PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
KEDUABELAS


__ADS_3

Rabu 07.00Wib


"Mbak Chita, kita tinggal dulu ya. Hati-hati dirumah sendirian. Besok Mama Papa langsung balik Semarang kok. _Bu Satrio


"Siap Ma.. Mama Papa, Dek Anggarda juga Hati-hati. Kabari kalau udah sampai ya Ma.


" Mbak Chita makasi ya sepatunya, mbak Hati-hati besok berangkatnya. Besok kalau di kapal nggak usah keluar-keluar, di dalem aja mbak. Di Medan jaga kesehatan ya Mbak.. Ang nggak bisa hubungi Mbak Chita selalu, tapi kalau ada kesempatan Ang pasti akan hubungi mbak Chita. _Anggarda


"Hihihi iya iya.. kamu juga jaga kesehatan, sekolah yang bener ya. Katanya mau masuk Akpol. Selalu semangat ya.. Udah jangan nangis, masaiya calon Perwira cengeng sih. _Chita


" Aku nggak nangis ya Mbak. Huuuuh.. mbak Chita _Anggarda


"Papa tinggal dulu ya mbak Chita, dilihat-lihat lagi isi kopernya, jangan sampai ada yang tertinggal. Obat-obatan, vitamin dijadiin satu jangan sampai ketinggalan juga. Kalau luang waktunya dipakai istirahat kalau lagi nggak ada kegiatan mbak Chita. Biar lusa perjalanannya enak dan nyaman karena badannya fit. _Pak Satrio


Pak satrio dan Ibu beserta Anggarda akan melakukan perjalanan ke Magelang untuk mengantarkan Anggarda melanjutkan pendidikan nya ke SMA Taruna Nusantara.


Taruna Nusantara adalah ( juga disebut Tarnus atau TN ) adalah sekolah menengah berasrama yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.


Ide pembuatan sekolah menengah atas berbasis semi-militer ini dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal LB Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta. Ia memiliki visi luhur yakni untuk membangun sekolah yang mendidik manusia-manusia terbaik dari seluruh Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan cita-cita para Proklamator. Ide ini kemudian ditindaklanjuti dengan nota kesepakatan antara ABRI dan Taman Siswa, yang merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia, untuk membuat suatu lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Lembaga inilah yang menjadi kristalisasi dari visi Jenderal Moerdani yang selanjutnya mengawasi proses pelaksanaan SMA TN.


Kamis...

__ADS_1


Pagi ini Chita mengawali hari dengan jogging keliling komplek perumahan setelah sholat subuh. Sudah lama tak melakukan olahraga lari membuat Chita sedikit ngos-ngosan untuk melakukan putaran ketiga. Udara pagi yang sejuk, lingkungan perumahan yang tenang membuat tingkat kenyamanan tersendiri bagi Chita untuk berlari di pagi hari.


Setelah melakukan pendinginan Chita memutuskan untuk langsung kembali pulang ke rumah. Hari ini tak ada kegiatan di luar, bisa dikatakan hari tenang sebelum keberangkatannya ke Medan. Semua keperluan sudah di siapkan. Selesai mandi, Chita turun ke dapur. Sebelum berlari Chita sudah memakan satu tangkup sandwich dengan selai kacang. Namun karena dirasa masih terasa lapar, Chita memutuskan untuk membuat Oatmeal dan Jus Jeruk. BI Ani yang melihat putri kesayangan pemilik rumah terjun ke dapur sempat menawarkan untuk membuatkan apa yang diinginkan Nonanya, namun ditolak oleh Chita. BI Ani tahu jika Nona rumah ini begitu lihai dan sangat terampil untuk memasak atau sekedar membuat olahan makanan yang lezat. Jadi membiarkan apa yang dilakukan Chita dan melanjutkan memasak untuk orang rumah.


"Mau masak apa hari ini Bi? _Chita


" Untuk makan siang nanti Sop buntut mbak Chita. Apa mbak Chita mau request menu lain? Biar Bi Ani buatkan. _Bi Ani


"Ndak usah Bi, Sop buntut saja. siang-siang seger pasti. Chita duluan ya Bi, sudah selesai pinjam dapurnya. Hihi _Chita


" Mbak Chita bisa aja. _Bi Ani


"Assalamu'alaikum Ma.. _Chita


" Waalaikumsalam.. Anak Mama yang cantik. Gimana tidurnya semalam? _Bu Satrio


"Alhamdulillah nyenyak Ma.. Mama sama Papa gimana? Dek Anggarda nggak rewel mau ditinggal? hahaha _Chita


"Alhamdulillah sepertinya bakal betah disini Dek Anggarda. Tadi juga sudah kenal sama teman-temannya. Nitip pesen katanya Mbak Chita harus selalu jaga kesehatan. _Bu Satrio


"Alhamdulillah.. ikut seneng dengernya. Papa mana Ma? _Chita

__ADS_1


"(Bu Satrio pun mengarahkan kamera belakang, dan langsung bertatapan dengan Pak Satrio yang sedang mengobrol dengan Dewang) Papa lagi ngobrol sama Mas Dewang_Bu Satrio


" MasyaAllah kok bisa? Oooh iya ini tanggal merah, masuk weekend panjang nih ya.. Assalamu'alaikum Papa, Mas Dewang. _Chita


"Waalaikumsalam sayang, pasti kaget ya? Terakhir ketemu sempat bertukar nomor handphone mbak Chita, Jadi Mas Dewang tadi nyamperin ke Hotel. Mungkin dikira mbak Chita ikut, hahahaha _Pak Satrio


" Apaan sih Pa.. _Chita


Setelah banyak mengobrol dengan Mama nya, Video call pun dimatikan. Chita kembali melanjutkan sarapannya, sesekali berbalas pesan dengan ketiga sahabatnya di group. selang satu jam kemudian ada panggilan video call masuk dari seseorang yang selalu dinantikan kabarnya.


"Assalamu'alaikum sayang.. _Dewang


" Waalaikumsalam Mas Dewang, lagi dimana sekarang? _Chita


"Udah di mobil, mau pulang ke Sragen. Lumayan pesiar terakhir ini, setelahnya nggak ada pesiar lagi sepertinya sampai acara wisuda. Besok berangkat jam berapa sayang? _Dewang


"Jam 17.00wib Mas Dewang. Makasi ya Mas udah nyempetin ketemu Papa Mama tadi. Makasi untuk perhatiannya. _Chita


" Kembali kasih sayangku. Mas perjalanan dulu ya, Mas kabari kalau sudah sampai rumah. I love you. _Dewang


"Hati-hati Mas Dewang. Me too.. _ Chita

__ADS_1


__ADS_2