Pesona Penggoda Nakal

Pesona Penggoda Nakal
Bertemu Tetangga Lagi


__ADS_3

Mommy menghapus air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Tak ada angin, tak ada hujan tiba-tiba Azhar menghubunginya dan menanyakan apa yang mau dirinya makan. Hal yang bisa dibilang tak pernah Azhar lakukan selama ini.


Sejak berpacaran dengan Julie, hubungan Mommy dan Azhar bisa dibilang semakin merenggang. Puncaknya adalah saat Azhar tetap nekat menikahi Julie tanpa restu darinya.


Mommy yang beberapa hari sebelum pernikahan sampai menginap di rumah sakit karena stress dan darah tingginya naik bahkan tak dipedulikan Azhar. Pesta pernikahan tetap dilangsungkan, membuat Mommy makin tak mau datang ke pernikahan mereka.


Kini, hal yang tak biasa Azhar lakukan padanya. Mommy menebak semua ini karena Azhar sedang pergi honeymoon berkedok kerja bersama Caca. Mommy tersenyum, sudah ia duga Caca akan membawa pengaruh baik untuk anaknya. Itulah kenapa ia mendukung pernikahan Azhar dan Caca.


Mommy lalu mengirimkan pesan pada Caca. Membuat Caca yang membacanya sampai membelalakkan mata karena tak percaya.


"Makasih ya, Ca. Berkat kamu, Azhar kembali jadi anak yang perhatian sama Mommy. Kalau bukan karena kamu, mungkin hubungan kami akan semakin menjauh. Selamat honeymoon ya, Sayang! Ingat, buatkan cucu yang ganteng atau cantik buat Mommy! Selamat bersenang-senang!"


"Kenapa, Sayang?!" tanya Azhar yang melihat perubahan ekspresi Caca seperti orang terkejut tersebut.


"Oh... Enggak, Mas. Bobo yuk! Aku ngantuk nih!" Caca menaruh Hp miliknya di atas nakas lalu merebahkan tubuhnya di kasur hotel yang nyaman.


Azhar melakukan yang Caca lakukan. Menarik tubuh Caca mendekat dan memeluknya dengan erat. "Kita tidur sebentar untuk mengisi tenaga sebelum bertempur lagi, oke?"


"Oke."


Mereka pun tertidur lelap namun Caca terbangun di tengah malam. Perutnya terasa lapar. Ia lupa kalau dirinya belum makan sejak tadi.


Azhar masih tertidur pulas. Caca teringat kalau ada minimarket di depan hotel yang buka 24 jam. Caca berniat membeli Popmie saja dan memakannya di kamar.


Caca pun mengambil jaket dan dompet lalu turun ke bawah. Masih jam 12 malam, di Bali jam segini justru malah semakin ramai. Caca tak merasa takut sama sekali.


Caca berjalan ke minimarket depan hotel dan membeli Popmie beserta cemilan. Ia beli lebih dari satu, siapa tahu Azhar mau juga nanti.


Sedang asyik memilih mie, Caca dikejutkan oleh suara seorang pria yang memanggil namanya. "Caca?!"

__ADS_1


Caca menengok ke sebelahnya, matanya membulat tak percaya melihat siapa yang dilihatnya. "Eza? Serius aku ketemu kamu di sini?!"


Eza, tetangga sebelah rumah pun tak menyangka bisa bertemu Caca di sini. Jauh dari apartemen mereka. Di minimarket pula!


"Aku juga enggak nyangka bisa ketemu kamu di sini! Lagi ngapain kamu?" Eza melirik isi keranjang Caca. "Laper ya malam-malam beli Popmie?"


Caca tersenyum malu, "Tau aja kamu! Aku lagi ada pekerjaan di sini. Biasa, nemenin si bos! Kamu sendiri ngapain?!" tanya balik Caca.


"Ada kerjaan juga. Eh kamu makan Popmie di sini aja! Tuh ada air panasnya. Sekalian temenin aku ngopi!" ajak Eza.


Caca memikirkan ajakan Eza. Ia takut Azhar terbangun dan mencarinya. Namun ia juga malas makan sendirian di dalam kamar.


"Iya deh! Biar enggak ribet masak air panas lagi! Oh iya, kamu mau kopi apa? Aku 'kan udah janji mau traktir kamu kopi!"


"Nanti saja traktirnya di Jakarta. Kopi aku udah aku bayar, ayo kita duduk di sana!"


