Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Kesambet


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


☘️


Dari mulai film diputar hingga menjelang selesai. Azkia tak fokus pada layar lebar yang terpampang di hadapan nya. Pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Jessica sang mantan dari Jonathan yang telah menjadi suaminya, sekarang ini.


Jonathan hanya bisa menatap bingung dengan perubahan sikap Azkia yang tiba-tiba dingin dan cuek padanya. 'Ini anak kesambet apa ya? Sejak dari toilet, bibirnya ditutup rapat. Tidak ada senyum yang nangkring di sana.'


Acara kencan nonton film pun gatot alias gagal total. Ingin hati bisa bermesraan dengan Azkia tak dapat terlaksana. Jonathan segera memutar otak untuk mencari penyebab musabab dari kebungkaman istrinya.


Film telah usai dengan menyalanya lampu penerangan dalam ruangan gelap itu. Jonathan tetap menggandeng erat tangan Kia keluar dari gedung bioskop. Begitu sampai di parkiran mobil, Jonathan berusaha mencairkan suasana hati sang istri.


"Sayang.. Kenapa cemberut begitu? Nggak suka sama cerita filmnya, tadi?" tanya Jonathan sebelum membukakan pintu mobil buat Kia.


"Nggak apa-apa!" jawab ketus Kia.


"Nggak apa-apa tapi cemberut?" Jonathan menatap lekat wajah Azkia yang lagi mendung.


"Kesel aja!" Kia membuang muka dari pandangan Jonathan.


"Sama aku?" hardik Jonathan.


"Nggak!" jawab Kia menundukkan kepalanya seraya memainkan jari jemarinya.


Jonathan menyentuh tangan Kia. "Siapa sih, sayang. Coba bilang."


Wajah Kia berubah sendu. "Sudahlah nggak usah dibahas, lagi malas!"


"Kok gitu, aku nggak boleh tahu?" Jonathan masih penasaran dengan penyebab yang membuat muram wajah Azkia.


"Beneran pingin tahu banget?" tiba-tiba Azkia mengangkat wajahnya menatap intens kedua mata Jonathan.


"Huum," Jonathan mengangguk.


Azkia yang awalnya menunduk pun menengadahkan wajahnya ke atas. Kini tak jarak lagi di antara keduanya.


"Dapat salam dari Jessica!" bisik Azkia.

__ADS_1


Degg Degg Degg


Suara apakah itu? Jantung? Iya, itu memang suara jantung Jonathan Edward yang terpompa cepat.


"Kenal?" tanya Kia biasa saja. Dia berusaha sesantai mungkin.


"Tidak!"


"Tidak kenal atau tidak salah lagi?" lanjut Kia ingin tahu jawaban Jonathan.


Jonathan mendadak bisu. Mulutnya seperti tersumpal boom molotov yang siap meledak beberapa detik lagi.


Sementara itu Kia menatap penuh selidik pada Jonathan.


"Ternyata laki-laki itu sama saja di mana-mana!" sarkas Kia.


Jonathan tersenyum kikuk. Ia tak pernah merasa se-canggung ini sebelumnya di hadapan Azkia. Atau mungkin karena sekarang status yang berbeda, terasa menjadi berat. Yaitu Azkia telah menjadi istri nya, dia tidak bisa menyimpan masa lalunya juga dari Azkia.


Azkia berbisik lagi pada Jonathan. "Masih belum ingat atau benar-benar lupa bahkan sengaja dilupakan!" suara lembut Kia seolah berubah menjadi sebuah hantaman batu besar yang masuk ke indera pendengaran Jonathan dengan lembut menyuarakan kata-kata itu, tapi sangat menusuk jantung Jonathan. Tancapan pisau yang tajam itu mengiris hatinya.


Jonathan menelan salivanya kasar. Tatapan tenang dan lembut namun penuh makna intimidasi yang mematikan dari seorang Azkia Friska Putri Devian Wongso itu, seketika membuat Jonathan gugup dalam menyusun kata-kata untuk dijadikan sebuah kalimat jawaban atas pertanyaan Azkia.


