Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
SAH


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


"Saya terima nikah dan kawinnya Azkia Friska Putri Wongso binti Devian Wongso dengan maskawinnya yang tersebut, tunai."


"Bagaimana saksi? Sah?"


"SAH!"


Tanpa harus ada pengulangan Jonathan Edward mengucapkan bacaan ijab qobul dengan lantang hanya satu kali tarikan napas.


Nampak jelas di mata Kia ketika dua tangan pria yang saling berjabat. Tidak ada keraguan, apalagi tangan yang gemetaran. Ucapan gugup pun tidak terdengar sama sekali.


'Ya Alloh, aku bingung harus menangis sedih atau bahagia? Ini bukan awal mimpi buruk kah?'


Lalu, terdengar suara Papa. "Selamat ya, Jonathan. Lelaki sejati tidak akan pernah bermain-main dengan ucapannya. Kalau benar-benar mencintai seorang wanita, ya harus bisa membuktikan dengan menikahinya dan sanggup untuk menjadi Imam dunia dan akhirat. Jangan hanya mengobral janji dan kata-kata rayuan yang membuat nambah dosanya!"


Menghela napas, kali ini Jonathan hanya ingin menjadi pendengar yang baik dengan terdiam menutup bibir rapat-rapat dan mengangguk saja. Dia tidak mau menyela atau pun menyanggah ucapan Papa mertuanya.


Pria tampan yang baru saja berubah status kawin di KTP nya dari status belum kawin itu, menerbitkan senyuman manisnya sambil mengulurkan tangan kanan di depan wajah wanita cantik yang duduk di samping nya. Yang kini telah halal menjadi teman dalam selimutnya.


"Apa? Apa?" bibir Kia seolah-olah berbicara, tapi tidak keluar suaranya.


Kia hanya mengeram dengan mengigit bibir bawahnya, yang membuat sang bodyguard halalnya semakin gemas ingin segera menerkam nya.


"Azkia"


Suara Mama Gayatri mampu menciutkan nyali pemberontakan Azkia pada Jonathan.


"Iya, Mama," jawab Azkia yang cemberut.


"Mulai detik ini, kamu tidak boleh membantah perintah suami kamu! Lihat itu, suami kamu mengulurkan tangan nya untuk kamu cium! Bukan untuk dicuekin! Dosa kamu!" ceramah Mama Gayatri mulai berkumandang.

__ADS_1


Sialan!


'Yang Putri kandungnya siapa? Yang dibela siapa? Harus waspada ini! Mulai ada saingan yang merebut perhatian dan kasih sayang Mama dan Papa. Berbahaya! Sangat berbahaya!' oceh Kia dalam batin. Lagi-lagi Kia hanya berani mengomel dalam batin.


Kia menatap tajam ke arah Jonathan. Lalu bersuara lirih. "Ngapain pakai acara begituan, gedebuk! Lebaran masih di Belanda belum sampai ke sini! Nggak usah pakai acara salam-salaman, napa!" kesal Kia sembari menjabat tangan Jonathan sebentar lantas dihempaskan begitu saja.


"Azkia!" lagi-lagi suara nyaring dari Mama Gayatri mengagetkan Kia.


"Iya, Mama cantik."


Buru-buru Azkia menjabat kembali tangan kanan Jonathan, lalu menciumnya dengan sedikit membungkukkan tubuh di depannya.


"Tahan dulu!" Mama Gayatri mengkode pada David sang asisten pribadi untuk segera mengambil moment penting itu.


Tangan kiri Jonathan terangkat, lalu mendarat di atas kepala Azkia yang menunduk mencium tangan kanannya.


"Semoga dosa-dosa kita yang lalu, digugurkan oleh Alloh. Dan langkah kita selalu diridhoi, selalu dalam lindungan-Nya."


Azkia tersentak. Ia mendongak, lalu kedua netra dua insan yang telah disatukan dalam ikatan janji suci itu bertatapan. Mata indah Kia berkaca-kaca. Dia tak pernah menyangka si bodyguard tampan itu, akan berdoa seperti yang terucap barusan.


Spontan kejadian itu membuat tubuh Kia meremang, bergidik ngeri.


Mesum!


Azkia melepaskan tangannya dari genggaman Jonathan. Lantas mundur beberapa langkah menjauh dari sang Lion.


"Kenapa menjauh?"


