
Kediaman Bapak Gumelar Baskara.
Sesampainya di Labuhan Batu, Chita dan rombongan langsung menuju rumah Bapak Gumelar. Berdasarkan alamat yang diberikan sebelumnya, dan berpedoman dengan Google Maps, sampai lah Chita dan rombongan di depan pintu pagar yang menjulang tinggi. Dari luar, bangunan dalam rumah sama sekali tidak ada yang bisa terlihat. Hanya atap dan pohon-pohon Palem yang menjulang tinggi yang bisa terlihat dari luar.
Afrizal sebagai ketua tim rombongan berinisiatif turun dari mobil untuk bertemu dengan satpam yang berada di pos dibalik pagar. Setelah memberikan surat pengantar sebagai rombongan KKN, pintu gerbang terbuka dan kami semua dipersilahkan untuk masuk. Sungguh takjub, karena sepanjang jarak antara pagar dan bangunan utama disuguhkan pemandangan yang luas nan hijau yang asri. Tak ketinggalan air mancur yang berada ditengah-tengah halaman. Setelah rombongan turun dari mobil masing-masing, mereka semua sudah disambut lima orang Asisten rumah tangga yang membawakan koper-koper dan barang bawaan lainnya untuk langsung dimasukkan kedalam paviliun yang ada di bangunan terpisah dengan rumah utama. Dan para rombongan dipersilahkan masuk ke ruang tamu rumah utama. Sambil menunggu Tuan rumah, Chita dan rombongan dibuat kagum kembali dengan design dan furniture yang ada di dalam rumah mewah bergaya eropa milik Bapak Gumelar Baskara. Sambil menunggu kedatangan sekaligus penyambutan dari Keluarga Bapak Gumelar, Chita dan rombongan menikmati minuman dan camilan yang disuguhkan.
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh... Selamat siang Anak-anak... Bagaimana perjalanannya? Alhamdulillah.. ikut senang, karena Anak-anak semua berkenan untuk mengabdi dengan masyarakat disekitar sini. Semoga ilmu dan pengalaman yang nantinya didapat bisa bermanfaat. Aamiin.
Oh iya, di perjumpaan yang pertama ini tak lengkap jika belum perkenalan ya. Saya Pak Gumelar Baskara, bisa dipanggil Pak Gumelar, sebelah saya istri tercinta saya Ibu Sandrina Gumelar. Sebelah istri saya, ada putri pertama saya, Dinara Gumelar. Disebalah putri saya ada cucu pertama, namanya siapa Kak? _Pak Gumelar
"Hallo Kakak cantik yang berbaju putih, namaku Bramasta Gumelar. Panggil saja aku Brama. Umurku lima tahun. Kakak cantik yang berbaju putih, nanti kalau Brama udah besar mau ya pacaran sama Brama. _Brama
Tawa seisi rumah yang berada di ruang tamu pecah seketika. Cucu pertama Pak Gumelar memang seperti itu jika bertemu dengan cewek cantik. Dia bilang kalau didepan cewek cantik harus terlihat gagah. Itu lah yang diajarkan Om nya.
" Kak Brama.. Jangan mulai lagi ya, Maaf ya Dek.. Kebiasaan sering maen sama Om nya jadi gini. Diajarin yang aneh-aneh. Diisengin. _Dinara
"Hahaha kenapa yang diajak kenalan hanya satu orang aja kak. Om De pasti bangga sama kamu. Itu cucu pertama saya, dan yang dipangku sama putri saya itu cucu kedua saya. Perkenalan dulu Dek sama kakak-kakak. _Pak Gumelar
__ADS_1
" Hallo... Namaku Binar Gumelar. Umurku empat. Aku biasa dipanggil Princess. Karena kata Om De.. aku princess dirumah ini. Iya kan Opa? _Binar
"Iya sayang. Kamu lah princess dirumah ini. Hahahaha.. maafkan cucu-cucu saya ya. Biasa dekat dengan Om nya. Jadi mungkin diajarin yang bikin suasana rumah ramai. Sebenarnya ada lagi putra kedua saya, namun sekarang masih pendidikan di Akademi Kepolisian sama seperti kalian semua, di Semarang. _Pak Gumelar.
Setelah beramah tamah dengan keluarga Pak Gumelar, Chita dan rombongan diajak untuk makan siang bersama. Kembali suasana tawa mengisi ruang makan. Brama yang ngotot ingin makan siang kali ini duduk disebelah Chita. Ya.. perempuan baju putih yang dimaksud oleh Brama adalah Chita.
"Udah gapapa Kak Dinara.. Biar Brama duduknya disebelah Chita. _Chita
" Maaf ya Dek Chita, biasanya nggak sampai kayak gini. Bener-bener nih pengaruh adekku banget _Dinara
Di Dalam Kamar Chita & Bella..
" Gila Ta.. ini yang dinamakan Sultan di pedalaman kali ya. Aku jamin Ella sama Dara pasti iri kalau tahu tempat tinggal kita disini kayak gini. Kamar sebanding sama apartemen atau hotel. Diluar ada kolam renang, lapangan golf, taman, dan Hellypad juga ada. Tempat tinggal anak-anaknya Pak Gumelar katanya juga terpisah. Yang dekat sama Kolam renang sama taman bunga tadi itu Ta. _Bella
"Aku juga nggak nyangka Bell, Alhamdulillah dikasi tempat yang nyaman, semoga dipermudah KKN kita semua disini. Aamiin _Chita
"Ya pasti nyaman lah Ta. Ta, kamu inget nggak tadi Pak Gumelar cerita anak keduanya? Siapa tahu aku bisa jadi kandidat menantunya. Hahahaha _Bella
__ADS_1
" Hahaha mulai deh kamu. Eh iya, udah ngabarin papa mamamu belum? Aku mau telp mama diluar Bell, kamu gapapa dikamar sendiri? _Chita
"Telp Pak Satrio apa Mas Dewang? Hahaha.. Gapapa Ta, aku berani kok. Belajar berani dong, siapa tahu nanti jadi menantu disini. _Bella
" Halu mu Bell.. Bell.. mulai deh. Hahaha _Chita
Chita keluar dari kamar, di lantai satu bertemu dengan beberapa teman satu rombongan. saling menyapa, dan Chita berpamitan jika akan telepon orang tuanya.
"Mau kemana Ta? _Amel
" Mau telp ortu Mel, sama pengen lihat suasana luar di deket paviliun aja. aku duluan ya _Chita
Chita duduk di bangku taman kecil disamping bangunan paviliun.. melakukan panggilan video call dengan Ibu Satrio. Chita menceritakan keluarga Pak Gumelar, mulai dari penyambutan dari keluarga yang baik, fasilitas tempat tinggal yang baik. Dan meminta doa supaya mulai besok berkegiatan dengan masyarakat sekitar bisa dengan lancar. Setelah panggilan dengan Ibu Satrio selesai, Chita mencoba membuka pesan terakhir dari Dewang. Tak ada pesan masuk lagi selama dua hari ini atau pun telepon masuk dari Dewang. Meskipun selama di kapal pun Chita tak menerima pesan dari Dewang pada saat signal sudah tersambung. Hari ini, hari minggu. Chita berpikiran mungkin Dewang sudah kembali ke Asrama Akademi Militer, sudah disibukkan dengan kegiatan di asrama. Dan selama di Sragen dihabiskan untuk bersama keluarga.
...Selamat membaca.. ...
...Jangan lupa dukung mbak penulis terus yaa pembacaku.. ^^...
__ADS_1