PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
KEDUA


__ADS_3

Sebulan Berlalu..


Sabtu akhir pekan kali ini tidak ada jadwal kuliah, dosen ada kepentingan sehingga diliburkan. Setelah sarapan bersama keluarga, Chita membantu mamanya dan asisten rumah tangga untuk menyiapkan pesanan kue yang akan dibuat untuk acara pengajian Ibu-ibu komplek.


Mengenai urusan dapur, Chita termasuk menuruni bakat dari mamanya. Apapun masakan atau kue-kue yang dibuatnya banyak orang yang menyukainya. Oleh sebab itu, kedepannya dia ingin membuka Toko Roti/kedai jika sudah lulus kuliah nanti. Itu salah satu cita-cita Chita sedari kecil.


Setelah semua kue turun dari loyang dan ditata rapi oleh Bi Ani(Asisten rumah tangga), Chita meminta izin untuk mandi dan istirahat.


"Ma, kue nya udah selesai nih, Chita ke kamar yaa.. mau mandi sama bobo siang" _Chita


"Iya mbak Chita, istirahat gih. makasi ya udah bantuin mama" _Mama


"Makasi yaa ma, maaf ya Bi Ani, Chita tinggal" _Chita


"Udah mbak Chita istirahat aja, ini udah dibantuin banyak Bi Ani nya. Selamat istirahat ya mbak Chita. _Bi Ani.


Di Luar Rumah..


"Permisi Pak, apa benar ini kediaman dari Chita Anindita Ayu Hastungkoro? _Pemuda Pertama


" Iya mas benar. ada yang bisa dibantu? sebelumnya maaf, sudah prosedurnya jika bertamu di Kediaman Bapak Satrio harus menyerahkan kartu Tanda Pengenal. _Satpam


"Baik Pak, ini KTP saya dan teman saya. _Pemuda Pertama.


"Baik mas, saya antarkan mas-mas nya ke dalam. mari ikut saya. _Satpam


"Wah.. pantesan kita dimintai KTP segala, ternyata ini kediamannya Pak Kapolda Jateng ya Pak? (menatap foto yang ada di ruang tamu) _Pemuda Kedua.


" Iya mas, betul. Duduk dulu mas-mas, saya kedalam dulu izin sama Ibu Satrio. _Satpam


"Iya Pak, silahkan. _Pemuda Pertama.


" Sebelumnya kamu udah tahu belum kalau ini rumahnya Pak Kapolda? Jangan main-main yaa Wang, ini bisa di Dor.. kalau kita nggak bener disini. _Pemuda Kedua.


"Aku juga baru tahu. didalem suratnya, nggak ada tertulis kalau putri Kapolda. Cuma nama aja sebagai pengirim dan penanggung jawab yang nemuin Dompetku. _Pemuda Pertama.


Di Dapur...


"Maaf Bu permisi, diluar ada tamu nyariin Mbak Chita. _Satpam


"Siapa Pak? Temannya Kuliah? _Bu Satrio


"Sepertinya bukan Bu, ini dua orang pemuda pakai seragam. Tadi di tanda pengenal nya tercantum sebagai Taruna Akademi Militer. _Satpam


" Duh.. ya Allah ada apa ya? Bi Ani tolong panggilin mbak Chita suruh turun ya. Mari Pak kita kedepan dulu. _Bu Satrio


"Baik Bu" _Satpam & Bi Ani.


Dikamar...


"Tok.. Tok.. Tok.. Mbak Chita, ada tamu. nyariin mbak Chita. _Bi Ani


" Siapa Bi? iya tunggu bentar ya Bi, Chita ngeringin rambut dulu. sebentar lagi nanti turun. makasi ya Bi.. _Chita.


"Iya mbak Chita, kalau gitu Bi Ani duluan ya. _Bi Ani

__ADS_1


" Iya Bi. _Chita


Diruang Tamu..


"Assalamu'alaikum.. Permisi Bu, Perkenalkan saya Dewangkoro Abilowo Wicaksono, dan ini teman saya(Salim dengan takzim).


Sebelumnya mohon maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Ibu di siang hari ini. Kedatangan kami kesini, terutama saya kesini untuk mengucapkan Terima kasih sama putri Ibu, Chita Anindita Ayu Hastungkoro yang sudah menemukan dan mengirimkan dompet saya yang hilang kurang lebih satu bulan yang lalu. Sebagai ucapan Terimakasih ini ada sedikit buah tangan untuk Ibu sekeluarga, maaf karena baru bisa mengucapkan sekarang karena baru dapat jadwal Pesiar dari Asrama. _Pemuda Pertama


"Waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh.. Alhamdulillah.. Saya pikir ada kepentingan yang mendesak atau hal serius lainnya Mas.. karena tumben-tumbennya ada yang nyari anak saya, terlebih memakai seragam seperti ini. Biasanya yang dicari si Bapak.


