Pesona My Hot Bodyguard

Pesona My Hot Bodyguard
Bendera Jepang


__ADS_3

Happy reading..


☘️


☘️


Jonathan berjalan gontai membuka pintu kamar yang barusan diketuk seseorang dari luar. Ingin mengumpat tapi dia tahan. Rasa kesalnya tak mungkin dia luapkan pada orang tersebut. Jonathan hanya bisa mengacak rambutnya frustasi, ia harus pandai bersikap di depan orang lain.


Tok tok tok


Dua insan yang sedang menautkan benda kenyalnya itu, terpaksa menyudahi kegiatannya.


Seseorang yang mengetuk pintu hunian kamarnya mengagetkan fokus dua manusia di dalam kamar. Membuat pertautan antara bibir Jonathan vs Kia terpaksa dilepaskan.


"Nona Kia.. Tuan Jonathan!" panggil seseorang sambil terus mengetuk pintu kayu berwarna coklat tua.


'Sialan! Siapa yang berani menganggu kesenanganku!' kesal Jonathan.


Lantas Jonathan membuka pintu itu dan bertanya, "Ada apa, Mbak Yeti?"


Emosi Jonathan teredam melihat wajah sendu assisten rumah tangga keluarga Wongso.


"Maaf, Tuan Jonathan. Tuan dan Nyonya Wongso sudah menunggu di meja makan," wanita itu sedikit gugup menyampaikan mandat dari Tuan dan Nyonya besarnya pada pria tampan yang berdiri tegap di hadapannya.


Belum juga Jonathan memberikan balasan ucapannya pada Mbak Yeti. Azkia yang mendengar pembicaraan keduanya, langsung mengeluarkan suaranya dari dalam kamar.


"Iya, tunggu sebentar."


Tanpa sadar saat indera penglihatannya menangkap jelas arah jarum jam yang menempel di dinding. "Sudah pukul tujuh lewat rupanya!" pekik Kia. "Tapi apa Papa tidak berangkat ke kantor hari ini? Sampai harus menunggu aku segala!" Kia melanjutkan monolognya.


Jonathan berjalan ke arah Kia yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu, setelah menutup kembali pintu kamarnya.


"Dilanjut nanti aja, ya. Setelah sarapan," goda Jonathan pada Azkia, padahal dalam hatinya dia merutuki. 'Ada aja iklan yang lewat.'


Azkia tersenyum malu-malu. Ia hanya bisa mengangguk pelan. "Ayo kita segera keluar, kasihan Papa sama Mama sudah menunggu kita," ajaknya pada Jonathan, lalu Kia beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Jika Azkia mengingat kembali kejadian panas yang dia lakukan dengan Jonathan beberapa menit yang lalu. Ingin rasanya ia menjedotkan keningnya ke dinding, agar dia terkena amnesia sementara.


ANEH!


Hatinya ingin berteriak TIDAK, tapi kenapa tubuhnya mengikuti permainan yang dimulai oleh Jonathan?


Berawal dari saling meledek hingga berakhir dengan pertautan panas antara dua benda kenyal yang telah menjadi candu bagi pasangan yang baru saja mengikrarkan janji suci.


AMNESIA!


Jalan yang dipilih Azkia untuk menghilangkan rasa malunya di depan Jonathan. Tapi dia tidak rela untuk benar-benar melupakan wajah tampan milik suaminya itu. Karena wajah tampan itulah yang kini menjadi pemandangan yang indah di pagi hari ketika Azkia membuka matanya.


'Kalau amnesia sesaat saja sih oke! Tapi tidak untuk selamanya! Siapa juga yang mau melupakan wajah setampan itu! Bisa mubazir kalau tidak dinikmati! Nikmat mana lagi yang engkau dustakan!' gumam Kia dalam batinnya.


"Sayang, ayo cepetan. Kenapa jadi bengong begitu? Atau mau digendong, ya? goda Jonathan, iseng menawarkan bantuan. Tapi jika Kia mau. Ucapan Alhamdulillah yang keluar dari bibir sexy milik Jonathan.


"Aku bisa berjalan sendiri!" pekik Kia yang tiba-tiba dikagetkan dengan tangan Jonathan yang sudah nemplok di pinggang rampingnya.


"Bilang aja, iya gitu! Bahagiakan suami itu pahala, lho!" celutuk iseng Jonathan di telinga Kia dengan senyum simrk di bibirnya.


Jonathan yang spontan membalikkan tubuh Kia menghadap ke arahnya, membuat Kia kalang kabut. Bagaimana tidak? Tidak ada jarak di antara mereka. Hembusan nafas Jonathan sangat terasa di kulit wajah Kia.


