Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Separuh Napas


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


Azkia bingung harus berbuat apa, di saat seperti ini. Berdua dengan Jonathan yang mendadak berubah status menjadi suaminya, tidak ada dalam bayangan wanita itu sedikit pun akan menikah secepatnya ini. Apalagi dengan seorang bodyguard tampan yang biasa menemaninya ke mana pun dia pergi.


Ceklek


Pintu kamar mandi dibuka seseorang dari dalam kamar mandi. Spontan Kia buru-buru menutup dirinya dengan selimut hingga kepalanya tidak terlihat.


Jonathan yang melihat tingkah lucu wanita yang kini telah menjadi istrinya itu, tersenyum menyeringai sambil terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah ranjang king size yang ada di hunian kamar tidur Kia.


Jantung Kia semakin berpacu dalam melodi yang indah. Ia takut Jonathan bisa mendengarkan suara jantungnya. 'Jantung diam dulu! Jangan bunyi keras-keras! Aku malu kalau si manusia gedebuk bin gelato itu mendengarnya. Mau ditaruh di mana ini muka aku yang cantiknya tak luntur tujuh turunan tujuh tanjakan. Tapi berhubung aku turunan ke delapan, jadi ya, harus terima nasib dengan lapang dada. Wajahku akan berubah seperti kepiting rebus jika kemenangan di dapat oleh si gedebuk itu!' rutuk batinnya. 'Please jantung, diam sebentar napa!'


Azkia kembali menarik napasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan. Masih dengan degup jantung yang yang belum stabil. Ia menajamkan indera pendengarannya. Mencoba mengintip dari dalam selimut pria yang tidak terdengar langkahnya.


Tiba-tiba gerakan seseorang yang membuka selimut penutup tubuhnya, refleks membuat jantungnya terpompa kencang.


"Hai, Nona cantik.. Jangan berpura-pura tidur! Mandi dulu biar wangi dan segar," Jonathan membuka selimut yang menutupi sekujur tubuh Kia hingga kepalanya.


Azkia mengernyit. "Aku mand---"


"Iya kamu, Nona cantik. Mandi dulu biar nggak bau acem," kekeh Jonathan dengan mengedipkan sebelah matanya, menggoda Kia.

__ADS_1


"Ogah! Malam-malam begini disuruh mandi!" Azkia tidak mau meloloskan permintaan Jonathan.


"Seorang istri yang sholehah itu, harus bisa menuruti permintaan suami. Apalagi memanjakannya. Pasti dapat pahala besar, bisa mematikan setan dalam tubuh suaminya," Jonathan melontarkan kata-kata dengan sedikit penekanan dalam nadanya.


Azkia mendongakkan kepala ke arah Jonathan, lantas merubah posisinya. Ia mendekatkan wajahnya tepat di telinga Jonathan. "Taaaaan!! Setaaaan!! Ini setannya!" jari telunjuk Kia mengetuk dada Jonathan berkali-kali.


"Sabar, Sayang. Jangan mengumpat suami, itu tak baik. Kasih senyuman yang indah buat suami di malam pertama kita ini. Niscaya akan bertaburan pahala," ucap Jonathan santai.


"Hah? Ngelindur kamu, Tan? Malam pertama! Kagak ada, jangan pernah berkhayal bisa malam pertama!" ucap Azkia dengan raut sewot.


Jonathan mengetuk pelan kening Azkia yang mulai mengeluarkan keringat dingin beberapa kali dengan jemarinya. "Aku nggak berkhayal Nona cantik. Ini real! Kamu adalah istri sah dari Jonathan Edward beberapa jam yang lalu. Jangan pernah pungkiri itu! Atau kamu mencoba kabur dari kewajiban sebagai seorang istri karena kamu sudah bolo--" Jonathan belum melengkapi kalimatnya, tapi Azkia main sambar aja.


"Sudah pasti bolonglah, kan kamu yang ngebor sumurku, Taaaaaan. SETAN!" teriak Kia yang langsung mendapatkan sumpalan bibir seksi milik Jonathan.


Hingga Jonathan melepaskan tautan benda kenyal yang telah menjadi candunya itu, untuk memberikan oksigen pada Azkia yang tinggal separuh napas.


-


-


-


Azkia berdiri dengan wajah pias di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandinya. Tubuh yang setengah tela njang yang dipenuhi dengan jejak kepemilikan sang suami.