Terimakasih ya Mas Dewang, untuk buah tangannya, harusnya tidak usah repot-repot seperti ini. sudah sewajarnya kalau menemukan barang dan ada tanda pengenal nya untuk dikembalikan. Diminum Mas Dewang dan Mas Andre.. Sebentar lagi Chita nya turun, ditunggu dulu ya.. _Bu Satrio


"Baik Bu.. _Dewang & Andre.


Selang beberapa menit kemudian Chita dengan pakaian casualnya, turun dan langsung ke ruang tamu. Agak kaget sebenarnya, karena sebelumnya ia mengira yang kerumah adalah salah satu sahabatnya, namun setelah sampai diruang tamu tenyata yang kerumah adalah pemuda yang dilihat di Shaburi sebulan yang lalu.


Ya.. Chita masih mengingat pemuda itu. Badan tinggi tegap nya, Pakaian seragam slim fit yang dikenakan. potongan rambut cepaknya, Hidung mancungnya semua masih teringat dalam memorinya. Betapa tampan dan gagahnya Pemuda ini, secara tidak langsung Chita terpesona.


"Ehm.. Ma.. _Chita


"Sini mbak, ini ada tamu nyariin mbak Chita. katanya mau ngucapin terimakasih dompetnya udah dikirim mbak Chita ke asramanya. _Bu Satrio


" Iya Mbak Chita, maaf sebelumnya udah lancang dateng kesini. dan baru bisa sekarang. Terimakasih sudah mau mengirimkan dompet saya, maaf sudah merepotkan. Kenalin mbak Chita saya Dewangkoro Abilowo Wicaksono biasa dipanggil Dewang, dan ini teman saya Andre. (Mengulurkan tangan untuk berjabat tangan). _Dewang.


"Iya mas salam kenal, saya Chita. tidak ada yang kurang kan di dompetnya? Maaf karena saya juga lancang membuka dompetnya untuk melihat tanda pengenal nya. sebenarnya saya dan teman-teman saya langsung ke bagian informasi waktu itu, namun kurang lebih 30menitan tidak ada yang mengambil, akhirnya saya bawa pulang. Oooh iya.. terimakasih buat buahnya, harusnya nggak usah repot-repot begini mas. _Chita


"Alhamdulillah nggak ada yang kurang mbak, isinya masih sama seperti sebelumya. Sekali lagi Terimakasih. _Dewang


Dari Luar..


" Ma.. Mama.. Adek dapet ikan gede banget, hahaha Papa kalah Ma sama Adek..


"Salam dulu Dek... masuk rumah kok nggak salam. Papa mana Dek? _Bu Satrio


" Hehehehe maaf Ma.. Assalamu'alaikum.. Papa masih didepan Ma, tadi dapet telephone.


Siapa Ma? Pacarnya Mbak Chita ya? _Anggarda


"Adeeeeeek... _Chita


"Adek.. nggak boleh gitu ahh, nggak sopan. Maaf ya Mas Dewang, Mas Andre. Anggarda emang masih kecil, suka bercanda. _Bu Satrio


"Iya Ibu, Nggak apa-apa Bu" _Dewang


"Assalamu'alaikum Ma.. Lho.. ada tamu. Siapa ini?_Pak Satrio


" Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh.. _Semua orang


"Ini Pa, Dompetnya Mas-mas ini kemarin ditemuin sama mbak Chita, terus kesini sebagai ucapan Terimakasih. _Bu Satrio


" Ooh gitu. Alhamdulillah kalau udah ketemu sama pemiliknya, lain kali lebih hati-hati mas. Ini langsung dari Tidar ke Semarang? Atau memang asli orang Semarang Mas? _Pak Satrio


"Alhamdulillah.. Baik Pak. Iya Pak langsung dari asrama kesini, mohon maaf sudah mengganggu waktu istirahat Bapak sekeluarga. Kami berdua bukan asli Semarang Pak, Saya asli Sragen dan Teman saya asli dari Solo. _Dewang.


" Lumayan jauh ini dari Magelang kesininya. Ow iya udah mau jam makan siang ini, sekalian ayo mas makan siang disini.

__ADS_1


Ma.. Udah siap belum makan siangnya? Papa bersih-bersih badan sebentar, langsung ayo kita semua makan siang bersama. _Pak Satrio


"Mohon maaf sebelumnya Pak, dan Ibu Satrio. bukan bermaksud menolak. Terimakasih untuk undangan makan siangnya. Kami langsung pamit saja Pak, Ibu. _Dewang.


" Ndak apa-apa Mas Dewang, Mas Andre. ndak perlu sungkan. Anggap saja lagi pulang ke Sragen atau ke Solo. Yuk langsung ke meja makan saja, sambil nunggu Bapak. _Bu Satrio


"Sekali lagi Mohon maaf dan Terimakasih Bu. _Dewang


Diruang Makan...


