PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
DUA PULUH TIGA


__ADS_3

Dewanda


Setelah kepergiannya, tak lama ada pemberitahuan jika pesawat ku akan segera take off. Aku pun bergegas, untuk meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta namun tidak dengan hati ini. Bayangan nya sungguh menyiksa hatiku, kalau saja aku tidak ditelepon Mama untuk pulang, mungkin akan aku minta dia untuk satu penerbangan denganku dengan tujuannya. Apalah daya, aku harus kembali menerima kenyataan kalau aku belum bisa mengenal dia seutuhnya, namun tak bisa kupingkiri kalau aku bahagia, sudah mengetahui namanya. Kini cita-cita ku tak hanya menjadi seorang abdi negara yang jujur, tangguh, dan disiplin , namun juga harus memiliki cita- Chitaku.


Medan


Sampai lah aku di Bandara Kualanamu, aku sudah melihat salah satu sopir pribadi dirumah Papaku yang menjemput. Dan tumben-tumbennya Dinara Kakak ku ikut menjemput.


"Assalamu'alaikum Kak, kok tumben ikut jemput. _Dewanda


" Waalaikumsalam.. Iya, keponakan kamu tuh De, lagi merajuk. ini semua pasti ajaran kamu. _Dinara


"Hah? Maksudnya kak? Kakak kesini sama Brama dan Binar? _Dewanda


" Iya sama Brama. Masih ngantri eskrim kayaknya. tuh.. Dia. _Dinara


Dari arah depan, Brama berlarian sambil teriak..


"Ooooom... mana kakak cantik ku? _Brama


" Ha? Coba diulang pertanyannya? Om kok nggak ngerti maksudnya? _Dewanda


"Ish ish ish.. Om De dari Semarang kan? Mana kakak cantiknya Brama? _Brama


Disaat aku masih kebingungan dengan pertanyaan bocil satu ini, kakakku masih bisa-bisanya tertawa.


" Kak Brama, Kakak cantik beda pesawat. lusa baru sampai rumah Opa Oma. kita pulang dulu sama Om De ya, kak Brama nggak kasihan sama Om De, tuh lihat mukanya. kayak orang kebingungan. Yuk pulang dulu, nanti kita bisa video call kakak cantik. _Dinara


"Tapi Mam, kak Brama mau ketemu sama kakak cantiknya Brama. _Brama


" Iya nanti ketemu dari Handphone dulu ya, InsyaAllah dua hari lagi Kak cantiknya bisa ditemuin langsung. Hayo.. tadi sebelum kesini, Kak Brama udah janji kan sama Mama. Nggak bakal marah kalau udah dapet nomor handphonenya Kakak cantik. Terus mau sabar nungguin. _Dinara


Setelah Brama mau dibujuk untuk pulang, aku masih menuntut penjelasan dari kakakku. Sepanjang langkah menuju mobil, banyak pasang mata yang menatapku dan kakak ku. Sudah hal biasa, namun masih terasa kurang nyaman. Ada beberapa ABG yang saling berbisik namun masih terdengar, membicarakan bahwa aku adalah pria yang ada divideo .. entah maksudnya apa, mungkin nanti bisa aku lihat di instagram.

__ADS_1


Sesampainya dirumah, aku langsung disambut Mama dan keponakan cantikku Binar.


"Assalamu'alaikum Mama.. De udah pulang nih. _Dewanda


" Waalaikum salam.. Ya memang harus pulang dong De, kalau jatah pesiar bisa pulang. Nggak kangen sama Mama Papa? _Bu Gumelar


"Hehehehe.. Iya iya Ma.. Yaudah De bersih-bersih badan dulu ya Ma.. lengket semua nih. _Dewanda


" Tapi jangan berenang di kolam belakang ya De.. banyak anak-anak cewek yang KKN di tempat Papa. _Bu Gumelar


"Ha? Tinggalnya disini Ma? Kok tumben. _Dewanda


"Iya tinggalnya disini. Di Paviliun Nakula. Udah sana mandi dulu De. _Bu Gumelar


" Alhamdulillah.. jauh sama Paviliun nya De. Oke Ma, habis ini ngobrol ya Ma. Banyak yang bakal De tanyain ke Mama. _Dewanda


Aku meninggalkan mama ku diruang keluarga rumah utama. Semenjak aku SMP aku sudah tinggal dibangunan terpisah dari rumah utama. Kami semua sekeluarga menyebutnya paviliun. Ada beberapa paviliun di area rumah Papa Mama ku. Mulai dari punya kak Dinara, punyaku, punya ART, semua terpisah. Kecuali paviliun satpam dan sopir yang masih dalam satu bangunan. Masing-masing paviliun mempunyai struktur bangunan dan desain interior yang berbeda. Untuk punyaku hanya terdiri dari tiga lantai. Lantai bawah untuk ruang tamu, ruang makan, dan dapur bersih dengan desain minimalis. Lantai kedua untuk kamar dan home theater minimalis, dan lantai tiga kolam renang dan tempat gym minimalis. Maklum yaa.. masih numpang. Jadi semua serba minimalis.


