Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Selimut


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


☘️


Azkia tidak bisa memejamkan matanya. Dibuat miring ke kiri salah, miring ke kanan salah. Lalu dia berganti posisi menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Dia melihat langit-langit kamarnya, memperhatikan setiap sudut kamar. Dia tak pernah menyangka akan menikah dengan orang yang pernah one night stand bersamanya. Dadanya berdegup kencang, Azkia senyum-senyum sendiri. Ketika mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


Mungkin orang akan mengatakan dirinya gila menyerahkan keperawanannya dengan pria yang tak dikenalnya, bahkan asal usulnya. Bagaimana kalau hamil dan memiliki anak dengan pria itu? Pria yang sedang mabuk! Siapkan dirinya menjadi seorang single parent? Wanita yang melahirkan tanpa adanya suami di sisinya.


Tapi, kini dia telah menjadi istri sah pria brengsek itu. Tidak dapat dipungkiri lagi, hatinya berbunga-bunga saat ini. Aroma wangi sprei dan bantal guling bekas ditiduri oleh Jonathan itu, dihirupnya perlahan. Otaknya mulai berpikir liar, Azkia memejamkan netranya membayangkan ciuman panas antara dia dan Jonathan waktu itu. Memeluk guling sambil menciumi bau parfum Jonathan yang menempel di kain itu. Semakin dia membayangkan wajah tampan Jonathan, semakin memerah wajahnya dengan degupan jantung yang berdetak dengan cepat. Hingga nafasnya tersengal-sengal dan memaksa Azkia segera membuka matanya.


Perlahan Azkia menepuk-nepuk keningnya. "Sadar, Azkia! Jangan terlalu liar otakmu! Semakin malam, semakin konslet otakmu! Ayo cepat tidur, sudah jam berapa ini? Jangan menunggu suami yang lagi ngambek terhalang lampu stopan!" rancau Azkia tak jelas.


"Aaarrgghh..!! Tapi gimana kalau Jonathan jajan di luar? Dia cari gulali yang lebih manis di luaran! Aku nggak rela! Aku nggak ikhlas! Awas aja kalau dia berulah di luar sana! Aku patahkan kakinya!" dengan terus memukul guling dalam pelukannya sambil membayangkan wajah tampan Jonathan yang babak belur terkena bogeman Azkia. Hingga dirinya lelah dan matanya mulai mengantuk. Kia segera mematikan lampu utama yang menyala terang, lalu menganti dengan lampu tidur yang ada di atas nakas sebelah ranjangnya.


Sudah hampir Subuh, sebuah mobil memasuki halaman rumah mewah milik keluarga Wongso.


Jonathan segera membawa langkahnya menuju kamar tidurnya yang sekarang bersama Azkia.


Pelan, tangannya membuka pintu kamar dan masuk ke dalam tanpa ada suara berisik. Dia tidak mau mengganggu tidur Azkia. Dia mengerutkan keningnya melihat suasana kamar dengan lampu remang, karena kebiasaan itu berbalik dengannya. Dia menyukai suasana kamar dengan lampu yang terang di saat terlelap.

__ADS_1


Dengan langkah pelan dan sangat hati-hati, Jonathan menuju ranjang king size dan memperhatikan wajah cantik wanita yang sedang memejamkan matanya tengah tertidur pulas. Bahkan kedatangannya pun tidak mengganggunya sama sekali.


Bibirnya tersenyum smirk. Lantas dia segera membersihkan badannya yang bau keringat. Kemudian ikut berbaring di samping tubuh Azkia yang memeluk guling.


Tangannya mengulur untuk mengambil guling dalam pelukan Azkia. Lalu membenarkan anak rambut yang menutupi wajah halus Azkia. Jonathan mencondongkan wajahnya ke wajah Azkia, lalu mendaratkan benda kenyalnya di kening mulus milik Azkia, pelan. Tapi sangat dalam.


"Terimakasih, Ya Tuhan. Engkau telah memilihkan jodoh yang terbaik buat aku dan keturunanku. Seorang wanita yang cantik rupa dan hatinya," ucap Jonathan memejamkan matanya sejenak.


