
Happy reading..
☘️
☘️
"Siapa yang kamu maksud Azkia? Bertanggung jawab lah dengan apa yang telah kamu perbuat, Kia! Mama tidak mengajarimu untuk berbohong dan pergi begitu saja, tanpa adanya penyelesaian!" ujar Gayatri penuh penekanan.
"Kia tidak seperti itu, Mama. Percayalah pada Putrimu ini, Nyonya Gayatri yang cantik," pinta Azkia dengan rengekan manjanya.
"Kau tak dapat memerankan sebuah lakon, Azkia! Aktingmu kurang bagus, sayang. Mama dan Papa tidak bisa kamu tipu dengan wajah sendumu itu!" sahut Gayatri.
"Aah, Mama. Azkia ini Putri kandung Mama dan Papa kan? Kenapa harus lebih membela dia!"
Devian Wongso memijat pelipisnya yang mulai pening mendengar perdebatan kedua wanita yang sangat penting dalam hidupnya. Ibu dan anak itu saling beradu mulut membenarkan keyakinannya masing-masing. Si istri yang tidak mau dibantah keputusannya oleh sang putri. Namun, keputusan itu kekeh mendapatkan penolakan keras dari putri semata wayangnya.
Suasana semakin memanas. Ibarat air sudah mendidih, akan semakin terasa uap panasnya.
Devian berdiri dari duduknya. "STOP! CUKUP! No perdebatan lagi! Pusing!" hardiknya.
"David!" panggil Devian pada orang kepercayaannya.
"Saya, Tuan Devian," langkah cepatnya menghadap pada Tuannya.
"Segera cari penghulu dan persiapkan semua acara untuk pernikahan Azkia dan Jonathan, secara tertutup!" perintah Devian pada David yang langsung direspon dengan baik dan cepat.
"Siap, Tuan," jawabnya dan langsung pamit segera mengurus keperluan acara pernikahan putri keluarga Wongso tanpa adanya media.
Devian dan Gayatri meninggalkan kedua insan yang saling pandang dengan geraman dalam hati.
Azkia menghampiri Jonathan, lalu langsung mendaratkan pukulan membabi buta ke tubuh sang bodyguard tampan.
"Kenapa kamu tidak menolaknya, Gedebuk! Aku tidak mau menikah dengan manusia gelato seperti kamu! Bisa-bisa hidupku jadi batu, membeku!" omelan Kia terus menerus mengalir dari bibir pink nya, sambil memukul dada bidang Jonathan. Hingga Azkia mulai kelelahan dan sudut matanya menitikkan air mata. Hati Jonathan mencelos melihat keadaan itu. Tapi bagaimana pun dia tidak mau niat baiknya untuk mempertanggung jawabkan malam panas itu, jadi tidak kesampaian.
__ADS_1
Jonathan memegang tangan Azkia yang mulai terlihat lemas.
"Maafkan aku, jika maksud baik kedatanganku ke sini justru membuat dirimu kecewa dan kepercayaan kedua orang tua kamu sedikit goyah akibat kesalahan aku semalam. Tapi aku juga tidak memaksakan ini semua padamu. Jika kau ingin membatalkan pernikahan ini, silahkan saja. Sebelum semua nya berjalan," ujar Jonathan yang membungkam bibir Azkia tak dapat berkata-kata.
"Terserah kamu!" Azkia hendak melangkah pergi dari ruang keluarga, namun langkahnya dihentikan kembali oleh Jonathan.
"Azkia.. Apa kamu benar-benar tidak mengingat aku?" tanya Jonathan mencoba membuka file yang tersimpan rapat di otak perempuan yang berdiri membelakanginya.
"Siapa kamu sebenarnya?" hardik Azkia, spontan membalikkan tubuhnya menghadap pria yang berdiri tersenyum manis padanya. Seketika membuat belingsatan perempuan yang mematung terpesona hingga wajah cantiknya memerah.
"Dengarkan penjelasan aku dulu, baru setelah itu kamu bisa memutuskan lanjut atau berhenti acara pernikahan kita!" seru Jonathan mendekatkan wajahnya pada wajah Azkia, hingga membuat perempuan itu memundurkan tubuhnya.
"Oke lanjutkan!" titah Azkia, menghela nafas kasar.
"Bagaimana jika Tuan Devian dan Nyonya Gayatri sampai tahu bahwa Putri kesayangannya sudah menghabiskan malam panasnya dengan seorang pria yang tidak dikenalnya? Anak gadisnya sudah tak suci lagi! Apa beliau tidak langsung menggantung putrinya ini di tiang listrik? Bahkan bisa-bisa digantung di gapura selamat datang!" lirih Jonathan di rungu Kia, yang membuat menganga bibir ranum perempuan yang tiba-tiba limbung.
