PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
KETIGABELAS


__ADS_3

Jum'at ..


Sore ini Chita akan berangkat dengan rombongan. Sejak kemarin belum ada kabar lagi dari Dewang. Terakhir bertukar pesan, Dewang memberi kabar jika sudah sampai di Sragen pada siang hari.


...Setelah melakukan sholat ashar berjamaah dengan Bapak dan Ibu Satrio, Chita diantarkan kedua orang tuanya dengan 2 mobil ke Pelabuhan Tanjung Mas. Sesampainya disana rombongan sudah berkumpul....


"Maaf teman-teman, aku terlambat datengnya. Kenalin ini Papa Mama ku. _Chita


Teman-teman Chita pun tidak mempermasalahkan karena memang kapal belum berangkat, kemudian mereka bersalaman dengan kedua orang tua Chita. Pak Satrio memberikan pesan untuk selalu bersikap sopan dan santun kepada semua masyarakat disana, selalu rukun dengan rekan satu tim, dan saling menjaga satu sama lain, selama berada di Medan nanti.


Satu Jam lagi Kapal akan mulai berlayar, perasaan Chita masih tidak tenang mengingat belum ada kabar apapun dari Dewang. Pada saat Chita berpamitan dengan Bapak dan Ibu Satrio, dari arah pintu masuk pelabuhan melaju Mobil Pajero Sport berwarna Hitam, dan berhenti tidak jauh dari mobil Pak Satrio, Dewang keluar dari mobil tersebut. Dengan mengenakan Celana jeans berwarna Navy, Sweater dan sneaker hitam polos, dilengkapi dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Dewang terlihat ganteng menawan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.. Bapak dan Ibu Satrio, Dhek Chita. Maaf telat datengnya. _Dewang


" Waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh.. Iya gapapa Mas Dewang, ini belum telat banget. masih keburu meski cuma sebentar. _Bu Satrio


"Terimakasih Ibu dan Bapak. _Dewang


Setelah sedikit mengobrol dengan kedua orang tua Citha. Dewang meminta izin untuk mengobrol berdua dengan Chita sebentar sebelum keberangkatan.


" Sayang, Mas Dewang minta maaf. minta maaf untuk kemarin, hari ini, dan kedepannya. Yang terpenting Dhek Chita percaya kan, kalau mas Dewang sangat menyayangi Dhek Chita. _Dewang


" Mas minta maaf ya sayang. Mas minta Selalu kuat dan berjuang bersama untuk hubungan kita ya sayang. Jaga diri, jaga kesehatan. _Dewang

__ADS_1


"Siap Komandan. hihihihi.. udah yuk balik ke rombongan, sebentar lagi Chita berangkat. _Chita


Setelah bergabung dengan rombongan, tidak lama kapal pun berangkat. Chita berangkat dengan masih manyimpan tanya. Ada yang berbeda dari sorot mata, dan ucapan Dewang. Ada beban tersendiri yang masih disimpan oleh Dewang saat ini. Namun Chita tak berani mempertanyakan apa penyebabnya.


Di Kapal..


"Duuuuuh senengnya habis di temuin pacar _Bella


"Apaan sih Bell.. Udah ahh jangan berisik kita. _Chita


" Hahaha kenapa si Ta? Kan bener. _Bella

__ADS_1


Chita tak menanggapi ucapan Bella. Sejenak, Chita ingin mengalihkan perasaan dan pikiran mengenai Dewang dengan memperhatikan seisi kapal. Ini pengalaman pertama kali bagi Chita menggunakan transportasi laut. Selama berada di Kapal Chita menggunakan waktunya untuk bercengkrama dengan teman-teman lainnya, berbagi bekal, dan berjalan keliling kapal.


Tak terasa dua hari sudah Chita dan rombongan melakukan perjalanan di laut. Tepat pukul 08.00WIB Kapal yang ditumpangi sudah bersandar di Pelabuhan Belawan. Perjalanan dari pelabuhan ke Labuhan Batu memakan waktu kurang lebih 3jam. Setelah sampai di daerah Labuhan Batu, Chita dan rombongan langsung menuju kediaman Bapak Gumelar Baskara. Beliau pemilik kebun Kelapa Sawit terbesar di Indonesia. Selama dua bulan nanti, Chita dan rombongan akan menginap di salah satu paviliun yang bertempat di kediaman Bapak Gumelar Baskara. Untuk memudahkan berkegiatan di lingkungan sekitar, dan ikut melihat, mengerjakan, membantu semua proses yang ada di kebun dan Pabrik pengolahan Kelapa Sawit.


__ADS_2