PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
DUA PULUH DUA


__ADS_3

Medan


Chita


Badanku rasanya masih terasa capek, kemarin dari Magelang aku langsung pulang ke Semarang diantarkan Mas Dewang. Pak Rahmad dan Pak Dadang satu mobil membawa mobil Papa, Mas Dewang dan aku membawa mobilnya Mas Dewang sendiri. Sepanjang perjalanan karena badan yang terasa capek, aku tertidur hingga sampai rumah. Sesampainya di rumah sudah pukul 04.00wib, setelah mandi dan sarapan, aku dan Mas Dewang ngobrol dengan Papa dan Mama. Pukul 08.00wib aku diantarkan Papa, mama dan Mas Dewang ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Dan tibalah aku di Bandara Kualanamu Medan, aku dijemput Benu, Amel dan Pak Kusmo. Aku menanyakan kok tumben Bella nggak ikut, Benu bilang kalau Bella dan Afrizal jadi perwakilan yang ikut sekeretaris Pak Gumelar untuk meninjau Kebun Kelapa Sawit yang ada di Kalimantan, berangkatnya sama hari dengan keberangkatanku pulang ke Semarang dan baru akan kembali insyaAllah malam nanti. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Pak Gumelar, Amel menceritakan putra kedua Pak Gumelar yang kemarin pulang, Amel bilang gantengnya kebangetan. Auranya suamiable banget. Benu pun sebagai laki-laki mengiyakan kalau putra Pak Gumelar memang tampan dan keren tentunya. Hahaha.. aku jadi bayangin Bella, yang ingin sekali bertemu dengan putra kedua Pak Gumelar malah akhirnya nggak bisa bertemu.


Rumah Pak Gumelar


Setelah sampai dirumah Pak Gumelar, Aku, Benu dan Amel langsung menuju Paviliun. Di lantai satu, koperku sudah ku bongkar untuk membagikan oleh-oleh ke teman-teman yang lain. Kemudian aku pergi ke kamar di lantai dua untuk mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


Siang ini aku memakai Dress selutut berwarna biru aquamarine, rambutku aku ikat menjadi satu, karena cuaca cukup panas di siang hari ini. Memakai pelembab dan make up natural, aku kembali turun ke bawah. Rencananya aku ingin memberikan titipan oleh-oleh yang dimasak Mama untuk keluarga Pak Gumelar.


Setelah berada di lantai satu, aku mengambil satu box yang berisi makanan dalam bentuk frozen food, dan 1buah paper bag makanan yang bisa untuk langsung dimakan. Aku berjalan keluar dari paviliun, tak disangka melihat Bu Gumelar yang sedang berdiri di dekat kolam renang bersama Kak Dinara, Beliau melambaikan tangan meminta untuk aku mendekat. Aku pun bergegas berjalan mendekati Bu Gumelar.


"Assalamu'alaikum Bu Gumelar, Kak Dinara, selamat siang. Maaf mengganggu waktunya, ini ada sedikit titipan dari Mama. Diterima ya Bu.. _Chita


" Kok jadi repot-repot Nak.. Alhamdulillah, udah balik dengan selamat kesini Ibu sudah bersyukur, nanti bilang ke Mama kalau Ibu berterimakasih banyak ya. _Bu Gumelar


" Siap-siap Ta, nanti kakak bantu ngabisin. Hihihi.. Suami kakak juga lagi dirumah, nanti kakak kenalin ya. Penasaran banget soalnya, udah bisa bikin jagoannya ngebet nyariin dari kemarin sampe dikira puber sejak dini, hahaha . _Dinara

__ADS_1


"Iya Nak Chita, Brama uring-uringan dari kemarin. Sampai Om nya pulang kerumah dirusuhin mulu, disuruh bawa kamu pulang kesini. Karena satu kota di Semarang. _Bu Gumelar


" Astaghfirullah.. maaf ya Kak Dinara, Bu Gumelar. Chita secara nggak langsung udah bikin seisi rumah repot. _Chita


"Nggak kok Ta, santai aja. Yang ada seisi rumah ketawa-tawa kemarin. Adekku sampe geleng-geleng kepala ngeliat keponakan nya. Photo keluarga kita aja yang pas mukanya adekku di lakban hitam sama Brama. Gara-gara Adekku bercandain kalau kakak cantiknya bakal dijadiin pacar dan nggak boleh main sama Brama. Nangis kejer lah si Brama, seisi rumah heboh. Hahaha _Dinara


"Sekali lagi maaf ya kak, terus Brama sama Binar sekarang dimana kak? kok nggak keliatan. _Chita


" Masih bobok siang. Nanti habis ashar, baru bangun mereka. _Dinara

__ADS_1


"Sebentar lagi sholat ashar, Chita izin kembali ke paviliun dulu Bu dan kak Dinara.. Assalamu'alaikum.. _Chita


Setelah berpamitan aku kembali ke paviliun dan beristirahat di kamar. Karena badanku masih terasa capek, tak terasa aku tertidur sampai aku terbangun karena mencium wangi bayi dan terdengar tawa cekikan anak-anak kecil, yang ternyata Binar sedang tiduran disampingku berbantalkan lengan tanganku, dan Brama yang duduk sambil memegang ujung tanganku.


__ADS_2