Pesona Penggoda Nakal

Pesona Penggoda Nakal
Menemui Julie


__ADS_3

"Mama ikut, Ca!" ujar Mama saat Caca meminta ijin hendak menemui Julie.


"Mama yakin? Caca enggak mau ya Mama jadi sedih lagi dan malah buat Mama down kayak waktu itu!" tanya Caca.


"In sha Allah Mama yakin, Ca. Mama... Mau bicara dengan Julie. Jika memang Julie adalah wanita yang Kakak kamu begitu ingin lindungi sampai berkorban nyawa, maka Mama akan melaksanakan keinginan Kakakmu untuk menjaganya juga." jawab Mama penuh keyakinan.


Caca melihat ke arah Azhar yang mengangguk. Mengijinkan Mama untuk ikut serta. "Baiklah. Asal Mama janji tak akan terlalu sedih dan marah."


"Mama janji!" jawab Mama.


Mama pun pamit untuk berganti pakaian sebentar. Caca berjalan menghampiri Eza. Belum sempat ia berkata, Eza sudah tau apa yang ada dalam pikiran Caca.


"Lakukan yang membuat kamu bahagia, Ca. Ingat, aku cuma mau adiknya Baim bahagia!" ujar Eza.


Azhar begitu penasaran dengan hubungan keduanya, namun ia memilih untuk menahan diri. Ia akan bertanya pada Caca nanti saat waktunya telah tiba.


"Ayo! Kita pergi sekarang!" ajak Mama.


Caca lalu pamit pada Eza. "Za, aku pergi dulu ya! Maafin aku kalau membuat kamu kecewa. Ada hal lain yang lebih penting yang harus aku lakukan."


"Iya, Ca. Tak apa. Pergilah! Aku akan di sini sama Papa. Kami ingin taruhan bola, iya kan, Pa?" tanya Eza pada Papa.


"Iya, dong! Kalau kamu kalah, traktir Papa bakso ya!" ujar Papa.


"Kecil! Kayaknya Papa yang akan kalah deh sama aku!" Eza terlihat akrab dengan Papa. Mungkin ini salah satu cara Eza membalas jasa Kak Baim. Dengan memberikan lagi kehangatan yang tak bisa Kak Baim berikan lagi pada keluarganya.


Azhar terus memperhatikan bagaimana Eza bisa dekat dengan keluarga Caca. Timbul rasa iri dalam dirinya. Ia pun bertekad akan lebih dekat lagi dengan keluarga Caca nantinya.


Azhar, Caca dan Mama pergi bertiga ke rumah Julie. Meski rumah Julie terbilang mini, namun mobil Azhar masih bisa masuk ke dalam parkiran mobilnya. Azhar mematikan mobilnya dan mengajak Caca beserta Mama untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Azhar mengetuk pintu rumah Julie namun tak ada yang membukanya. Azhar membuka pintu yang ternyata tidak dikunci lalu mengajak Caca dan Mama masuk.


Rumah Julie terlihat gelap. Tak ada sinar lampu yang menerangi. Caca mengedarkan pandangannya di ruang tamu yang terkesan dingin. Tak ada sentuhan keluarga sama sekali.


Foto Julie saat masih kecil terpajang di ruang tamu, bersama kedua orang tuanya yang berdiri mengapit dirinya di sebelah kiri dan kanan. Julie nampak bahagia. Penuh kasih sayang, meski hanya sebentar yang ia rasakan.


Azhar memanggil nama Julie, namun tak ada balasan. Azhar masuk ke dalam dan membuka pintu kamar Julie. Nampak istrinya sedang duduk di bawah tempat tidur. Menyembunyikan wajahnya sambil memeluk lutut.


"Julie!" panggil Azhar sedikit lembut. Meski tak lagi mencintainya namun masih ada rasa kasihan dalam diri Azhar.


Julie mengangkat wajahnya yang terlihat tirus. Ia sangat lemah lalu...


Bruk...


Julie terjatuh pingsan.


"Caca! Ca!" Azhar berteriak memanggil Caca.


"Cepat buka pintu mobil! Kita bawa Julie ke rumah sakit!" perintah Azhar.


"Iya!" Caca menurut. Ia segera membukakan pintu mobil. Julie ditidurkan di pangkuan Mama. Wajahnya pucat dan terlihat begitu tirus. Bibirnya kering dan pucat. Benar-benar membuat orang lain kasihan melihatnya.