" Mari mas Dewang, Mas Andre, ambil yang banyak makanannya. Jangan sungkan-sungkan. Anggap saja dirumah sendiri. _Ibu Satrio


"Terimakasih Banyak Ibu dan Bapak, maf sudah merepotkan. _Dewang


" Ndak merepotkan Mas Dewang, Mas Andre, saya juga senang kedatangan tamu. Mari dinikmati.. _Bapak Satrio


"Alhamdulillah.. baik Pak Bu.. _Dewang


" Mas Dewang, Mas Andre, seleksi Akmil ketat banget ya? Aku kalau nggak masuk akpol pengen nyoba juga di Akmil. Boleh kan Pa Ma? _Anggarda


"Boleh Dek, yang penting kamu belajar yang rajin. jangan malas kalau ada latihan luang buat binsik. Larimu masih belum sesuai waktu standartnya dari pelatihmu lho Dek. harus lebih giat lagi.. Banyak berdoa.. Iya kan Mas Dewang, Mas Andre, kalau mau menggapai cita-cita ndak boleh males-malesan kan ya? _Pak Satrio


"Benar itu Dek.. _Andre


" Iya Dek Anggarda, harus serius latihannya. Apalagi tinggi sama berat badanmu sudah bagus lho, sudah proporsional, tinggal latihan fisik sama belajar yang rajin. InsyaAllah kalau udah rejekinya bakal dipermudah. Aamiin. _Dewang


"Aamiin, Mas Dewang, Mas Andre boleh minta nomor HP nya ndak? siapa tahu aku nanti butuh sharing gitu. _Anggarda.


"Boleh dong _Dewang & Andre


Waktu makan sudah selesai begitu juga dengan ibadah sholat Dzuhur berjamaah, Dewang langsung ditunjuk oleh Pak Satrio untuk menjadi Imam untuk memimpin ibadah siang ini. Tidak ada penolakan dari Dewang, karena memang di Asrama atau dirumahnya Dia terkadang menjadi imam untuk memimpin sholat berjamaah.


Setelah makan dan berbincang sebentar, Dewang dan Andre berpamitan dengan keluarga Pak Satrio. Pada saat bersalaman dengan Chita, Dewang dan Chita merasakan getaran-getaran yang berbeda. Namun dengan situasi dan kondisi seperti ini, mereka berdua menampik getaran dari hati masing-masing.


Ibu Satrio memberikan beberapa potong kue untuk dibawa pulang Dewang dan Andre ke Asrama.


"Hanya sedikit mas Dewang, Mas Andre, sekalian icip-icip ini tadi mbak Chita yang bikin. _Bu Satrio


" Sekali lagi Terimakasih Ibu dan Bapak sekeluarga, mohon maaf sudah merepotkan. Kami Pamit Bapak Ibu. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh. _Dewang.


Setelah berpamitan dan mengambil Kartu Tanda penduduk di Pos security. Diluar pagar Dewang berhenti sejenak, dan kembali menengok pagar yang menjulang tinggi.


"Alhamdulillah.. selamet ya Wang kita, Pak Kapolda beserta keluarga ternyata orangnya ramah banget. Kamu kenapa berhenti disini? ada Hati yang tertinggal ya didalam? Aku tahu kamu selalu curi-curi pandang ke Chita. _Andre


"Hehehehe.. Tapi sayang aku ndak punya nomor hapenya. apa aku bakal ketemu lagi ya Ndre? _Dewang


" Akhirnya Wang Wang, selama hampir 3tahun bersama kamu bahas cewek juga. Tenang Wang.. aku pasti bakal nemenin kamu kalau mau dateng kesini. Buat minta nomor HPnya Chita. _Andre


"Apa masih bisa kita kesini Ndre? Alasan apa kesininya? Ini mana pesanan jemputan kita? Drivernya masih jauh? _Dewang.


" Tenang Tenang Wang, masih banyak jalan menuju roma. Ini barusan aku dapet IG nya, aku ketik nama lengkapnya dan langsung muncul. Dia termasuk selebgram apa ya Wang? Followers nya banyak juga. Ya maklum selain Cantik dia juga anak dari Kapolda. _Andre.


"Mana coba aku lihat? Aku bakal follow Dia. _Dewang


" Ciyee ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih yee, eh itu nomor mobil pesanan jemputan kita. Sudah Wang, Saatnya kita balik ke lembah Tidar, biar hatimu saja yang tertinggal. Besok kita ambil lagi. Hahahaha _Andre

__ADS_1


Selama perjalanan dari rumah Chita ke bandara, Dewang memikirkan wajah cantik nan rupawan yang dimiliki Chita, dalam hati terbesit rasa untuk memiliki. Mungkin benar yang dikatakan Andre, jika Dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun akankah rasa ini terbalas oleh Chita? Dan apa iya bisa diijikan mendekati Chita, terlebih melihat keluarga Chita yang memiliki nama besar sudah pasti tidak mudah untuk mendekatinya.


Terimakasih untuk pembaca.. Semoga semakin semangat untuk mbak author update yaa.. ^^


__ADS_2