Pesona Penggoda Nakal

Pesona Penggoda Nakal
Pertengkaran Sengit


__ADS_3

Caca sudah siap menunggu kedatangan sang suami. Ia memakai baju yang mengundang gairah Azhar. Ia tahu, sebentar lagi sang suami akan datang.


Benar saja, saat sedang asyik menonton drama di TV tiba-tiba ada yang menekan password pintu apartemen. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Azhar?


Caca pura-pura terkejut melihat kedatangan Azhar. "Loh Mas? Ada apa malam-malam datang ke sini?"


Caca berjalan mendekat dan mengulurkan tangan untuk salim dengan Azhar. Nampak wajah Azhar begitu kusut dan emosi.


Tak menjawab pertanyaan Caca, Azhar langsung duduk di depan TV yang sedang Caca tonton. Ia gonta ganti beberapa channel sesukanya.


"Aku buatkan minum ya, Mas. Udah makan belum?" tanya Caca.


Caca menuangkan jus mangga ke dalam gelas dan menyuguhkannya pada Azhar. "Minum dulu, Mas. Baru cerita sama aku ada apa."


Azhar menurut. Ia meminum jus yang Caca suguhkan dan terlihat lebih tenang sedikit. Ia menaruh gelas di atas meja dan menatap Caca dengan lekat.


"Ada yang mengirimkan foto kita sama Julie." beritahu Azhar.


Caca pura-pura terkejut. "Foto kita? Maksudnya aku sama Mas? Foto apa?!"


"Foto saat kita sedang makan es krim malam itu."


"Hah? Masa sih? Aku enggak selfi loh saat kita makan es krim." elak Caca.


"Iya aku tahu. Bukan kamu pasti pelakunya. Fotonya diambil jarak jauh. Kayaknya Julie punya mata-mata deh, tapi aku ragu. Kok Julie baru tahu kalau aku sama kamu? Ini tuh kayak ada yang kirim foto ke Julie. Aneh banget!"


"Iya sih. Kalau Bu Julie sudah tahu lama pasti aku sudah dipecat." kata Caca dengan murung.


"Kamu enggak akan dipecat! Siapa yang berani pecat kamu? Selamanya kamu akan tetap di sisi aku!" jawab Azhar dengan berapi-api.

__ADS_1


Caca tersenyum senang mendengarnya. Ia lalu memeluk Azhar dan membuat emosi Azhar hilang seketika. "Makasih ya Sayang! Kalau di dekat kamu, aku selalu tenang dan nyaman."


Azhar mengecup pipi Caca. "Apa aku tinggal di sini aja ya?"


"Nanti Bu Julie makin curiga, Mas. Ini saja sudah curiga. Tapi aku kepikiran loh siapa yang sudah mengirimkan foto." pancing Caca lagi.


"Iya, aku juga."


"Memangnya tadi Mas enggak lihat siapa yang kirim?" tanya Caca lagi. Sengaja membuat Azhar kembali emosi.


"Enggak lihat. Aku udah terlanjur kesal melihat ada yang mengirimkan foto kita. Benar juga ya kata kamu, coba aku lihat tadi siapa yang kirim!"


"Lalu Mas bertengkar dong dengan Ibu Julie?!" tanya Caca lagi.


"Iya. Dia nuduh aku selingkuh. Aku balik nuduh dia saja yang duluan selingkuh!"


Caca lalu mengusap dada Azhar. Menenangkan suaminya yang terlihat emosi. Sudah cukup meledakkan bom pertama. Sudah membuat riak di pernikahan Azhar. Mereka mulai sekarang akan saling curiga lalu bom kedua akan Caca kirimkan lagi.


"Suapi ya? Kalau disuapi kamu, aku mau!"


Caca tersenyum seraya mencubit gemas pipi Azhar. "Tentu dong! Tunggu sebentar ya!"


****


Julie sangat marah mengetahui suaminya bersama cewek lain. Lebih marah lagi saat Azhar malah pergi meninggalkannya.


Sejak tadi Julie tak tenang. Ia mondar mandir di kamar. Penasaran dengan cewek yang bersama Azhar juga kesal karena Azhar meninggalkannya begitu saja.