Tiba-tiba Jonathan menarik tubuh Azkia ke dalam pelukannya. Bagaikan aliran listrik yang tak kasat mata terkirim dari tubuh Jonathan ke dalam tubuh Azkia, hingga membuat bulu kuduknya berdiri.


Tatapan tajam menghunus dari bola mata Azkia tertuju pada pria yang berdiri tak berjarak dengannya itu.


Apaan, sih? Norak!


Jonathan meraih jemari lentik Azkia, lalu memasang sebuah cincin berlian yang sangat indah. "Aku hanya bisa memberikan maskawin cincin peninggalan Mamaku. Tolong terima dan jaga dengan sepenuh hati. Karena aku telah berjanji pada Mama, akan memberikan cincin ini sebagai maskawin. Teruntuk istriku yang menjadi bidadari surgaku. Wanita cantik akhlaknya yang selalu menjaga kehormatan suaminya. Menutup rapat-rapat pintu istananya dari laki-laki manapun yang akan merusak singgahsananya. Yang terpenting adalah menundukkan pandangannya dari laki-laki lain. Karena hanya aku suaminya yang selalu ada di setiap pandangannya."

__ADS_1


Azkia tak dapat berkata-kata, hanya buliran kristal yang mulai menetes turun membasahi pipinya.


"Cengeng," bisik Jonathan lembut.


"Curang!" Azkia memukul dada Jonathan berkali-kali.


Jonathan menatap Kia dengan tubuh yang masih saling menempel.


"Masih mau dibatalkan pernikahannya?" goda Jonathan dengan mengerlikang mata kanannya.


"Jahat!" lagi-lagi Kia menghadiahkan sebuah bogeman di dada Jonathan.


"Azkia! Jonathan! Main pukul-pukulannya nanti lagi ya, di kamar! Mama ngertiin kok, bagaimana rasanya jadi pengantin baru. Pinginnya segera masuk kamar! Tapi sebelum acara olahraga bertinjunya, kalian makan dulu buat tambah stamina biar STRONG!" Mama Gayatri yang menambah suasana semakin memanas bagi kedua mempelai.


Azkia mengerang. Kemudian melepaskan pelukan Jonathan, sebelum menatap ke arah Mama Gayatri yang terkekeh dan juga diikuti oleh Papa Devian.


"Suami istri yang durjana!" pekik Azkia sambil cemberut melihat kedua orang tua nya yang kompakan menggodanya.


Mama Gayatri tetap dengan langkah anggun dan berkelas, menghampiri pengantin baru itu.


"Iya, Mama faham, sayang. Mama sama Papa kan juga pernah merasakan jadi pengantin baru loh. Meskipun sekarang sudah berubah menjadi pengantin lama. Tapi jangan salah kira. Tenaga kita masih power full, tak kalah lah kalau bersaing dengan pengantin baru!" kekeh Mama Gayatri yang disambut dengan kata-kata Papa Devian yang semakin membuat Azkia kepanasan dan mencak-mencak. "Kita gaspoll juga aja kali, Ma, nanti malam. Buat dedek gantiin Azkia."


"Aahh.. Stop Papa! Nggak lucu! Papa sama Mama itu tak lagi muda! Malu Kia punya adik bayi lagi!" Kia menghentakkan kakinya ke lantai.


Alhasil, ucapan Azkia barusan seketika membuat suasana menjadi riuh tawa yang mengisi ruangan.


Wajah Azkia mendadak semakin merah merona. Dia tersenyum kecut. Untungnya sang suami cepat tanggap yang langsung merengkuhnya erat. Menyelamatkan Kia dari kata malu, saat ini.


"Rupanya kalian memang segera ingin masuk kamar, tak bisa dipisahkan barang sejenak. Ya udah kalian istirahat saja, biar nanti makanannya langsung diantar ke kamar kalian," Mama Gayatri masih dengan kekehannya. "Atau kalian langsung berangkat honeymoon saja, ya. Biar tidak ada yang mengganggu acara ngadon buat cucu untuk teman Mama sama Papa."


"Mama..!" teriak sekencang-kencangnya wanita yang ada dalam pelukan Jonathan itu.


Seperkian detik Azkia langsung berlari kabur masuk ke dalam kamarnya.


"Jonathan segera kejar Azkianya. Semoga lekas berhasil tanam terong ungu atau hijaunya," kekeh Mama Gayatri nampak bahagia sekali dengan pernikahan Putri semata wayangnya.

__ADS_1


💖💖💖💖


__ADS_2