Ia mondar mandir seperti setrikaan di dalam kamar mandi dengan rasa gelisah yang dirasakan dan juga sedikit grogi satu kamar dengan Jonathan, sang bodyguard tampannya yang mendadak berubah statusnya. Bibirnya terus berkomat kamit menggerutu sendiri sambil mengacak-acak rambutnya yang tergerai. Azkia masih bingung harus bersikap bagaimana dengan Jonathan. Gugup? Sudah pasti iya. Walaupun dia pernah melakukan making love tanpa sengaja dengan pria yang kini sudah halal baginya. Namun rasa gugup tak bisa begitu saja pergi dari dirinya.

__ADS_1


Siapa sih yang tak ingin menjadi pendamping hidup dari pria setampan Jonathan Edward? Cowok tampan idaman para kaum wanita memiliki sejuta pesona. Dengan hidung yang mancung menjulang tinggi bak gedung pencakar langit dengan mata elang yang tajam menghipnotis setiap lawan jenis yang memandangnya dan alis yang tebal hitam lekam sebagai pelengkap keindahan kedua matanya. Serta bibir yang seksi menggoda semua kaum hawa yang ingin me lumatnya.


Dan saat ini adalah malam pertama bagi Azkia dan Jonathan. Meskipun tidak bisa dikatakan sebagai malam pertama lagi karena sebelumnya mereka telah melakukan hubungan badan sebelum adanya ijab qobul di antara mereka.


Beberapa jam yang lalu, mereka menggelar pernikahan yang diselenggarakan di kediaman Keluarga Wongso. Pernikahan yang tidak dihadiri banyak orang. Hanya orang-orang kepercayaan dari Keluarga Wongso dan Pak Penghulu yang dipanggil datang ke mansion Keluarga Wongso. Pernikahan yang mendadak, tapi masih terasa kesakralan nya.


Azkia sendiri masih bingung dengan kejadian yang serbak mendadak ini. Apakah semua yang terjadi itu suatu musibah atau berkah dalam hidupnya? Tapi Azkia tidak pernah bisa menyangkalnya bahwa memang pernikahan ini sudah terjadi. Bahkan Keluarga Jonathan saja belum mengetahui.


Azkia mengusap kasar wajah cantiknya. Sisi hatinya yang lain mengatakan. "Dasar kamu bodoh, Azkia! Mau-maunya dinikahi oleh Jonathan yang tak tahu asal usulnya!" tapi sisi hatinya yang lain berkata berbeda lagi. "Nikmati saja prosesnya, Azkia! Semua akan indah pada waktunya di saat yang tepat! Sekarang ini, kamu hanya bisa menjadi Putri yang penurut pada kedua orang tuamu, tanpa membantah lagi semua keputusan yang terbaik menurut mereka. Kedua orang tua mu hanya ingin menyelamatkan Putrinya dari kemurkaan Sang Pencipta alam semesta ini."


Azkia ingin menangis, berteriak sekencang mungkin. Tapi dia malu, malu dengan siapa? Sedangkan dia di dalam kamar mandi sendirian saat ini. Pandangan Kia terfokus pada cicak yang menempel di dinding kamar mandinya, seolah mengejek kepada dirinya. Lebih tepatnya lagi meremehkan Azkia.


Sekuat apa pun penolakan kamu terhadap pria tampan yang ada di atas ranjangmu. Kenyataannya dia adalah suami sah kamu yang berhak atas hidup kamu saat ini dan selanjutnya.


Lagi-lagi Azkia tersenyum kecut memandangi tubuhnya dari pantulan cermin di depannya. Lalu menelan ludah dengan kasar.


"Sayang.. Nona cantik. Masih lama di dalam kamar mandinya?" terdengar suara serak dari luar kamar mandi.


Lidah Kia seperti tercekat untuk mengucapkan kata sayang sebagai panggilan mesranya pada Jonathan. "Eeh, iya sebentar lagi selesai," kata Kia yang hanya membuka pintu kamar mandi sebatas kepalanya saja yang terlihat.


"Aku keluar sebentar ya," pamit Jonathan yang tiba-tiba.


"Mau ke mana malam-malam begini?" nampak jelas di wajah Azkia yang tidak mengikhlaskan kepergian Jonathan. Tapi dia sendiri bingung karena saat ini dia tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2