PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
Dua Puluh


__ADS_3

Dewanda


Weekend kali ini aku putuskan untuk pulang. Setelah beberapa minggu lalu, Ibu Negara mengultimatum untuk aku pulang karena Beliau merindukan ku, akhirnya di minggu kali ini aku bisa pulang meski cuma sebentar.


Setelah melakukan Apel Pagi, dan menjalankan semua prosedur Asrama, aku diantarkan temanku Samuel pergi ke Bandara Ahmad Yani.


"Serius loe nggak ikut Sam? Mumpung tiketnya aku check masih ada nih. _Dewanda


" Nggak De, loe enak tugas-tugas udah selesai. Nah gue masih banyak coretan. Yang penting oleh-oleh aja De. _Samuel


"Hahaha semangat dong ahh.. Katanya mau Praspa tahun depan. _Dewanda


"Yoi lah Praspa tahun depan. Safe Flight ya De, salam buat Tante Sandrina sama Om Gumelar. _Samuel

__ADS_1


" Siap. Hati-hati juga loe baliknya. kalau perlu bantuan jangan sungkan buat telepon aja. Handphone gue 24jam bakal On. _Dewanda


"Buat apa loe on 24jam? Jomblo ah nggak ada guna. Hahaha _Samuel


" Asem loe.. Udah sana. _Dewanda


Samuel pun meninggalkan aku di terminal keberangkatan. Seperti biasa, perjalanan kali ini aku akan transit ke Jakarta dulu baru melanjutkan perjalanan ke Medan.


Untuk daerah asal, sebenarnya yang asli Medan itu Papa, campuran dengan Aceh. Untuk Mama, asli Jawa. Namun dari kecil sudah tinggal di Jakarta. Mamaku sendiri Ibu rumah tangga biasa, namun jangan salah aku jamin tabungan Mama yang lebih banyak ketimbang Papa. Maklum Ibu Negara, pasti lebih berkuasa. Hehehe canda Mama..


Untuk Kakak Perempuan ku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak yang lucu dan menggemaskan. Mereka berdua selalu nempel denganku kalau aku di rumah. Dimana ada aku, pasti mereka berdua selalu ada gelendotan denganku. Mungkin karena Aku Om tertampan yang mereka berdua punya.


Kakak Ipar ku sendiri juga berasal dari dunia Militer, namun beda Instansi. Beliau Perwira di Angkatan Darat. Satuan Kopassus, namun saat ini masih Satgas di Libanon. Tapi kata Mama kemarin di telepon kalau Mas Hanung (Kakak Iparku) akan pulang dalam waktu dekat.

__ADS_1


Nggak terasa, pesawat ku udah landing di Bandara Soekarno-Hatta. Sesampainya disana aku menunggu di Boarding Area. Pada saat aku akan memasuki Rest Area, tanpa ku duga dan sengaja aku melihat Pemilik Hatiku. Perempuan yang menggetarkan jiwa dan ragaku. Mungkin terkesan lebay, namun itu lah kenyataannya.


Sepertinya dia berjalan dari pintu kedatangan, tanpa menghiraukan sekitar, dia masih terlihat asik memainkan handphone nya. Tanpa dia sadari, ada anak laki-laki yang berlari sangat kencang dari arah berlawanan, aku pun berusaha ikut berlari mendekat supaya jika dia akan terjatuh aku bisa menangkapnya. Dan, benar kan apa yang aku bilang? Dia terjengkang ke belakang namun Alhamdulillah aku bisa menangkapnya.


Beberapa detik aku menatapnya tanpa berkedip. Antara mentralkan detak jantung yang menggila, dan menikmati pesonanya. Sungguh cantik ciptaanMu ini ya Allah..


Setelah tersadar nya kami, dengan posisi yang bisa dibilang intim, aku mencoba mengingatkan Dia denganku. Laki-laki yang sudah dibuat dilema sejak awal berjumpa. Memberanikan diri mencoba untuk meminta nomor handphone nya, namun dengan cepat ditolaknya, akan tetapi ada ungkapan yang tersirat darinya, aku anggap sebagai pertanda aku memang harus memperjuangkannya.


Dia pun meninggalkanku, dengan semesta yang mendukung keadaannya. Tanpa bisa kucegah, aku harap apa yang diucapkannya pun di Aamiin kan oleh seluruh isi alam semesta. Jika nanti kita akan dipertemukan kembali.


Tak lama setelah itu, pesawat ku pun akan take off meninggalkan jakarta. Aku pun bergegas, dengan hati dan pikiran yang tertinggal disana.


Oooh Chita... Untuk pertama kalinya aku dibuat jatuh se-jatuh jatuhnya..

__ADS_1


__ADS_2