Sumpah demi apa pun, Jonathan tak bisa berkata-kata. Ia tak pernah menduga akan serunyam ini keadaannya. Ia bisa mengertikan jika Azkia marah besar padanya, saat ini. Karena dia belum sempat bercerita tentang masa lalunya bersama Jessica. Jika ia sudah bercerita terlebih dahulu, pasti lain ceritanya. Tapi darimana kah Azkia mengetahui tentang Jessica? Siapa orang yang telah membocorkan masa lalunya itu pada Azkia?


Kruucuukk


Azkia baru akan mengeluarkan suaranya kembali. Tapi dia dikejutkan dengan suara yang khas di rungunya.


Spontan Azkia membuka pintu mobil dan langsung duduk di jok penumpang di samping kursi sopir.


Malu!


Wajah Kia sudah bak kepiting rebus saus tiram yang terlihat merah merona. Tidak tepat sekali waktunya. Di saat dia masih kesel, dongkol dan ingin menyemprot habis-habisan si Jonathan. Malah dia sendiri yang dibuat malu dengan perutnya yang mulai berdendang tanpa sungkan.


'Kenapa sih, harus bunyi begitu! Di saat aku masih ingin meluapkan rasa keselku pada Jonathan! Lancang kamu, hei perut! Kira-kira sedikit gitu, kalau mau bunyi! Tanpa kode langsung bunyi kenceng banget lagi! Malu! Mau ditaruh di mana ini mukaku yang glowing?' Kia merutuki dirinya sendiri.


"Lapar?" lirih Jonathan tersenyum pada Kia.


"Huum!" hanya kata itu yang keluar dari bibir Kia, sambil menganggukkan kepalanya.


"Oke siap, kita makan dulu. Baru nanti aku bercerita semuanya tentang siapa Jessica sebenarnya," Jonatan memasangkan seat belt pada tubuh ramping Kia. Lalu memutar tubuhnya dan duduk di jok kemudi.

__ADS_1


Azkia tersenyum kikuk. "Maaf, jadi merepotkan kamu."


Jonatan bingung menanggapi ucapan Azkia barusan. "Kenapa harus repot? Kamu kan istriku, sudah jadi kewajibanku tidak menelantarkan istriku."


Kruucuuuuk Kruucuuuuk Kruucuuuuk


Suara itu kian terdengar nyaring. Berlomba dengan suara deru mobil yang dikemudikan Jonathan.


Jonathan mendadak tersenyum konyol.


"Sabar ya cacing. Jangan meronta terus di dalam sana. Kasian istriku tercinta sampai merah wajah mulusnya," ucap konyol Jonathan yang akhirnya bisa membuat terkekeh Azkia.


"Ihhh, nggak gitu juga kali," Kia mencubit pinggang Jonathan, yang langsung digenggam nya jemari lentik Kia.


Sesampainya di parkiran mobil. Setelah Jonathan memarkirkan dan mematikan mesin mobil. Kia langsung keluar dari mobil dengan cepat.


Kia membaca huruf demi huruf yang terpampang jelas di atas gedung tersebut.


"Galaxy?" gumam Kia.


"Kenapa, Sayang?" tanya Jonathan yang sudah berdiri di belakang Kia dengan menempelkan dagunya di atas bahu Kia.


"Tidak apa-apa, cuma nggak asing aja dengan nama Restaurant itu. Dan sedikit penasaran saja, kenapa sang pemilik memilih nama tersebut!" seru Kia cepat, lantas melangkahkan kakinya.


"Hai tunggu, Sayang. Cepat banget jalannya," Jonathan meraih tangan Kia.


"Kenapa?" Kia menatap tangan Jonathan, lalu berpindah menatap wajahnya dengan perasaan bingung. Cepat banget gerakan tangan Jonathan. Apa dia sudah kebiasaan sambar sana sambar sini, tangan para wanita yang menjadi korban game love nya. Begitulah kira-kira pikiran Kia, saat ini.


"Kita bergandengan tangan begini kan lebih enak dipandang mata," Jonathan menautkan jemari panjangnya dengan jemari lentik milik Azkia.


"Harus ya?" tanya Kia.


"Harus!" jawab cepat Jonathan.


"Hah? Apa ada aturannya begitu di Restaurant ini?" tanya Kia penuh selidik dan menatap aneh pada pria tampan yang menggenggam jemarinya.


"Biar terlihat romantis, sayang." senyum Jonathan mengembang.


"Rokok makan gratis!" desis Kia sambil menggelengkan kepalanya.


💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2