"Bohong! Jangan bilang kau adalah pria yang mabuk waktu itu?" seru Azkia, menggoncang kuat tubuh pria yang berdiri sembari tersenyum menyeringai.
Refleks Azkia memukul wajah Jonathan yang tersenyum menyeringai. "Dasar otak mesum! Pria brengsek!"
Jonathan terkekeh, "Jangan kencang-kencang, berbahaya Nona cantik! Dinding pun punya telinga! Apa kamu tidak malu jika semua orang mengetahui, bahwa kau tidak perawan lagi?" lanjut Jonathan menggoda Kia seraya menarik sudut bibirnya.
'Astaga.. Kesialan apalagi ini! Aku harus menerima kenyataan kalau pria itu adalah Jonathan si Gedebok, manusia gelato!' gumam Azkia. 'Malu! Banget! Jika mengingat malam itu!'
"Apa kau lupa malam itu, kau begitu liar di atas ranjangku! Menciumku dengan mesra dan penuh ga1 rah! Kenapa sekarang kau terlihat seperti kucing yang malu? Jinak-jinak perkutut!" sindir Jonathan.
'Ya Alloh, ingin rasanya menjambak rambut pria ini, lalu membantingnya dan langsung menjotos mukanya!' kesal Azkia dibuat malu Jonathan.
Azkia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru. Ia takut ada yang menguping pembicaraannya dengan Jonathan. Bisa-bisa habis hari ini terkena semprotan rohani tujuh hari tujuh malam oleh Nyonya Gayatri Wongso, sang penguasa Keluarga Wongso.
"Tutup mulut kamu! Tak perlu bicara seperti itu! Kayak kamu tidak lebih seliar dari aku!"
Jonathan tertawa begitu nyaring. Spontan jemari lentik milik Azkia membungkam bibir pria yang memegang perutnya karena menahan geli tawanya.
__ADS_1
"Ternyata di mana-mana pria itu sama saja yang ada di otaknya. Setiap melihat wanita seksi pasti akan langsung mengeksekusinya!" ucap Azkia tertunduk malu, wajahnya memerah menahan malu yang begitu besar, sekarang ini.
Jonathan yang memandang wajah sendu wanita pujaan hatinya di depan mata, menjadi merasa bersalah.
"Maafkan aku, bukan maksudnya begitu. Aku datang ke sini, benar-benar ingin mempertanggung jawabkan kesalahanku malam itu. Dengan hanya bermodal rekaman cctv hotel dan kalungmu ini, akhirnya aku bisa menemukan siapa gadis yang telah bersamaku menghabiskan malam panas itu," Jonathan mengeluarkan kalung dengan liontin huruf A, lalu disodorkan pada Azkia. "Ini milikmu?"
Azkia mengambil kalung dari tangan Jonathan. "Dari mana kau dapatkan ini?" tanyanya tegas.
"Aku menemukan itu di kamar hotel. Kamu tidak memberitahu namamu, tapi kamu meninggalkan jejak di kalungmu itu."
"Terimakasih sudah menemukan kalung ini. Karena ini barang yang sangat berharga di hidupku," ucap Azkia.
"Dari mantan?" celetuk Jonathan cemburu.
Azkia hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu?" tanya Jonathan penasaran.
Tiba-tiba suara kekehan keluar dari bibir yang dirindukan oleh pria yang berdiri di depannya.
"Cemburu ya?" bisik lembut Azkia di indera pendengaran Jonathan. Yang membuat meremang sekujur tubuhnya.
"Enggak!" tegas Jonathan, tapi ada nada yang berat dipengucapannya.
"Maaf, ternyata penilaianku tidak salah! Kamu tidak pernah mencintaiku! Kamu menikahiku hanya sekedar merasa bersalah dan kasihan! Lebih baik pernikahan ini dibatalkan saja! Kecewa di awal itu lebih tepat dari pada berakhir dengan penghianatan kembali!" ucap Kia mengakhiri kalimatnya dan melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu.
"Ohh.. Tidak bisa! Pernikahan ini harus tetap dilanjutkan!" kekeh Jonathan seraya menarik tangan Azkia hingga mendarat dalam pelukannya.
"Dibatalkan!" pekik Azkia.
"Aku mencintai kamu, Azkia Friska Putri Wongso. Menikahlah denganku bidadari surgaku!"
💖💖💖💖
__ADS_1