Azhar membawa mobil dengan agak ngebut. Ia tak mau terjadi apa-apa dengan wanita yang masih berstatus istrinya tersebut.


"Pucat sekali dia. Apa dia tak pernah makan? Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan dia?" tanya Mama pelan seraya terus memperhatikan wajah Julie.


"Kita doakan saja semoga Julie baik-baik saja, Ma." ujar Caca mencoba menenangkan.


Sesampainya di rumah sakit, Julie langsung dibawa ke UGD. Dokter langsung memeriksa keadaannya dan memasangkan infus di tangannya yang terlihat kurus. Mama, Caca dan Azhar menunggu sampai keadaan Julie lebih baik.

__ADS_1


Tak lama dokter berbicara pada Azhar. Dokter mengatakan kalau Julie dehidrasi karena kekurangan cairan. Julie juga diketahui belum makan karena itu ia pingsan. Beruntung, Azhar segera menemukannya dan membawanya ke rumah sakit.


Setelah keadaan Julie sudah cukup stabil, Julie lalu dipindahkan ke kamar perawatan. Mama memaksa, biar Mama saja yang menjaga Julie. Mama meminta Caca dan Azhar untuk menyelesaikan masalah mereka berdua sampai selesai. Mama bilang, Mama yang akan mengurus Julie, Mama ingin melaksanakan permintaan terakhir Baim dengan sebaik-baiknya.


Caca dan Azhar pun meninggalkan Mama. Mereka sadar kalau di antara mereka masih ada yang harus dibicarakan lagi. Azhar lalu mengajak Caca pergi ke rumah Mommy. Hal yang selama ini ingin Azhar lakukan, namun belum sempat yakni mengajak Caca ke rumah orang tuanya.


Caca terpukau saat melihat rumah yang sangat besar dan mewah di mana Azhar dibesarkan. Setelah membukakan pintu mobil untuk Caca, Azhar menggandeng tangan Caca dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Mommy yang sedang menonton TV di kamar begitu terkejut saat dikabarkan kalau menantu kesayangannya datang. Beliau tersenyum bahagia lalu memeluk Caca sambil menangis haru.


"Mommy pikir kamu nggak akan pernah menjadi menantu Mommy lagi. Mommy pikir, Mommy akan kehilangan kamu... Alhamdulillah, kamu masih tergerak hatinya dan ingin kembali pada anak Mommy."


Caca dan Azhar saling pandang. Mereka belum memutuskan dan mengatakan apapun. Mommy yang menyimpulkan sendiri.


"Setelah menikah secara resmi, kamu tinggal di sini ya! Temani Mommy. Mommy kesepian di sini. Mommy mau, kamu melahirkan banyak anak untuk Azhar. Mommy mau, rumah ini ramai dengan suara tawa dan tangis anak-anak yang begitu Mommy rindukan." Mommy bahkan sudah membuat rencana sendiri.


"Tentu, My! Caca dan Azhar akan tinggal di sini dan menemani Mommy menghabiskan masa tua Mommy dengan bahagia, dengan cucu-cucu Mommy yang membuat Mommy sibuk setiap harinya bermain dan bercanda dengan mereka semua, iya kan Ca?!" Azhar mengikuti keinginan Mommy. Cara tercepat sebelum Caca berubah pikiran.


"Mm... Iya." jawab Caca pada akhirnya. Selain tak mau membuat Mommy kecewa, Caca sebenarnya sudah memutuskan akan kembali berumah tangga lagi dengan Azhar.


"Kalau begitu, Mommy mau buatkan makanan yang spesial untuk menyambut kedatangan Caca hari ini! Mommy akan masak langsung untuk Caca tersayang!" ujar Mommy penuh semangat.


Caca tersenyum senang. "Wah aku tersanjung nih! Apa yang bisa Caca bantu?!"


"Ayo ikut Mommy! Kita masak di dapur!" ajak Mommy.


Sebelum Caca mengikuti langkah Mommy ke dapur, Azhar menarik tangannya. "Makasih ya, Ca. Makasih sudah memberi aku kesempatan sekali lagi. Aku janji akan membahagiakan kamu di sepanjang hidupku."


Caca kembali tersenyum, "Aku juga akan membahagiakan kamu Mas di sisa hidupku."

__ADS_1


****


__ADS_2