Azhar mengatakan bahwa cewek tersebut adalah temannya, namun Julie tak semudah itu percaya. Mana pernah Azhar dekat dengan wanita lain selain dirinya?

__ADS_1


Azhar pernah cerita, saat ingin move on dari Julie ia memang melampiaskan dengan wanita lain namun tak ada yang sampai dekat dan berhasil meraih hati Azhar. Cewek ini berbeda. Cewek ini adalah saingan terberatnya.


Julie tak bisa tinggal diam. Ia harus mencari tahu siapa wanita yang sudah mendekati dan berhasil membuat suaminya berpaling darinya. Ia harus menjauhkan wanita itu sebelum dirinya kehilangan Azhar.


Julie terus menghubungi Hp Azhar, namun tak ada jawaban. Suaminya mematikan ponsel miliknya. Julie lalu mengambil kunci mobil dan pergi ke rumah mertuanya. Ia yakin Azhar berada di rumah Mommynya.


Dengan tidak sopan Julie menggedor pintu rumah Mommy. Tak lama pelayan di rumah Mommy membukakan pintu. Julie langsung menghambur masuk dan mencari keberadaan suaminya.


Mommy yang keluar kamar karena melihat keributan yang sedang terjadi sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan menantu kurang ajarnya tersebut. "Ck...ck...ck... Dasar wanita kurang adab! Bertamu ke rumah orang lalu berbuat seenaknya saja! Kamu pikir siapa kamu bisa melakukan hal seperti itu di rumah saya?!"


"Mana Azhar, My? Aku yakin Azhar pasti ada di rumah ini! Mommy enggak usah deh sembunyikan suami aku!" ujar Julie tanpa sedikitpun rasa hormat pada mertuanya.


Mommy marah akan kelakuan Julie namun ia tertawa puas melihat Julie ditinggal Azhar. "Kenapa? Ditinggal pergi Zha? Ha... ha... ha... Kamu pikir selamanya hanya kamu yang Zha cintai?"


Julie terdiam, dari perkataan mertuanya sepertinya mertuanya tahu kalau ada orang ketiga dalam rumah tangganya.


"Kenapa diam? Baru tau ya? Kasihan! Makanya jangan sombong jadi orang! Sok cantik, sok paling the one di hatinya Zha. Sekarang apa masih kamu seorang yang ada di hatinya Zha?!" sindir Mommy dengan pedas.


"Siapa dia? Siapa wanita itu? Mommy pasti tahu 'kan? Apa wanita itu suruhan Mommy?!" tanya Julie dengan penuh emosi.


"Suruhan Mommy? Kayak kisah novel pasaran kali ah! Untuk apa Mommy menyuruh orang lain? Memang cinta bisa dirancang kayak gitu?! Mereka tuh akan saling jatuh cinta karena mereka memang cocok. Cinta tumbuh dengan sendirinya dan karena dipupuk dengan kebaikan bukan kelicikan kayak kamu, cinta mereka tumbuh subur. Saran saya, siap-siap saja deh kehilangan Zha!" Mommy lalu tertawa puas dan masuk ke dalam kamarnya. Mengunci pintu agar perempuan gila di luar tidak berbuat nekat.


Julie menghentakkan kakinya di lantai. Rasa amarahnya semakin menjadi. Ia tahu Azhar tak ada di rumah ini, ia pun pergi dari rumah Mommy dan kembali ke rumahnya.


Sementara di tempat lain, Azhar menghabiskan waktunya dengan dimanjakan Caca. Disuapi makan. Dilayani di ranjang dan mau berangkat kerja pun disiapkan semua keperluannya.


"Andai kamu istri aku yang pertama dan bukan Julie... Ah, aku kok menyesal ya menikahi Julie? Aku hanya larut pada obsesiku untuk memiliki Julie, tanpa aku sadari aku sudah tak lagi mencintainya. Hanya kamu yang ada di hatiku saat ini." Azhar memeluk Caca yang tersenyum senang mendengar pengakuan cinta di pagi hari.


"Aku juga cinta sama Mas. Andai kita bertemu lebih dulu, pasti kita akan hidup bahagia..." Caca menunduk sedih.

__ADS_1


"Kita akan berumah tangga penuh cinta, bukan penuh dengan balas dendam semata." batin Caca.


****


__ADS_2