PERWIRA PEMILIK HATI

PERWIRA PEMILIK HATI
LIMABELAS


__ADS_3

Dewang.


Kamis ini weekend panjang. Kemungkinan pesiar terakhir sebelum wisuda 3 bulan lagi. Aku putuskan untuk pulang ke Sragen. Kamis pukul 07.00Wib aku sudah izin IBL dari asrama. Sebelum melakukan perjalanan ke Sragen, aku mampir ke rumah kedua orang tuaku yang ada di Magelang untuk mengambil kendaraan. Pagi ini aku akan breakfast sama kedua orang tua Chita kekasihku, InsyaAllah bakalan jadi mertua kedepannya nanti. Aamiin.


Sesampainya di lobby aku menghubungi Bapak Satrio, beliau bilang langsung saja menyusul ke Restoran Hotel untuk sarapan bersama. Jauh hari sebelum ini, waktu lari bareng. Bapak Satrio memberitahukan jadwal nya kalau akan ke Magelang mengantar Anggarda untuk sekolah di SMA Taruna Nusantara. Dan ajakan sarapan bersama jika aku bisa izin dari asrama.


"Assalamu'alaikum Bapak Ibu, maaf Dewang terlambat. _Dewang


" Nggak kok Mas Dewang, Bapak Ibu juga baru turun. _Ibu Satrio


"Iya santai aja mas Dewang. _Pak Satrio


Setelah memesan menu, handphone Bu Satrio berbunyi. Panggilan Video call dari kekasihku, Salah satu penyemangat pagiku melihat senyumnya meski hanya virtual untuk saat ini.


Breakfast pagi ini diselingi dengan Obrolan ringan berlanjut meski telepon sudah mati, mulai cerita dari masa kecil Chita yang belum banyak aku ketahui, Cita-cita Chita dan harapan kedua orang tuanya. Apapun itu, sebagai kekasih aku akan selalu mendukungnya.


Waktu terus berjalan, setelah berpamitan karena harus melanjutkan perjalanan ke Sragen, aku menghubungi Chita kalau aku akan pulang. Perjalanan dari Magelang ke Sragen memakan waktu kurang lebih 2jam.


Sesampainya dirumah Aku langsung disambut dengan omelan Mami yang aku yakin sangat merindukan anak semata wayangnya ini karena tidak pulang pada saat pesiar selama beberapa bulan ini.


"Mi.. kok mami malah ngomel-ngomel sih anaknya pulang. _Dewang


" Halaaaah kamu mas, mami ngomel juga karena mas Dewang jarang pulang kalau dapet pesiar. _Mami Dewang


"Pacarku aja nggak marah lhoh Mi, kalau Mas Dewang nggak pulang nemuin Dia. _Dewang


"Ya beda dong Mas Dewang. Udah sana ganti baju dulu, Papi masih diperjalanan ini. _Mami Dewang


" Telepon pacar dulu lah Mi.. Besok dia berangkat ke Medan. _Dewang


"Mentang-mentang udah nggak jomblo ya sekarang. Katanya orang semarang Mas, kok ke Medan? _Mami Dewang


" KKN disana Mi. Kenapa juga nggak KKN nya di Sragen ya Mi, kan bisa deket sama Mami. _Dewang

__ADS_1


"Itu sih mau nya Mas Dewang. sekalian aja kok KKN nya nggak di Magelang. _Mami Dewang


" Hahahaha.. Mami tahu aja. Mas Dewang ganti dulu ya Mi. _Dewang


Aku pun berjalan meninggalkan Mami yang ada di ruang santai. Setelah meletakkan koper, mandi dan berganti pakaian, aku kembali menemui Mami yang masih duduk santai sambil menonton TV.


"Mi.. Waktu video call sama Mas Dewang dan Chita, Papi bilang ada hal penting yang mau dibicariin. Memangnya hal penting apa sih Mi? _Dewang


" Mami juga nggak tahu, paling kelanjutan pendidikan Mas Dewang. Ini nggak mau cerita ke Mami soal pacarnya Mas Dewang? _Mami Dewang


"Hahaha Mami kepo akhirnya. Mami pengen tahu apa tentang Chita Mi? _Dewang


"Kok bisa kenal Mas? _Mami Dewang


" Bisa dong. Kenalnya nggak sengaja Mi. Mami inget kan waktu Mas Dewang cerita kalau dompet Mas hilang, lha itu ternyata yang nemuin Chita. Akhirnya dikirim ke asrama. Terus waktu ada pesiar, dapet bermalam Mas Dewang langsung ke Semarang buat ngucapin terimakasih. _Dewang


"Modusmu itu Mas.. palingan sengaja kamu jatuhin itu dompet. _Mami Dewang


" Ya enggak lah Mi. Mami ini diceritain malah suudzon sama anak sendiri. _Dewang


" InsyaAllah Mi.. Dewang sayang banget sama Dia Mi. Mi, besok Mas Dewang izin ke Semarang ya. _Dewang


"Ya Allah Mas.. kan baru nyampai rumah juga. Baru beberapa jam udah minta izin ke Semarang. Udah langsung nikah aja sekalian. _Mami Dewang


" Hahaha.. emang boleh Mi? Kalau boleh, Mas Dewang mau mau aja Mi. _Dewang


"Sini Mami jewer kupingnya Mas.. _Mami Dewang


" Hahahahaha... Mas Dewang cuma mau nganterin Chita sampai pelabuhan Mi. Udah habis itu pulang. _Dewang


"Izin Papi dulu nanti di izinin enggaknya. _Mami Dewang


Obrolan masih berlanjut, hampir seharian ini waktuku aku habiskan berdua dengan Mami. Nonton TV, cerita sana sani, ada aja topik yang dibahas sama Mami. Selama aku di asrama dan Papi bertugas di Madiun. Mami memang tidak mengikuti Papi bertugas di Madiun, karena Mami seorang Dokter Kandungan yang bertugas di Rumah sakit keluarga.

