Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Emang Minta Berapa


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


Siapa sih yang tak suka kemana-mana selalu ditemani pria tampan nan rupawan dengan tubuh atletis.


Namun, sayangnya. Pria tampan berbadan macho di samping Kia itu, bukanlah kekasih barunya. Pengganti Harvey, kekasih yang berselingkuh di belakangnya. Pria dengan sorot mata yang tajam, tapi begitu menyejukkan hati dengan bola mata berwarna biru sejernih lautan, secerah langit yang tak bergelayut mendung.


Selain harus memiliki fisik kuat, Jonathan dituntut punya sifat tegas demi melindungi Azkia dari berbagai hal yang mengancamnya.


Tapi tak semua yang dibayangkan. Memiliki bodyguard good looking dan masih sendiri seperti Jonathan. Harus bisa menjaga sikap, menjaga hati agar tidak terJoe-joe.


Dia adalah Jonathan si gedebuk, sang bodyguard barunya. Yang selalu mendampingi kemanapun Azkia pergi. Itu lah tugas negara yang utama perintah dari sang Tuan dan Nyonya Wongso.


'Dia pikir punya bodyguard seperti dia, aku bahagia gitu! No.. No! Aku sangat tersiksa! Diawasi dua puluh empat jam dengan sorot mata yang tajam dengan tubuh yang berdiri tegak seperti pohon pisang, pelit senyum. Oh terasa dikuliti hidup-hidup jiwa dan ragaku!' gerutu Azkia, memijat pelipisnya.


Mobil mewah berwarna putih itu, kini tengah melaju dalam keramaian kota. Saling bersusulan, membunyikan klakson mencari celah untuk menyalip agar tidak telah sampai tujuan masing-masing. Joe masih fokus dengan setir bundarnya. Setir mobil tak memiliki jeda pun, Joe memutar ke kiri, terkadang harus ke kanan. Dengan jarak yang minim, body mobil yang dikemudikannya tetap lincah di atas aspal hitam menyalip kendaraan roda empat lainnya yang menghalangi jalannya.


Setelah mengutarakan niatnya untuk berjalan-jalan ke mall pada sang bodyguard. Azkia tetap masih menekuk wajahnya dengan sibuk menatap layar ponselnya yang berbalas chat dengan sahabatnya.


Walaupun mereka duduk bersebelahan, Azkia dan Alisa. Seakan-akan tidak saling berbicara dalam keheningan suasana dalam mobil putih yang terus melaju itu. Jonathan saja tidak akan pernah menyangka jika dirinya, saat ini telah menjadi bahan ghibah dua wanita yang duduk dengan tenang di kursi belakang penumpang.


Alisa mengirimkan lagi chat ke nomor sahabatnya itu.


"Wajah ditekuk terus, lama-lama aku gantung di tiang listrik!" chat Alisa diakhiri dengan emot ngakak guling-guling.


"Muka! Muka, aku. Kenapa kamu yang repot!" balas Kia.


"Harusnya kamu bersyukur, Papa dan Mama kamu pilihkan bodyguard good looking. Kurang apa coba?" Alisa send.


"Kurang buanyaakk! Percuma kalau satu!" balas Kia lagi.


"Emang minta berapa?"


"Depan! Belakang! Samping kiri dan kanan!" Kia langsung menjawab chat Alisa.


"KEMARUK!" Alisa mengirimkan dengan huruf kapital.

__ADS_1


"Kan enak dikelilingi cowok-cowok good looking!" kekeh Kia.


****


Lima belas menit, mobil putih yang dikemudikan Jonatan menembus keramaian kota yang sangat padat, menuju mall.


Sebelum turun dari mobil itu, ponsel Jonathan berdering dengan nada khusus. Itu menandakan panggilan dari Bos Devian.


"Siang, bos," sapa Jonathan setelah menerima panggilan bosnya.


"Aku pergi ke London selama satu minggu. Jaga Azkia dengan baik, jangan sampai dia keluar rumah tanpa pengawalan mu," belum sempat Jonathan bersuara lagi, panggilan telepon itu sudah terputus.


Jonathan memasukkan kembali benda pipih canggihnya itu ke dalam saku celana. Siang itu Jonathan memakai kaos putih press body dengan celana slim fit, dipadukan dengan sepatu Salvatore Ferragamo Python Loafer. Semakin menambah aura ketampanannya.


