
Dewang sebelum menjemput Chita...
Bangun pagi sudah menjadi rutinitas yang tak pernah terlewatkan oleh Dewang. Pukul 05.00Wib, Dewang sudah selesai malakukan sholat Subuh, Workout, dan mandi. Hari Minggu kali ini ada yang berbeda. Untuk pertama kalinya Dewang akan melakukan perjalanan dari Semarang ke Klaten bersama Chita. Ya.. Perempuan yang berhasil merebut hati Dewang dari pertama kali berjumpa..
Setelah berganti mengenakan seragam pesiar Dewang kembali memeriksa barang bawaan supaya tidak ada yang tertinggal. Bergegas keluar meninggalkan kamar untuk check out dari Hotel yang ditempati dari semalam. Sebelumnya Dewang menyempatkan untuk sarapan di restoran Hotel sambil menunggu waktu yang ditentukan oleh Chita untuk menjemputnya di kampus.
Kampus..
Tepat pukul 09.00Wib Dewang telah sampai di area Gedung Parkir terpadu RSND. Tidak lama dari depan terlihat Chita dan teman-temannya berjalan ke arah parkiran. Dewang berinisiatif untuk turun dari mobil. Beberapa mahasiswa-mahasiswi yang melewatinya sempat menengok untuk melihat, mungkin terasa aneh karena ada pria berseragam berkacamata hitam berada di area kampus yang sangat bertolak belakang dengan pakaian yang dikenakan dalam lingkungan kampus.
Dewang tersenyum dan melambaikan tangan ketika melihat gadis si pemilik hati. Tak butuh waktu lama untuk hati memilih, pada siapa rasa ini terpatri. Dan tak butuh alasan untuk sebuah keseriusan.
Setelah Chita berpamitan dengan teman-temannya, Dewang dan Chita pulang kerumah menjemput Anggarda untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Klaten. Jarak 117KM kurang lebih ditempuh dengan waktu 2jam melewati tol. Selama perjalanan, Dewang dan Chita saling mengobrol banyak hal, hobi, cita-cita, dan rencana kedepan mengenai pasangan. Apakabar dengan Anggarda? Sepertinya Dia memang mengetahui jika kedua orang yang berada dalam satu mobil dengannya sedang dalam masa pendekatan, alhasil dari mulai gerbang rumah sampai pekarangan rumah Bu Satrio di Klaten masih tertidur lengkap dengan earphone yang terpasang.
Tepat pukul 13.00wib Dewang, Chita dan Anggarda sampai di kediaman rumah Ibu Ajeng Ayu Pramudyanti atau yang lebih dikenal dengan Bu Satrio.
Sekilas tentang Bu Satrio (Ajeng Ayu Pramudyanti )
Putri tunggal dari pasangan Alm. Bapak Anggoro dan Ibu Ambarwati. Perempuan keturunan asli Jawa yang memiliki wajah ayu dan tutur kata yang halus. Sejak kecil perempuan yang sering disapa dengan nama panggilan Ajeng ini sudah terlihat memiliki bakat dibidang kuliner turun menurun dari Ibundanya. Oleh sebab itu setelah menamatkan pendidikannya di jenjang SMA, Ajeng melanjutkan kuliahnya di Semarang dengan jurusan Tata Boga.
Percakapan di ruang Tamu....
"Assalamu'alaikum... Eyang.... _Chita
" Waalaikum salam Putuku sing Ayu dewe.. Sapa iki Nduk? Kok Janur Gunung... (Waalaikum salam cucuku yang paling cantik.. Kok tiba-tiba sekali) _Eyang Ambar
"Rencang Eyang,,, Mas Dewang, kenalin ini eyang ku. (Teman Nenek.. Mas Dewang perkenalkan ini Nenekku) _Chita
" Assalamu'alaikum Eyang, kulo Dewang... (Assalamualaikum Nenek.. saya Dewang) _Dewang
"Bagus tenan Nduk.. iki ta calonmu ? (Ganteng banget.. Ini calon mu) _Eyang Ambar
" Eyaaaang.. (Nenek....) _Chita
"Maaf mas Dewang.. Omongannya eyang jangan dipikirin yaa.. _Chita
"InsyaAllah eyang, pengestune nggih.. mugi-mugi kalih Dhek Chita saget dados jodoh.. Aamiin... (InsyaAllah nenek... doa nya ya semoga sama Dhek Chita bisa menjadi jodoh) _Dewang
" InsyaAllah cah bagus.. Eyang amung iso menehi restu lan pangestu... (InsyaAllah anak ganteng...Nenek hanya bisa memberi restu dan doa) _Eyang Ambar
__ADS_1
"Mas Dewang... _Chita
" (Sambil tersenyum Dewang berkata) Apa yang mas bilang ini serius Dhek.. Jika Dhek Chita tidak keberatan mas memang mau serius sama Adhek.. Mas juga berniat buat meminta izin sama Bapak dan Ibu Satrio untuk lebih dekat sama Dhek Chita. _Dewang
Chita speechless.. tak bisa berkata apa-apa. Untuk pertama kalinya ada laki-laki yang berniat memiliki hubungan dengannya langsung meminta izin kepada keluarganya. Dewang berbeda, tidak seperti laki-laki lain yang sebelumnya pernah menyatakan perasaan kepadanya. Tanpa coklat, tanpa bunga, Dewang membuat Chita terpesona untuk kesekian kalinya dengan caranya.