Setelah aku selesai mandi, pintu kamarku diketuk oleh Pak Ujo. Beliau adalah yang biasa mengurus paviliun ku. Pak Ujo bilang kalau sudah ditunggu untuk makan siang bersama. Aku pun bergegas untuk pergi langsung mengikuti Pak Ujo ke bagunan rumah utama. Ternyata disana sudah berkumpul banyak orang selain keluargaku. Mungkin mereka anak-anak yang sedang KKN dan tinggal dirumah kedua orang tuaku. Aku juga melihat Kak Dinara yang sepertinya sedang kerepotan menangani Brama keponakanku, dan berakhir dengan menggendongnya diajak keluar dari rumah. tumben-tumbennya Brama seperti ini, bahkan biasanya Dia yang setiap aku pulang selalu nempel dan exited namun kali ini tidak sama sekali. Dari Bandara sampai di rumah mengacuhkanku, dengan selalu meminta menghubungi kakak cantik pada kak Dinara.


" Sini sayang, kenalan sama anak-anak yang dari Semarang. Seumuran sama kamu ini De. _Bu Gumelar


"Lucunya aku, hanya mendengar kata Semarang langsung ingatanku tertuju padanya. Ooooh.. My Chita.. (Membatin) _Dewanda


"De.. kok malah melamun. Mama aja yang ngenalin kalau gitu, Ini putra kedua saya, Dewanda. Sama seperti kalian, Dewanda juga sedang menempuh pendidikan di kota Semarang. _Bu Gemalar


"Salam kenal semua. _Dewanda


Aku hanya menyapa, bingung juga mau bilang apa ke mereka. Namun aku melihat beberapa dari mereka ada yang masih menatapku diam-diam. Bukan bermaksud terlalu membanggakan diri, namun sudah hal biasa sebenarnya. Hahaha...


Acara makan siang kali ini Mama yang lebih banyak mengobrol dengan mereka, memperkenalkan budaya dan adat-istiadat yang ada di Sumatra Utara. Tempat tinggal kami.


Selesai makan siang, mereka berpamitan untuk langsung kembali ke Paviliun. Dan aku mengobrol dengan Mama dikamar Mama.

__ADS_1


"Ma, gimana sehat kan? Papa juga sehat kan? _Dewanda


" Alhamdulillah sehat sayang. Kamu sendiri gimana? jaga kesehatan lho De.. Jangan lupa vitaminnya selalu diminum. Kamu kayanya kurusan deh. Mama perhatiin _Bu Gumelar


"Sehat Ma. Kurus apaan sih Ma, berat badan De itu sama cuma lebih ber-otot aja nih Ma sekarang. Keren kan Ma.. hahaha. Papa kapan pulang Ma? _Dewanda


" Belum tahu De, lusa kemungkinan. Soalnya sekalian ninjau kebun yang mau dipanen, sekaligus ngasih pelatihan ke perwakilan anak magang yang ikut Papa kesana. Mau di dokumentasikan antara kebun yang satu ke yang lain, mungkin buat bahan perbandingan tambahan skripsi buat mereka. _Bu Gumelar


"Oooh masih ada lagi ya Ma anak magangnya. De kira yang disini aja. _Dewanda


" Masih De, 2 atau 3 anak ya yang ikut Papa ke Kalimantan, yang satunya lagi pulang tadi pagi ada urusan keluarga kayanya. _Bu Gumelar


"Ma, Brama kenapa sih ? De dicuekin dari Bandara. Lari ngeliat De yang ditanyain kakak cantik. Tadi De lihat di meja makan sebelum makan siang juga lagi ngambek yang ditanyain kakak cantik. _Dewanda


"Nah itu dia De Mama juga mau negur kamu nih pasti ngajarin yang nggak bener ke keponakan. Brama itu lagi rungsing anaknya. Dia itu lagi suka sama anak magang yang pulang tadi pagi. Dan karena penerbangannya pagi, kan nggak ketemu sama Brama. Ngambek karena nggak pamitan. _Bu Gumelar


" Hahahaha.. Mah.. Mah.. Ada-ada aja nih Mama. Masa iya ada bayi jadi golongan sobat ambyar, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Lagian De ngajarin apa sih Ma, orang De aja nggak pernah kan bawa cewek ke rumah terus Brama liat. Ada ada aja tuh si bayi. _Dewanda


"Dibilangin juga, kamu nggak tahu aja si Brama waktu kenalan genitnya minta ampun. untungnya kakak cantik nya nggak risih sama Brama De. makan mintanya disuapin itu si Brama, dikit-dikit bilang ke maminya mau ngapel ke Paviliun kakak cantik. Maminya sampe ngelus dada, sambil ngedumel kalau itu ajaran kamu. _Bu Gumelar


"Hahahaha bayi bayi, Jangan-jangan turunan dari Papinya kali Mah.. ahahahahahaha


memangnya cantik beneran ya Ma? _Dewanda


" Cantik De, cantik banget kalau menurut Mama. Nggak ngebosenin wajahnya. terus juga sopan. Tutur katanya, pakaiannya, pembawaannya itu kelihatan anggun. _Bu Gumelar


"Jadi Mama ngrestuin nih Brama sama kakak cantik? Hahahahaha bentar lagi Kak Dinara mantu nih. Ahahahahahah _Dewanda


" Husssss.. Kamu nih De, bicaranya. jangan ngawur. _Bu Gumelar


Aku masih nggak habis pikir sama keponakanku. Bisa-bisanya udah puber diusia balita. Hahahahaha.. tak lama pintu kamar terbuka, Kak Dinara dan Brama masuk. Panjang umur benar dia.


...Hai-Hai para pembaca.. maafkan mbak penulis yang udah lama nggak update yaa.. semoga masih bertahan untuk selalu menunggu cerita terbaru.. ...

__ADS_1


...Salam sayang dari mbak penulis.. dan selamat berbuka puasa... ...


__ADS_2