
Ini adalah kehidupan dia──Hyu Jin, yang selama ini disiksa oleh keluarga dia sendiri.
Hyu Mo, dia adalah kakak laki-laki Hyu Jin yang merupakan saudara tiri dia, begitupun dengan satu orang yang tidak pernah lepas dari pelukan lengan pria yang tidak kalah liciknya itu.
Hyu Mei, sekilas dia terlihat seperti seseorang gadis yang manis pada usianya yang ke 14 tahun, namun. Siapa yang menduga penampilan akan menipu mata?
Karena dia bukan anak kandung dari orang itu. Setidaknya selama 14 tahun itu──Hyu Jin bersyukur bisa hidup dan diberi makan oleh keluarga dia ini, ayah dia rupanya adalah seseorang yang bejat.
Hyu Bei──pria itu akan selalu mengganti simpanannya setelah bosan. Termasuk Hyu Jin yang merupakan anak dari pelacur yang dianggap haram dan merupakan ancaman bagi penerus asli.
Hyu Mo yang membenci Hyu Jin sengaja mempersulit adik tirinya dengan selalu membuat dia dalam masalah dan pekerjaan keras, tidak tanggung-tanggung adiknya juga join dalam perbuatan buruk kakak dia.
Meskipun sudah tahu kelakuan kedua anak ini yang nakal, Hyu Bei acuh tak acuh. Toh, dia tidak peduli dengan urusan anak yang dianggapnya tidak pantas dilahirkan itu.
Tentu saja, Hyu Jin hanya bisa menanggapi ini di dalam hati.
Perasaannya sudah kacau sejak itu, setiap hari saudara dia terus mengerjai dan memperlakukan Hyu Jin secara tidak manusiawi, sampai pada beberapa waktu yang akan menjadi puncaknya.
"Kau, ambil kayu bakar di hutan! Kalau tidak aku akan bilang kepada ayah untuk memasukan mu ke dalam api itu sebagai ganti kayunya."
Tentu saja, perkataan Hyu Mo itu hanya sebatas gertakan yang hanya dibuat untuk mengintimidasi Hyu Jin.
Tapi apa boleh buat, Hyu Jin yang merasa kedudukan dia tidak setinggi saudara dia itu hanya menundukkan kepala dan mengganguk sejenak.
"Heh, anak haram! Jangan pernah lupa tugasmu, ya? Sudah repot-repot kami memberimu makan. Kerja yang benar!" Setelah mengatakannya, Hyu Mei melempari Hyu Jin batu kecil.
Hyu Jin yang mendengar itu sekali lagi dalam hati dia menanggapi itu santai.
Semua hal yang berhubungan dengan ini sudah biasa baginya.
Tidak ada yang adil di dunia ini, kau tahu? Pikir Hyu Jin, ketika dia berniat pergi ke hutan, sesuatu terjadi.
Terlihat di atas langit sebuah benda yang akan Hyu Jin lihat sebagai sesuatu berbentuk bulat yang menyala terang mendekat ke arah dia.
"Apa itu?"
__ADS_1
Bingung, Hyu Jin berniat untuk menyelidikinya.
Belum sampai beberapa meter dia melangkah, ledakan besar terjadi tepat ketika bola cahaya itu menabrak tanah didepannya.
Sepertinya itu cukup dahsyat!
Pikiran Hyu Jin penuh dengan rasa ingin tahu, adalah sesuatu yang langka bagi dia melihat benda jatuh yang tidak biasa itu.
Ketika dia mendekat, dia melihat ada cahaya berwarna terang agak keputihan.
Sekelilingnya kacau tak karuan, seluruh tanah disana sudah menjadi kawah berdiameter cukup besar.
Tentu saja, itu masih belum memuaskan rasa penasaran Hyu Jin, ketika dia sekali lagi memperhatikan sesuatu yang lebih tidak biasa lagi.
Cahaya itu perlahan redup bersamaan ketika sebuah yang akan Hyu Jin kenali sebagai peti logam muncul.
...----------------...
Mereka berwarna emas dan mengkilap.
Hyu Jin berfikir itu adalah keberuntungan dia. Di dunia ini, sesuatu yang spritual seperti demikian dianggap bukan hal yang baru.
Contohnya, seperti Warrior menggunakan energi magis yang menyelimuti tubuhnya ketika bertarung yang dinamakan Spirit.
Hyu Jin pernah mendengar, pekerjaan menjadi warrior lebih menguntungkan daripada terlibat dalam urusan pemerintahan.
Mereka bebas dan bisa pergi kemana saja. Tidak ada aturan yang menyatakan kau harus tunduk kepada suatu kekuatan.
Meskipun begitu, ini hanya termasuk pada kategori profesi warrior bebas.
Kenyataanya, lebih banyak orang dengan profesi demikian bekerja untuk seseorang, semacam pengawal, atau, ada juga yang menjadi prajurit bayaran.
Biasanya negara akan membutuhkan jasa mereka untuk membantu di garis depan ketika sumber daya manusia yang dimiliki militer terbatas.
Di dunia yang dipenuhi dengan peperangan ini, memang sudah biasa bagi seseorang untuk menjadikan warrior sebagai pekerjaan utama.
__ADS_1
Mengabaikan itu, sepertinya Hyu Jin mendengar sesuatu dari dalam kotak.
[Buka aku .... Tolong lepaskan aku ...]
Hyu Jin mendengar itu sebagai sebuah suara minta tolong, namun dia sekali lagi meragukan keberfungsian telinga dia.
"Mereka pasti rusak karena sering mendengar suara cacian dan kata kasar, aku tahu aku hanya salah mendengarnya karena terlalu bersemangat."
Hyu Jin tentu saja tidak menggubris kalimat itu, sampai sebuah, "Aku akan memberimu kekuatan ... Tolong lepaskan aku!" akan terdengar bersamaan ketika Hyu Jin melompat mundur begitupun dengan peti yang mulai terbuka.
[Bwahahaha! Rasakan itu! Aku akhirnya kembali ke dunia ini!]
...----------------...
"Tunggu, kau siapa?"
[Hanya sebuah pedang tua yang disimpan selama ratusan tahun.]
Dia tidak berbohong, pemilik suara tadi yang telah mengejutkan Hyu Jin ternyata hanya sebuah logam runcing berwarna emas yang sepertinya kelihatannya mewah.
"Tunggu, ini tidak mungkin? Pedang bisa berbicara?"
Hyu Jin syok dalam hati, hal yang mengejutkan dalam hidup dia terakhir kali adalah melihat ayah dia yang tengah berbuat mesum dengan simpanannya yang lain tanpa sepengetahuan Hyu Mo, bahkan ini lebih mengejutkan lagi. Ketika pria itu mengaku kurang puas dengan istri sah dia.
[Ku lihat kau adalah pemilik baruku sekarang.]
"Aku tidak tertarik memiliki pedang horor seperti ini."
[Ah, jangan mengganggap aku sebagai benda terkutuk.]
"Kalau bukan benda seperti itu ..."
Hyu Jin menghela nafas panjang, (Kupikir dia bisa dijual karena bentuk dia yang menarik dan terlihat mahal.)
[Jangan pernah melakukan itu, atau aku akan memenggal kepalamu sampai mematahkan tulangmu hingga hancur!]
__ADS_1
"Eek?"