas, cuma masih kaget sama nggak nyangka aja. _Chita


Namun seiringnya obrolan berlanjut akhirnya izin dari Bapak dan Ibu Satrio didapat. Sebelum keberangkatan Pak Satrio sambil tersenyum kembali mengingatkan untuk hati-hati besok diperjalanan dan berlakunya jam malam. Dengan sama-sama tersenyum Dewang mengiyakan maksud dari Pak Satrio.


Setelah keberangkatan Pak Satrio dan Ibu, Dewang berpamitan kepada Chita dan Anggarda untuk kembali ke Hotel. Dan rencananya besok pagi akan menjemput Chita ke Kampus nya. Awalnya Dewang ingin mengantarkan sekaligus menjemput saat pulang, namun Dewang ingat jika saat ini ada teman-temannya Chita yang menginap, yang otomatis besok akan berangkat bersama.


Di kamar setelah kepulangan Dewang...


"Jadi gimana Ta? Udan jadian? _Dara


" Ta, sekprinya Papamu mas Tian udah punya calon belum sih Ta? Bisa lah tolong kenalin.. (Sambil nyengir) _Bella


"Bella yaa, pepet teros jangan kasih kendor.. _Elly


" Hahaha Bella.. Bella.. ada-ada aja. aku juga kurang tahu sih, kan kalau kesini urusannya sama Papa. Masa iya aku harus kepoin. _Chita


"Ta, kok nggak jawab. Jadi gimana udah jadian? _Dara


" Belum Da.. Belum. kita tadi ngobrol biasa aja kok. Ya cuma main biasa. Temenan. Yuk ahh belajar.. masa iya mau bahas mas Dewang terus. _Chita

__ADS_1


Karena memang belum ada kemajuan mengenai hubungan Chita, rasa penasaran ketiga temannya berakhir. Mereka berempat kemudian sibuk dengan buku dan materi yang dipelajari masing-masing.


Keesokan harinya, setelah sarapan bersama empat sekawan berangkat dengan satu mobil menuju kampus. Perjalanan hari ini cukup padat merayap, karena memang berangkat lebih pagi dari biasanya dan setiap Minggu pagi Kawasan Simpang Lima menjadi kawasan Car Free Day. Kemungkinan besar masyarakat yang memenuhi jalan pagi ini akan mencari hiburan dengan berolahraga sambil berburu kuliner di Icon kota Semarang Simpang Lima.


Sesampainya di kampus, suasana terhitung lenggang. Setelah menunggu beberapa menit ujian dimulai, suasana kondusif dan bisa selesai dengan tepat waktu pukul 09.00wib


Saat akan keluar kelas, handphone Chita berdering pertanda jika ada panggilan masuk.


📞


"Iya aku langsung jalan ke parkiran... _Chita


"..............


" Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh.. _Chita


"Yuk cabut ke parkiran gengs.. apa kalian mau ada acara diluar? _Chita


" Nggak ada acara, aku udah mumet. Cuma pengen tiduran sekarang. Itu dosen pinter banget bikin pertanyaannya _Bella


"Iya sama.. lemes banget rasanya. _Elly


"Ini karena hari Minggu kali ya, makanya mager terus. Ta.. Kamu langsung berangkat ke Klaten apa masih nanti? _Dara


" Langsung kayaknya Da.. Aku udah packing semalem, Dek Anggarda paling juga udah. _Chita


"Yaudah yuk aku anterin kamu pulang duluan. _Dara


" Buat Apa Da? Kamu nggak lihat didepan Pajero Sport hitam itu siapa? Gila Gila... Perutnya dari luar sixpack banget. Hot nggak sih Ta... _Bella


"Astaga Naga.. dari luar berrrrrrrrrr banget hot nya. _Elly


" Kamu udah janjian sebelumnya Ta? _Dara


"Hehehe iya, maaf ya temen-temen. Tadi itu yang telepon emang Mas Dewang, bilang kalau udah di parkiran. _Chita


" Mas Dewang titip Chita ya, harus selamat samapia rumah.. _Bella


"Siippp lah.. Udah Dhek Chita? Mau langsung pulang atau mau nyari sesuatu dulu? _Dewang


" Ngapain nyari sesuatu dulu Mas? Kalau yang didepan mata udah ada yang segalanya? Eaaaaaaa _Bella


Tawa mereka berlima pun pecah, kecuali Chita yang mukanya bersemu merah. Chita pun berpamitan ke teman-temannya untuk pulang duluan..

__ADS_1


...^^^Terimakasih untuk para pembaca .. Terus dukung mbak Penulis agar terus update yaa.. ^^^...


Selamat hari rabu untuk kamu semoga bahagia selalu .. ^^


__ADS_2