__ADS_1


Sore hari menjelang sholat Maghrib, Papi ku datang dengan ajudannya. Seperti biasa, setelah melakukan ibadah kami sekeluarga berkumpul untuk makan malam bersama. Setelah selesai makan malam, aku diminta Papi untuk ikut keruang kerjanya. Papi bilang ada yang mau dibahas berdua denganku.


"Pi.. _Dewang


" Duduk Mas Dewang. Gimana perjalanan nya? lancar? Sampai rumah jam berapa tadi? _Papi Dewang


"Alhamdulillah lancar Pi. Siang tadi sampai rumah Pi _Dewang


"Papi langsung aja ya Mas, Papi nggak melarang Mas Dewang berpacaran sama siapa pun. Cuma Papi tegaskan mulai sekarang, kalau istrinya Mas Dewang nantinya sudah Papi tentukan. _Papi Dewang


" Maksudnya gimana Pi? _Dewang


"Papi sudah menerima kesepakatan perjodohan Mas Dewang dengan salah satu anak dari teman Papi. Dia juga sama nantinya seorang Dokter seperti Mami. Perjodohan ini sudah ada dari kakekmu dulu Mas Dewang, jadi cucu dari Alm. Kakek Hutomo akan dinikahkan dengan cucu dari keluarga Alm. Kakek Sukoco. _Dewang


"Nggak bisa gitu dong Pi, Mas Dewang sayang sama Chita Pi. Mas Dewang berniat serius dengan hubungan sama Chita Pi. Lagian kenapa Mas Dewang sih Pi, cucunya kakek kan nggak cuma Mas Dewang. Masih ada Mas Tama, Mas Wisnu juga putranya Pakdhe. _Dewang


" Kenapa harus Mas Dewang? Karena Cucunya Alm. Pak sukoco memilih Mas Dewang sewaktu Papi menunjukkan photo beberapa bulan lalu. Keputusan ini tak bisa ditolak Mas, tak bisa di ubah. Sudah ada dalam surat wasiat kakek. Dan siapa pun yang terpilih harus menerimanya. Jadi Papi saranin, kalau Mas Dewang tetep mau berpacaran dengan pacarnya Mas, Mas juga harus bersiap suatu saat untuk memutuskan hubungan kalian. Atau lebih baiknya diputuskan mulai sekarang saja, dan Mas Dewang bisa memulai hubungan yang baru dengan Putri dari Pak Handoko cucu dari Alm. Kakek Sukoco. _Papi Dewang


Tak aku jawab perkataan Papi ku yang terkahir. Aku keluar dari ruang kerja papi dengan hatiku berasa runtuh, remuk redam. Yang terlintas hanya senyum dari kekasihku, Chita. Kenapa aku tidak bisa memperjuangkan nya. Di saat hatiku sudah memilih dan memantapkan diri untuk menata masa depan bersamanya, kenapa harus ada perpisahan.


Sesampainya di kamar, aku melihat handphone. Ada panggilan masuk dari kekasihku, Chita. Aku tak bisa menerimanya, aku tak bisa meruntuhkan perasaannya. Mungkin sejenak aku butuh waktu untuk sendiri..


Keesokan paginya, diruang makan terasa canggung sekali. Mami bertanya ada apa namun diantara Papi dan aku tak ada yang menjawab. Setelah sarapan aku kembali meminta izin sama Mami kalau aku akan ke Semarang, Papi yang sedang duduk disamping Mami hanya melirik ku sambil berucap untuk hati-hati dijalan.


Sebelumnya aku tak bilang ke Chita kalau aku akan menyusulnya di Pelabuhan. Seharian kemarin tak ada pesan atau panggilan masuk dari Dia yang aku balas dan aku terima.


Sesampainya di Pelabuhan, Chita masih berpelukan dengan Ibunya. Mungkin masih mengucapkan salam perpisahan. sebelum turun dari mobil, aku sengaja memakai kaca mata hitamku, untuk menyamarkan sorot mataku yang pasti akan terlihat sendu mengingat pembahasan semalam.


Sayangku, kekasihku, pemilik hatiku. Harus dengan cara apa aku memperjuangkan mu, atau harus dengan cara bagaimana aku menyampaikan keputusan dari keluargaku mengenai hubunganku denganmu.


Setidaknya sebelum pernikahan itu nanti terjadi, izinkan aku tetap bersamamu.


...Selamat membaca para pembaca setiaku. Jangan lupa like dan sarannya yaa.. ...

__ADS_1


...Terimakasih untuk dukungannya selama ini.. ^^...


__ADS_2