"Ehem ... (Untuk meminimalisir kegugupan Chita berdehem)
Mas mau istirahat dulu? atau langsung mau maem siang? _Chita
" Istirahat dulu gapapa Dhek.. Kita juga belum sholat dzuhur kan.. _Dewang
"(Kembali rona merah dipipi menyelimuti wajah Chita hanya dengan mendengar kata " kita" dari laki-laki yang berhasil merebut hatinya) Iya mas.. mari aku anterin ke kamar tamu" _Chita
"Eyang.. Chita tinggal dulu,, _Chita
Setelah mengantarkan Dewang ke kamar, Chita langsung menuju kamar yang biasa Chita tempati dirumah Eyang nya. Di dalam kamar, Chita masih membayangkan perkataan Dewang. Tanpa Chita sadari, Chita selalu tersenyum setiap mengingatnya.
Pukul 15.00WIB
Dipekarangan Belakang Rumah...
Setibanya dirumah setelah dari kunjungan di Sukoharjo, Bapak dan Ibu Satrio berkumpul di teras belakang rumah bersama Eyang Ambar, Chita, dan Dewang.
"Alhamdulillah lancar Pak.. _Dewang
" Alhamdulillah.. maaf merepotkan ya Mas Dewang, harus nganterin anak-anak Ibu ke Klaten. _Bu Satrio
"InsyaAllah tidak merepotkan Bu, karena memang itu keinginan saya untuk mengantarkan Dhek Chita sama Anggarda.
Sebelum saya pamit kembali ke Magelang, saya mohon izin Pak Satrio dan Ibu, maaf sebelumnya jika saya lancang. _Dewang
" Ada apa Mas Dewang? _Bu Satrio
"Pak Satrio dan Ibu, saya mohon izin untuk memiliki hubungan yang lebih serius dengan Dhek Chita, hubungan yang melebihi dari sekedar pertemanan. Izinkan niat baik saya untuk kedepannya membawa kedua orang tua saya agar bisa meminang putri Bapak dan Ibu Satrio. Memang untuk saat ini tidak banyak yang bisa saya buktikan untuk keseriusan saya, dalam segi waktu, materi, dan lain sebagainya namun kedepannya InsyaAllah, jika Bapak dan Ibu Satrio memberi restu akan saya buktikan niat baik saya. _Dewang
"Saya apresiasi keberanian Mas Dewang langsung meminta izin untuk kenal lebih dekat dengan Putri kesayangan saya. Untuk memiliki hubungan yang serius sebenarnya saya sebagai orang tua memberi kebebasan kepada anak-anak saya, jika berani memilih juga harus berani bertanggung jawab dengan pilihannya. Jadi semua tergantung dengan Mbak Chita dan Mas Dewang, namun tetap dalam pengawasan saya sebagai orang tua. Untuk saat ini saya bisa mengizinkan dalam konteks saling memberikan support untuk pendidikan masing-masing. Terlebih untuk Mas Dewang saat ini sudah dalam pendidikan akhir, Sermatutar ya Mas Dewang? Begitu juga dengan Mbak Chita yang katanya optimis akhir tahun InsyaAllah wisuda ya Mbak Chita? Mau lanjut S2 dimana Mbak? _Pak Satrio
"Alhamdulillah.. Terimakasih banyak Pak Satrio. Untuk saat ini memang yang terpenting adalah pendidikan kami. Namun jujur,, saya merasa lega jika Pak Satrio dan Ibu sudah memberikan izin seperti ini.
