
Pagi yang cerah. Chita dan kelompoknya akan langsung menuju Kantor kelurahan bersama, dengan mengendarai mobil Chita. Sebelumnya mereka semua sudah melakukan sarapan bersama dengan keluarga Pak Gumelar. Selama KKN Pak Gumelar dan keluarga mewajibkan semua peserta KKN mengikuti Sarapan Pagi dan Makan malam bersama dengan keluarga Beliau.
Dengan diantarkan salah satu sopir di kediaman Pak Gumelar, Chita dan Bella mengambil mobil di salah satu garasi yang berada di rumah Bapak Gumelar.
"Apa Pak? Ini salah satu garasi di rumah ini? _Bella
" Benar Non. Yang disini salah satunya, makanya tadi saya nanya jenis mobil dan plat nomornya, untuk memastikan keberadaan mobil Non Chita berada di garasi yang mana. _Pak Kusmo
"Memang ada berapa garasi di rumah ini Pak? _Bella
" Ada tiga Non. Untuk mobil 2, untuk motor dan sepeda 1. Ini mau nambah satu lagi Non, masih dalam proses pembangunan di sebelah Hanggar. _Pak Kusmo
"Warbiasa.. MasyaAllah... _Bella
Setelah memasuki garasi, Chita dan Bella lagi-lagi dibuat takjub. Karena isi dalam garasi ini sangat fantastis nilainya.
" Ini semua mobil milik Pak Gumelar aja Pak? _Bella
"Kalau yang disini kebanyakan milik Mas De Non. Anak kedua Pak Gumelar yang saat ini masih pendidikan di Akademi Kepolisian. Sama ada beberapa mobil milik Mas Hanung, suaminya Non Dinara. _Pak Kusmo
" Udah macem showroom mobil ya Pak.. _Chita
"Iya bener banget. Jadi penasaran sama anak kedua Pak Gumelar aku. Ta.. kalau Papa kamu ada acara di Akpol, tolong beneran ajakin aku ya. Siapa tahu bisa kenalan.. _Bella
"Kalau Showroom nya Pak Gumelar ya pasti lebih besar lagi Non. Mari Non saya bantu sopirin sampai depan. _Pak Kusmo
"Pak Gumelar juga punya usaha Showroom mobil Pak? _Bella
" Punya Non, di Jakarta. _Pak Kusmo
Setelah dibuat terkagum-kagum dengan isi salah satu garasi milik Pak Gumelar, Chita dan kelompoknya sudah sampai di Kantor Kelurahan setempat. Disana Chita langsung disambut oleh Pak Kades dan para staff nya. Hari ini Chita dan kelompok nya akan membantu dalam program pelayanan publik dengan cara mendata masing-masing rumah untuk memastikan semua warga sudah memiliki Kartu Keluarga dan Kartu Penduduk. Atau melayani langsung kepemilikan KIS (Kartu Indonesia Sehat) untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu daerah setempat.
__ADS_1
"Kelompok ini saya bagi 2 ya? nanti yang 3 membantu mengurus administrasi di kantor, yang 2 anak ikut bersama saya mendatangi masing-masing rumah warga. Ucap Pak Bagus sebagai Sekretaris Desa."
Dan kami pun mengiyakan. Sesuai kesepakatan untuk yang mengikuti Pak Bagus adalah Chita dan Bella. Untuk Sandy, Benu dan Amel membantu di kelurahan sebagai bentuk pelayanan publik.
"Mobilnya biar disini saja ya, kalian berdua ada yang bisa naek motor? _Pak Bagus
" Saya bisa Pak, tapi saya nggak bawa motor. Tadi bareng-bareng kesininya pakai satu mobil. _Bella
"Nggak apa Nak Bella, kalian nanti boncengan saja ya? Atau mau pakai motor sendiri-sendiri semua? Nanti saya pinjam kan motor staff disini. Kalau pakai mobil kurang efisien. _Pak Bagus
" Saya boncengan sama Bella saja Pak. Saya nggak bisa naek motor soalnya. _Chita
Setelah mengambil motor di parkiran, Chita, Bella dan Pak Bagus langsung menuju salah satu desa setempat. Dalam satu desa tersebut kurang lebihnya terdapat 250 Kepala Keluarga, ada sebagian yang berniat memperbarui Kartu Keluarga, karena ada beberapa keluarga yang baru memiliki penambahan anggota. Ada juga yang ingin membuat Akta kelahiran, Akta kematian, dan Kartu kesehatan. Pak Bagus dibantu Chita dan Bella memberikan penyuluhan sekaligus mendata, dan memberikan surat keterangan supaya bisa digunakan di kantor kelurahan esok hari untuk mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan.
