Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Lapor Terus


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


☘️


Jonathan keluar dari mansion keluarga Wongso yang menjadi keluarga barunya. Karena beberapa jam yang lalu, dia telah mengikat janji suci dengan Putri tunggal dari Keluarga Wongso.


Jonathan tetap fokus dengan jalanan yang mulai sepi dari hiruk pikuk pemakai jalan. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah apartemen yang ada di pusat kota.


Apartemen mewah yang dijadikan tempat beristirahat, ketika ingin menyendiri dari rutinitas pekerjaannya sebagai bodyguard Azkia.


Jonathan keluar dari mobil mewahnya dengan gontai. Hati dan pikirannya saat ini lagi tidak baik-baik saja.


"Bos?" seseorang yang membuka pintu apartemen milik Jonathan itu terkesiap. Ia tak menyangka bahwa bosnya akan datang ke tempat itu. Padahal malam ini adalah malam pertama bagi bos dan istrinya.


"Heemm," jawab Jonathan lebih terdengar seperti sebuah deheman bukannya sebuah jawaban yang diharapkan oleh Ardian sang assisten pribadinya.

__ADS_1


Jonathan melangkahkan kakinya dengan malas masuk ke dalam hunian apartemennya dan langsung duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


"Ada apa bos? Tumben ditekuk wajahnya? Bukannya hari ini adalah hari yang bersejarah buat bos?" tanya Ardian lagi, saat melihat raut wajah Jonathan yang lebih dingin daripada kulkas double pintu.


"Malam pertama apa?" pekik Jonathan dengan mengacak rambutnya frustasi.


"GATOT?" timpal cepat Ardian yang menahan tawanya melihat kegagalan sang bos di malam pertamanya.


Anggukan dengan tempo cepat dan tanpa ada rasa malu menjadi jawaban atas pertanyaan Ardian pada Jonathan.


"Belum buka puasa, bos?" tanya Ardian dengan wajah tanpa dosa.


"Boroh-boroh buka puasa. Yang ada lampu setopan!" ujar Jonathan dengan wajah yang kecewa.


"Lampu merah, Ardian!" pekik Jonathan dengan volume yang sangat memekat telinga.


"Astaga, bos. Lampu merah, kasian sekali hidup bos. Mau transfusi darah putih saja harus terhalang landasan yang lagi terendam banjir," kekeh Ardian yang keluar juga, hingga sesuatu mendarat dengan tepat di mukanya.


Bugh!!

__ADS_1


Pendaratan yang sangat indah, tepat pada sasaran yang dituju oleh Jonathan.


"Untung kamu orang kepercayaan Papa! Kalau tidak, hari ini juga aku pecat kamu! Dan pergi jauh-jauh dari hadapanku!" hardik Jonathan.


"Sabar bos. Palingan juga cuma satu minggu landasannya terendam banjir. Setelah itu, kan bisa langsung tancap gaspoll," saut Ardian dengan santainya.


"Itu maumu! Mauku sekarang! Perkututku inginnya malam ini nangkring di sangkar barunya!"


"Hahaha, nggak sabaran amat. Padahal si Mamat pasti juga sudah nggak sabar lagi kalau lihat sangkar baru yang glowing," Ardian tertawa lepas melihat kesengsaraan yang dirasakan oleh Putra pewaris dari Keluarga Edward.


"Diam kamu! Berisik! Kalau bukan permintaan dari Papa. Aku juga malas nikah dengan perempuan manja seperti Kia!" sungut Jonathan.


"Terpaksa apa tergantungan?" ledek Ardian.


"Terpaksalah awalnya. Kan aku sudah punya cewek!" sengit Jonathan yang tak mengakui kalau hatinya telah jatuh cinta pada pandangan pertama saat mengetahui bahwa gadis yang dijodohkan oleh Papa nya adalah Azkia Friska Putri Wongso. Gadis cantik yang sangat penurut dengan kedua orang tuanya sebelum terkontaminasi oleh si Harvey, mantan kekasih Azkia yang brengsek.


"Beneran belum jatuh cinta?" tanya Ardian dengan tatapan wajah yang kurang percaya dengan ucapan Jonathan.


"Kepo!"

__ADS_1


"Harus! Laporan setiap detik setiap menit selalu ditunggu Bos Besar!" jawab Ardian semakin membuat dongkol Jonathan.


"Lapor terus! Terus lapor!"


__ADS_2