
Mengabaikan masalah Hyu Mei, Hyu Jin fokus kepada persoalan utama.
"Nah, karena saudara ku akan mengadukan ini kepada Ayah. Jadinya aku ingin agar mobilisasi dilakukan secepat mungkin."
Karena bisa dipastikan bahwa ancaman dari Hyu Mei bukan main-main, pasalnya dia akan menceritakan potensi tentang kota ini. Meskipun Hyu Jin yakin itu memerlukan waktu untuk membuat seluruh orang-orang di keluarga Hyu percaya keberadaan kota ini.
"Jadi Tuan Muda, anda berniat untuk menamai kota ini ..."
"Qudong saja."
Karena menurut Hyu Jin ini hanya tentang memperbaharui bukan mengubah, jadinya dia ingin agar semua penduduk Qudong tidak berganti identitas tempat tinggal.
Hyu Jin bersama Penasehat Yao kemudian memulai rapat mereka, untuk alasan tertentu Lulu berhasil mengumpulkan beberapa jumlah pria yang nantinya akan dimobilisasi untuk militer.
Hadiah dari menyelesaikan misi menjadi kepala desa sementara sudah membuat Hyu Jin memiliki pengikut sendiri, yang kelak nantinya bisa direkrut menjadi pasukan dia.
Hyu Jin mengambil positif saja, "Aku tidak pernah berfikir keluarga Hyu akan langsung mengerahkan seluruh pasukannya demi sesuatu yang belum mereka ketahui."
Contohnya tentang Kota Qudong, karena ini baru dibangun jadinya Hyu Mei mungkin akan sedikit mendapatkan kesulitan untuk meyakinkan orang-orang ketika mengatakan Hyu Jin yang membangun kota sendiri dalam waktu kurang dari 1 Minggu.
Begitupun dengan pihak keluarga Hyu yang kemungkinan menurut Hyu Jin kalau tidak mengerahkan pasukan dalam skala besar berarti.
"Nah, biasanya mereka akan mengirim utusan."
Jarak antara Kota Qudong dengan rumah Hyu cukup jauh dengan kereta apalagi jalan kaki, Hyu Jin merasa dia memiliki waktu sementara menunggu Hyu Mei sampai di rumah.
Hyu Jin kemudian dipanggil oleh Lulu yang baru masuk ke dalam ruangan, "Tuan ... Mereka sudah menunggu."
Hyu Jin memiringkan kepala, "Untuk apa?"
...----------------...
"Apakah aku harus melakukan ini, Penasehat Yao?"
Karena ini adalah pertama kalinya Hyu Jin berdiri diantara ribuan lebih pasang mata, nah ... Bisa dibilang keringat dingin mulai membasahi wajah dia.
Penasehat Yao berdiri disamping Hyu Jin sambil berusaha untuk menenangkannya.
"Tuan Muda hanya perlu memberikan pidato, ah ... Mungkin saya harus memanggil Yang Mulia Pangeran."
__ADS_1
Hyu Jin tersenyum kecut, menurut dia panggilan itu terlalu formal untuk seorang yang dekat dengannya. Hyu Jin ingin mengoreksi itu, namun karena mereka berada pada kerumunan publik jadinya dia akan menyuruh Penasehat Yao merevisinya nanti.
"Yang pertama-tama saya ingin katakan adalah, saya bukan berasal dari keluarga Hyu. Juga, bukan berasal dari keluarga bangsawan di wilayah ini."
Tentu saja, beberapa jumlah sebagian besar orang terkejut mendengar itu. Sementara sedikit dari ribuan terlihat bersikap biasa saja seolah-olah sudah mengetahui semuanya. Benar saja, ketika Hyu Jin perlahan menceritakan tentang masa lalu dia.
"Jadi saya ingin meminta dukungan kalian, demi mengembalikan tahta yang telah dicuri oleh orang itu." Hyu Jin mengepalkan tangan, sambil mengarahkannya ke udara, dia sempat untuk mengambil pedang dalam sarung yang kemudian membuat seluruh para hadirin mengangkat senjata, "Saya meminta bantuan kalian. Tolong pinjamkan kekuatan kalian demi memenuhi keinginan egois saya!"
Para hadirin berseru lantang, "Oooo! Habisi mereka!"
...----------------...