Jonathan segera membukakan pintu mobil untuk sang anak majikannya. Masih dengan muka yang cemberut, Azkia turun dari mobil.


Azkia berjalan berdampingan dengan Alisa masuk ke dalam mall. Sedangkan Jonathan berjalan di belakang kedua wanita yang berjalan santai.


Tiba di salah satu butik ternama di mall tersebut. Azkia langsung masuk dan segera memilih-milih baju untuk dirinya, meninggalkan Alisa di belakangnya.


Keluar masuk berkali-kali, Azkia mencoba baju yang akan dibelinya. Jonathan mendadak pusing melihat pergerakan Azkia yang mondar mondir ke ruang ganti.


Azkia keluar dari ruang ganti dengan beberapa baju bergelantung di lengannya. Sedangkan sang bodyguard hanya berdiri terdiam melihat Nona nya, memborong baju-baju sesuai keinginan hatinya.


"Woi, sini!" panggil Azkia tanpa menyebutkan nama Jonathan.


Yang dipanggil tidak menggubrisnya. Jonathan semakin cuek dan tetap berdiri tegap tidak bergeser sama sekali dari posisinya.


Azkia menghentakkan kakinya, jengkel melihat sang bodyguard yang tidak mendengarkan panggilannya.


"Iihh, punya telinga nggak sih!" hardik Azkia menghampiri Jonathan.


Jonathan terkejut yang dihampiri Azkia tiba-tiba. Azkia berdiri tepat di hadapan Jonathan yang melongo.


"Ehh, Nona Kia. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Jonathan gelagapan.


"Bantuin noh, kang parkir! Yang lagi ngatur parkiran!" sewot Kia.


Alisa yang sedari tadi melihat dua anak manusia yang berbeda jenis itu, saling berdebat. Hanya bisa terkekeh dari jauh.

__ADS_1


'Lama-lama tuh bocah jatuh cinta beneran sama si bodyguard good looking nya,' kekeh Alisa yang sedang mendoakan sahabatnya itu, agar berjodoh dengan sang bodyguard tampan.


"Bantuin ini! Malah bengong! Kayak Gajah duduk!" omel Azkia pada Jonathan.


"Astaga, Nona Kia. Apa ini semua dibeli?" pertanyaan Jonathan yang sok melihat baju-baju yang hendak dibeli anak majikannya itu.


"Sudah diam! Lagian bukan uang kamu, juga!" colot Kia.


"Iya bukan uang saya, Nona. Tapi saya juga harus menyetop belanjaan Nona Kia, yang tidak seberapa penting," ujar Jonathan yang dapat pelototan wanita yang memonyongkan bibirnya.


"Kamu pakai daster aja, kalau ngomel terus seperti Mama!"


"Tapi, Nona Kia. Bos Devian sudah mewanti-wanti saya untuk mengawasi semua tentang Nona Kia," Jonathan tidak mau kalah.


"Berisik! Bos Devian itu siapa?"


"Bos saya. Papanya, Nona Azkia. Suaminya Nyonya Gayatri. Pemilik Double D & A Group," jawab lengkap Jonathan.


"Haah!" bola mata Azkia membulat sempurna. "Panjang kali, jawabannya! Harus begitu kah konsep nya?"


"Begitulah kira-kira konsepnya," jawab Jonathan dengan muka datar.


"Taruh kasir dulu ini," Azkia menyodorkan baju-baju yang akan dibelinya pada Jonathan.


Mengeluh pun percuma. Sekarang ini, Jonathan hanya bisa menuruti semua kemauan Azkia.


Kini, Azkia telah berada di depan stan sepatu. Memilih dari warna, model dan juga trend.


Azkia mencoba sepatu high heels, lalu berdiri dan berkaca. Kakinya di ayunkan ke kanan dan kiri. Memutar badan, tapi karena tidak hati-hati, tubuh Kia tidak seimbang. Dan akhirnya.


Bugghh..


Tubuh Azkia terplanting dan jatuh di atas tubuh kekar milik Jonathan.


"Jangan lama-lama, nanti bisa nyaman!" bisik Jonathan di telinga Azkia.


💖💖💖💖


"

__ADS_1


__ADS_2