Tiba-tiba Jonathan dikagetkan dengan pergerakan dari wanita yang tertidur berbantalkan lengannya. Azkia menggeliat, memiringkan tubuhnya. Jemari lentiknya bergerak ingin menggapai sesuatu. "Dingin.. Mana selimutnya, Mama," bibir merahnya merancau memanggil Mamanya. Dia tidak sadar, jika di sebelahnya. Kini, ada Jonathan suaminya. "Guling.. Mana guling? Ihh... Dingin, Mama," rancaunya lagi sambil memeluk tubuh Jonathan.


Jonathan bergeming. Nafasnya terhenti sejenak saat tubuh ramping Azkia memeluk tubuh kekarnya dan menelusup kan kepalanya ke dalam dada bidangnya untuk mencari kehangatan dari dinginnya malam. Tanpa dia sadari, kedua netranya tak berkedip sedikit pun. Dia tersenyum melihat tingkah lucu Azkia ketika tidur. "Di saat terlelap saja, wajahmu sangat cantik. Menghipnotis alam bahwa sadarku," Jonathan segera menarik selimut dan membungkus tubuhnya dan juga tubuh Azkia menjadi satu dalam selimut yang sama dengan pelukan mesra begitu nyaman yang rela ia berikan untuk menjadi penghangat istrinya malam ini.


*


*


*


"Aaahhh.." bibir Azkia menganga, nyaris menjatuhkan rahang bawah ke wajah tampan yang ada di depannya.


Jantung Azkia langsung ingin terlempar ke rawa-rawa. "Ini hanya mimpi! Hanya mimpi!" cicit Azkia ketika menyadari bahwa saat ini yang ada di depannya adalah Jonathan sang bodyguard tampannya.


Azkia memejamkan matanya kembali dengan mengumpulkan seluruh nafas dan juga nyawanya yang hilang separuh. Dia mengatur nafasnya yang kian memburu. "Ambil nafas, keluarkan! Ambil nafas lagi, keluarkan perlahan!" Azkia berulang-ulang melakukannya. Kemudian, perlahan membuka kedua iris hitamnya. Dan menajamkan penglihatannya lurus searah jarum jam. Dan kenyataannya adalah wajah tampan yang ada di depannya itu, benar-benar sang bodyguard tampan gedebuknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu ada di sini?" Azkia memukul dada bidang Jonathan yang memperlihatkan bulu-bulu halus yang membuat merinding bulu kuduk Azkia.


Dengan santainya dan tenang, tangan kanan Jonathan memeluk pinggang Azkia. Yang saat ini Azkia memakai lengannya untuk dijadikan bantal dan menutup wajahnya, malu.


Perlahan Jonathan menurunkan kedua tangan Azkia dari wajahnya. Lalu mengangkat tubuhnya membalikkan posisi. Kini, Azkia terbaring di bawah tubuh kekar Jonathan.


"Aaaah.. Mau apa kamu!" pekik Azkia.


"Mau kamu, sayang," lirih Jonathan dengan suara seraknya.


Jantung Azkia hampir saja berhenti mendadak. Nafas hangat Jonathan sangat terasa di kulit wajah Azkia yang mulus. Aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh Jonathan, seketika menggelitik hidung bangir milik Azkia.


"Stop! Berhenti!" Azkia memejamkan matanya sangat rapat, nafasnya tak beraturan. "Ingat Jonathan! Aku ini---," kalimat Azkia menggantung. Bibirnya tak dapat berbicara lagi karena benda kenyal yang hangat milik Jonathan telah mendarat sempurna di atas bibir ranumnya.


"Aku adalah suamimu, Azkia. Dan kamu adalah istriku," bisik Jonathan yang membuat Azkia meremang.


Lalu Jonathan mengangkat wajahnya dari wajah Azkia.


"Astaga! Aku lupa kalau kamu itu suamiku, sekarang ini!" netra indah milik Azkia terbuka lebar dan mengedip ke arah Jonathan yang membuat jengkel pria tampan itu.


"Sungguh terlele, kau Nona cantik. Melupakan bahwa aku adalah suamimu!" Jonathan mendengkus keras.


"Ya, mangap! Jangan salahkan daku karena kau telah memaksakan kehendak! Hahaha!" Azkia langsung mengeluarkan tawanya yang semakin membuat gemas Jonathan.

__ADS_1


"Azkia...!" pekiknya sambil menempelkan hidungnya ke hidung Azkia.


__ADS_2