"Aku bayar dulu ya!" Caca lalu pergi ke kasir dan membayar pesanannya. Ia pun duduk di samping Eza membawa Popmie yang sudah dituang air panas, tinggal tunggu 3 menit sampai Popmie siap dinikmati.


"Jam segini kamu ngopi, enggak bisa tidur loh nanti!" komentar Caca seraya mengaduk Popmie miliknya yang sudah agak matang. Caca membuka tutup Popmie dan membiarkan uap panas hilang.


"Memang sengaja. Aku mau kerja semalaman. Ini lagi istirahat saja sebentar. Makanya aku minum kopi hitam. Kamu sendiri sebenarnya kerja dimana sih? Jadi apa?" tanya balik Eza.


"Aku jadi sekretaris di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Kebetulan bos aku ngadain sidak ke anak perusahaannya yang ada di Yogya dan Bali. Kalau kamu?" tanya Caca seraya menyantap Popmie dengan lahap.


"Aku cuma arsitek, Ca. Buka usaha sendiri. Aku ke Bali juga atas permintaan clien yang buawelnya minta ampun. Udah dikirimin draft masih aja minta ini itu, yaudah aku samperin aja ke Bali. Eh sampai di sini malah ditambahin kerjaan, yaudah terpaksa deh kerja keras demi cuan." Azhar melihat Caca yang begitu kelaparan. "Laper bener, Neng!"


"Iya. Tadi sehabis mandi aku ketiduran. Pas bangun perut aku lapar. Lalu mulailah aku berjalan dalam tidur ke minimarket ini." gurau Caca.


"Sambil bilang begini ya, Ca. Lapar... Lapar.... Lapar... Ha...ha...ha..."

__ADS_1


Caca dan Eza tertawa bersama. Tak menyangka kalau mereka sudah akrab meski baru dua kali bertemu.


Caca sudah menghabiskan Popmie miliknya. Ia mengusap perutnya yang kekenyangan. "Kenyaaaanggg!"


Caca tak langsung balik ke kamar. Caca dan Eza mengobrol sebentar tentang perbedaan antara di Jakarta dan Bali. Bagaimana kalau di Jakarta ia sudah tertidur lelap karena terlalu lelah di jalan. Eza juga beberapa kali membuat candaan lucu yang membuat Caca tertawa terbahak-bahak.


Eza tersenyum melihat gadis cantik super cuek yang berada di sampingnya. Jarang Eza menemukan gadis cantik namun begitu mengasyikkan seperti Caca. Gadis ini mampu membuat siapapun menyukainya.


"Cantik sekali." puji Eza dalam hati. Saat Caca tersenyum, jantung Eza langsung berdegup kencang. Belum pernah ia merasakan hal seperti ini sebelumnya.


Caca lalu melihat jam di Hp miliknya. Tak terasa sudah satu jam lebih ia pergi meninggalkan kamarnya. Tak ada panggilan masuk dari Azhar pertanda suaminya masih tertidur pulas. Dalam hatinya berdoa semoga keadaan aman terkendali.


"Udah malam, Za. Aku mau balik ke hotel lagi nih. Aku duluan ya! Selamat bekerja Bung Eza! Jangan minum kopi lagi kalau ngantuk, lebih baik sit up saja!" pamit Caca.


"Sampai bertemu lagi Nona Caca! Jangan lupa traktiran kopi untuk saya!" jawab Eza yang membuat Caca kembali tertawa.


"Siap!" Caca pun kembali ke kamarnya. Lampu kamar masih gelap, pertanda Azhar tertidur pulas, begitu yang Caca pikir.


"Darimana saja kamu?!" tanya Azhar seraya menyalakan lampu di atas nakas. Azhar menyalakan lampu kamar dan menatap Caca dengan lekat.


Caca meloncat kaget, tak menyangka kalau Azhar terjaga dan mendapati dirinya tak berada di kamar sejak tadi. "Aku pikir kamu tidur, Mas." jawab Caca seraya menaruh makanan yang ia beli di atas meja.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh, Ca! Dari mana saja kamu?!" Azhar mengulangi pertanyaannya.


"Aku habis beli makan. Lapar. Aku beliin kamu juga nih!" Caca mengeluarkan Popmie yang ia beli dari kantung belanja. "Mau aku buatkan sekarang?!"


Azhar menatap Caca dengan lekat. "Kenapa enggak bangunin aku?!"


Azhar begitu tegas dan serius saat ini. Sikapnya sama seperti kemarin saat sedang melakukan sidak di perusahaan. Salah jawab sedikit, bisa gawat.

__ADS_1


****


__ADS_2