"Mulutnya bilang tidak! Tapi kondisi bibirnya sangat terlihat jelas ingin aku cium lagi!"


"Isshh.. Isshh.. Dasar gila!" pekik Azkia gemes bercampur gugup. "Otak isinya mesum terus!"


"Aku!" Jonathan menunjuk dirinya. "Gila?" Jonathan terkekeh. "Iya, aku memang sudah ter Kia Kia! Gulali yang manis dan juga yupi yang kenyal ini, telah membuat candu bagiku!" goda Jonathan dengan kerlingan sebelah mata dan jari jempolnya bergerilya di bibir ranum Azkia.


"Kan.. Kan.. Mulai! Ngomong ya ngomong aja. Jempolnya itu, diamlah!" seru Kia untuk memberhentikan tawa Jonathan. Sekaligus berusaha menetralkan detak jantungnya.


'Ya Alloh, berikan aku kewarasan sejenak. Jangan buat aku terlihat murahan di depan Jonathan. Aku malu, Ya Alloh. Jangan sampai kegilaan diriku terlihat jelas di mata Jonathan. Jual mahal dikit lah, jangan diobral! Nanti keenakan itu si bodyguard gedebug!'


"Oke, oke, baiklah! Kamu jalan sendiri, aku jalan sendiri. Tapi tetap bergandengan tangan!" Jonathan langsung menggenggam erat jemari lentik milik Azkia. Menyatukan dengan jemari panjangnya dengan senyum cerah seceria hatinya pagi ini.


"Pagi Papa" Azkia mencium pipi Devian Wongso. Lalu pindah wanita paruh baya yang sedari tadi tersenyum bahagia melihat Jonathan dan Kia yang berjalan bergandengan tangan dengan mesra. "Pagi Mama," Kia mencium pipi Gayatri.

__ADS_1


"Pagi, sayang," balas Mama Gayatri mencium pipi Putri kesayangannya.


Gayatri menatap penuh selidik pada pasangan pengantin baru yang duduk berdekatan dan posisinya berhadapan dengannya.


"Rupanya semalam ada hujan deras diikuti gempa lokal deh, Pa," sindir Mama Gayatri yang menyenggol lengan suaminya.


Hah? Azkia menatap Mama Gayatri, lalu menatap wajah Papa nya dan berakhir menoleh ke arah Jonathan.


"Emang ada ya, Ma. Hujan deras semalam. Apalagi gempa lokal," tanya Kia polos. Tanpa dia sadari rambut hitam lekamnya terurai begitu saja dengan keadaan yang masih sedikit basah.


"Ada," jawab Mama Gayatri terkekeh, kompakan dengan Papa Devian. Sedangkan Jonathan yang mengetahui sindiran dari Mama mertuanya itu, hanya bisa menahan ketawanya.


"Perasaan semalam tak ada hujan deh, Ma," Azkia tetap berbicara dengan polosnya.


"Bagaimana, Joe. Apa pertahanan gawang dari Tim Indonesia sangat alot? Atau bahkan seri, hingga wasit harus menambahkan waktu?" goda Mama Gayatri yang disambut cengiran oleh Jonathan yang sudah faham dengan kata-kata kiasan Mama mertuanya.


"Hehehe.. Sayang sekali, Ma. Semalam penjaga gawangnya mengibarkan bendera Jepang. Jadi pusing perkututnya nggak bisa konser," jawab Jonathan yang memang sudah sangat akrab dengan Mama Gayatri.


Azkia menoleh kanan kiri, bingung dengan bahasa yang diucapkan oleh orang-orang disekitarnya.


"Apa maksudnya, sih? Kia bingung. Ngomong yang jelas aja, napa!" kesal Azkia.


Mama Gayatri semakin ingin menggoda pasangan pengantin baru itu. "Yang sabar ya Joe, nyicil buat telinganya. Karena bendera Jepang telah berkibar duluan, sebelum dibobol gawangnya."


Napas Azkia tercekat seolah ada benda tak kasatmata yang tiba-tiba masuk ke dalam tenggorokannya hingga membuat kesulitan menelan salivanya.


Seperkian detik kemudian..


"Mama...!" teriak Azkia kencang.


Bugh..


Azkia memukul lengan Jonathan berkali-kali. Lalu bangkit dari duduknya dan berbisik di telinga Jonathan. "Nanti malam tidur di luar!"


🥳🥳🥳🥳🥳

__ADS_1


__ADS_2