Alhamdulillah hari ini ada 125 Kepala keluarga yang sudah di data, 1jam setelah jam makan siang di sebuah warung, Pak Bagus, Chita dan Bella memutuskan untuk kembali ke Kantor Kelurahan.
Sesampainya di Kantor Kelurahan, Chita dan Bella langsung ikut nimbrung dengan kegiatan ketiga temannya yang bertugas di Kantor. Mereka bilang besok akan ada vaksinasi kesehatan, oleh sebab itu seharian ini mereka bertiga ikut membantu para staff Kelurahan menyiapkan semuanya. Tak ada iri hati dari satu sama lain, karena memang mereka semua datang kesini untuk membantu warga setempat.
Rumah Pak Gumelar.
Setelah memberikan kunci mobil kepada salah satu sopir Pak Gumelar, Chita yang berjalan bersama rombongannya akan memasuki paviliun ternyata sudah ditunggu oleh Brama di depan pintu bersama Babysitter nya.
"Kakak cantik capek? Ini ada coklat buat Kakak. _Brama
"Chita tersenyum, merasa gemas dengan tingkah laku Brama. Terimakasih ganteng, Brama udah lama nunggu disini? _Chita
" Mana nih buat Kak Bella? Kok kak Chita aja yang dikasi Bram? _Bella
"Belum lama Kak cantik. Brama ikut ke kamar kakak ya? Brama ingin bermain sama kak Chita, Boleh?
Coklat ku habis Kak Bella, Kak Bella beli sendiri nggak apa ya? _Brama
__ADS_1
" HAHAHAHAHAHAHAHA.. bener banget kamu Brama, biar Kak Bella beli sendiri. Udah besar masa minta anak kecil, _Benu
"Brama udah bilang Mami Dinara? Kalau mau ke sini? _Chita
"Sudah Kak, Mami bilang setelah sholat berjamaah di Mushola, Brama harus kembali ke dalam rumah utama. _Brama
Chita memutuskan untuk mengajak Brama ke dalam kamar tanpa Babysitter nya. Sebelumnya, Chita meminta izin kepada Babysitternya untuk meninggalkan mereka berdua.
Di Dalam Kamar.
"Brama, udah pernah ke Semarang ? _Bella
" Sudah, waktu jenguk Om De. Rumah Kak Bella di Semarang? _Brama
"Iya rumah kakak di Semarang. Kalau ke Semarang mampir ke rumah kakak ya kapan-kapan. _Bella
" Rumah kakak dekat dengan rumah kakak cantik? _Brama
"Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Nanti Kakak Bella kenalin sama Om De ya Bram. _Bella
" Kak Bella mau? _Brama
"Mau Bram. Mau. _Bella
"Tapi kemungkinan Om De yang nggak mau. _Brama
Chita yang sudah selesai mandi mendengarnya mengulum senyum. Melihat ekspresi Brama yang datar terlihat serius dengan jawaban Brama, Chita sebenarnya tidak kuat menahan tawa, namun semua bisa ditahan karena melihat ekspresi Bella.
" Kalau gini jadi inget Benu aku Ta, Belum ngedeketin udah dipatahin. _Bella
Chita tidak menanggapi celotehan Bella, Dia mengajak Brama untuk turun ke lantai bawah, karena sebentar lagi adzan sholat maghrib akan berkumandang.
__ADS_1
Setelah melakukan ibadah sholat maghrib berjama'ah di mushola, Chita, Brama dan semua rombongan langsung menuju ruang makan kediaman Bapak Gumelar untuk melakukan makan malam bersama.