Hal yang pertama Hyu Jin lakukan setelah memenuhi persyaratan membangun kota adalah.
[Selamat, karena persyaratan telah terpenuhi. Master mendapatkan, 1 special box, 1 000000000 gold, 100 armor, 5 fate Point.]
[Setiap fate Point bisa digunakan untuk kebutuhan kota, bahkan merubah nasib seseorang. Master sekarang mempunyai 5 fate Point, apakah master ingin menggunakan mereka untuk membangun jalan?]
Hyu Jin bergumam, "Ugh ... Bukankah ini terlalu tidak masuk akal?" Sekarang jalan, dan sebelumnya kota? Setelah ini apa lagi?
System kemudian memberikan pemberitahuan lain.
[Tugas penting! Setelah mendirikan kota pertama, Master diharapkan untuk menaklukan seluruh kekuasaan Hyu. Total waktu yang tersisa adalah (1) bulan.]
Hyu Jin tersedak nafasnya.
"Tunggu! Bagaimana aku bisa melakukan itu dalam waktu secepat ini?"
Dia baru membentuk pasukannya sendiri yang kurang lebih berjumlah 100 orang saja, jadi jika itu sekarang dihadapkan dengan 1000 lebih tentara dari pihak keluarga Hyu.
"Tunggu, mungkin aku bisa melakukan sesuatu."
Hyu Jin memutar otak dia, dia memeriksa total saldo uang yang dimiliknya dan berencana menggunakan semuanya untuk melakukan sesuatu.
...----------------...
"Ada satu desa yang kondisinya tidak jauh berbeda dari Qudong."
Mengingat kalimat itu, Hyu Jin dan Niu dengan mengendarai kuda akan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Penasehat Yao.
__ADS_1
Desa itu adalah desa Meidong. Sama seperti Qudong Meidong setidaknya diserang oleh beberapa jumlah hewan buas dalam beberapa hari terakhir.
Sesampainya disana Hyu Jin mendatangi seseorang yang merupakan kepala desa tersebut.
"Aku ingin agar kalian bergabung dalam Negara bentukanku."
"Tunggu dulu, Tuan? Anda siapa, kenapa anda meminta kami untuk bergabung?"
Hyu Jin menjelaskan garis besarnya, dia kemudian memberikan fate Point kepada kepala desa itu yang kemudian secara reflek membuat pria dihadapannya memasang raut wajah pucat.
"Tidak mungkin? Pangeran ..."
Pria itu langsung menundukkan kepala lalu bersujud. Sosok kaisar Lyu I adalah yang paling dia kagumi selama berada di kekaisaran ini, jadi bisa bertemu dengan keturunannya sungguh termasuk sesuatu yang langka baginya.
"Aku ingin tahu, kenapa Pangeran Lyu II melakukan pemberontakan."
"Mengesampingkan soal itu, bagaimana jawabanmu?"
Kepala desa Meidong berfikir keras, "Ah, aku tidak yakin. Meskipun anda adalah Pangeran, namun saya tidak bisa menjanjikan keberpihakan kami kepada pihak anda."
Hyu Jin sudah tahu garis besarnya. Pria dihadapannya terlihat serba salah sekarang.
Namun Hyu Jin tidak berusaha menyudutkan orang ini. Yang Hyu Jin inginkan adalah bergabung secara sukarela, jadi Hyu Jin akan melakukan sesuatu demi membuat Meidong menjadi bagian dari pengaruh kota Qudong.
"Aku akan membantu mengatasi masalah kalian. Dimana para hewan buas itu bersembunyi?"
Kepala desa terlihat terkejut dengan ucapan itu.
"Yang Mulia Pangeran ingin membantu kami mengatasi mereka?"
Hyu Jin menggangukan kepala, sementara menunggu kepala desa memberitahu lokasinya.
"Kalau aku mengalahkan mereka, apakah kau akan berpihak kepada kami?"
Kepala desa itu memikirkan dua kali. Dia tahu betul bahwa masalah ini sudah sangat runyam karena tidak pernah mendapatkan bantuan dari penguasa setempat, diperparah oleh biaya pajak di tengah keterpurukan mereka.
Jadi, menurut kepala desa kalau Hyu Jin bersedia memberikan perlindungannya dia akan secara sukarela, bahkan sangat ingin bergabung.
"Oke ... Kita sepakat."
__ADS_1