__ADS_1
Iya benar Pak, Sermatutar. InsyaAllah 4bulan lagi atau pertengahan tahun ini InsyaAllah saya sudah wisuda. _Dewang
"Chita mau lanjut S2 di UI Pa InsyaAllah .. _Chita
" Terus gimana sama permintaan izin dari Mas Dewang ke Papa? Udah siap nih ndak dibilang cantik-cantik jomblo sama Dek Anggar (Ucap Pak Satrio sambil tersenyum) _Pak Satrio
"Papa ihhhh... _Chita
" Udah udah.. Papa ini seneng kalau godain anak gadis Mama. Untuk Mas Dewang, Semoga dimudahkan olehNya dalam segi pendidikan, karier, dan hubungan kedepannya bersama Chita. Aamiin. _Bu Satrio
"Ma.. memang Mbak Chita udah bilang iya? _Pak Satrio
"Jadi gimana Dhek Chita? _Dewang
" Papa nih Ma.. (Ehem) Mas Dewang, terimakasih untuk niat baiknya. Untuk saling menyemangati, untuk lebih saling mengenal InsyaAllah bukan niat yang buruk jadi aku rasa tidak ada salahnya untuk kita mencoba. _Chita
"Eyang Ambar, nyuwun pangestune ingkang kathah nggih.. Mugi-mugi Allah meridhoi...(Nenek Ambar, minta do'anya yang banyak ya, semoga Allah memberi ridho) Aamiin.. _Dewang
" Iya cah Bagus.. mugo-mugo niat apikmu iso ditampa marang Gusti Allah. Aamiin (Iya anak ganteng, semoga niat baikmu bisa diterima oleh Allah) _Eyang Ambar
"Aamiin... Alhamdulillah.. sekali lagi mohon maaf untuk kelancangan saya Bapak dan Ibu Satrio, Eyang Ambar, dan Dhek Chita. Terimakasih untuk penerimaan permintaan izin saya. Dan sebelumnya maaf, untuk mempersingkat waktu, saya mohon izin untuk pamit kembali ke Magelang Bapak dan Ibu Satrio, Eyang Ambar. _Dewang
Setelah Dewang memberanikan diri meminta izin untuk memiliki hubungan ke arah yang lebih serius dengan Chita, Dewang berpamitan dengan kedua orang tua Chita dan Eyang Ambar. Dengan malu-malu di wajahnya Chita mengantarkan Dewang ke mobil didepan rumah.
"Dhek Chita, Mas tahu kedepannya tidak akan mudah. Terlebih dengan komunikasi kita yang terbatas, semoga Dhek Chita bisa memaklumi. Terimakasih untuk penerimaan nya ya Dhek, maaf belum ada pernyataan secara romantis seperti pasangan lainnya. Next pertemuan selanjutnya ya Dhek.. Rasanya masih nggak rela buat balik ke Lembah Tidar di hari pertama kita jadian. _Dewang
" (Sambil tersenyum malu-malu) Memang kita udah jadian ya Mas? hihihi _Chita
"Astaghfirullah Dhek.. jangan gitu ngomongnya, Mas udah bahagia lho daritadi, tadi Dhek Chita bilang iya kan? (Dewang berucap dengan panik) _Dewang
" Hahahaha.. Mas Dewang... Mas Dewang.. iya iya kita jadian. Jangan panik gitu dong ahh mukanya. Udah masuk mobil gih.. Hati-hati dijalan yaa.. Kalau masih bisa ngabari, nanti sampai asrama tolong kabarin yaa.. _Chita
"Gimana nggak panik sih Dhek? Mas udah bayangin kita udah jadian kok, semenjak Pak Satrio mengizinkan tadi.. eh taunya kamu bercandain Mas seperti barusan. Iya mas bakal hati-hati dijalan, karena ada hati yang lagi dijalani. _Dewang
" Hish.. Mas Dewang ternyata suka gombal yaa.. _Chita
"Hahahaha ya nggak gombal dong Dhek, kan emang bener. Adhek jaga kesehatan yaa, Mas pamit. Assalamu'alaikum... _Dewang
" Waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh.. Fii amanillah mas.. Aamiin _Chita
__ADS_1
"Aamiin.. _Dewang.
...Terimakasih untuk para pembaca... Semoga berkenan memberi like dan komentar yaa.. Supaya mbak penulis semangat untuk update..^^...