
Karena Hyu Jin sudah mengatakan semua, jadi Hyu Jin tidak pernah memikirkan akibat dari menteleportasi massal berton-ton beras di satu lokasi.
"Apa-apaan ini?!" Tabib Yao yang melihat karung demi karung besar mulai berjauhan ke arahnya menjerit histeris.
Hyu Jin memandang takjub semua karung itu, mereka berjumlah ratusan bahkan lebih. Hyu Jin buru-buru tersadar ketika salah-satu dari mereka menampar wajahnya.
"Ugh ... Aku terlalu berlebihan."
"Tuan tidak kenapa-kenapa?"
Hyu Jin mengganguk meyakinkan, Niu Jingyi tidak terlihat tertimbun apapun, mengesampingkan soal itu. Pak Tua Yao sekarang tinggal lengan yang menjulur ke atas.
"Tabib Yao!"
...----------------...
"Itu tadi apa-apaan Tuan Hyu?"
Tabib Yao mempertanyakan alasan kemunculan semua karung beras ini, termasuk dia yang sekarang sakit pinggang karenanya.
"Nah, bisa dibilang mereka aku berikan kepadamu sekarang."
Hyu Jin pada akhirnya meluangkan waktu demi harus mengumpulkan mereka ke suatu tempat.
Pasalnya jika dibiarkan di jalanan, Hyu Jin merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Jadi, Hyu Jin meminta Yao agar meminjamkan kediamannya demi menyimpan semua karung tersebut.
Tabib Yao masih merasa belum mendapatkan jawabannya, karena Hyu Jin tidak berniat memberitahu, jadinya dia hanya diam dan memandangi rumahnya.
"Masalahnya adalah mereka bahkan terlalu banyak sampai menghabiskan seluruh ruang di rumahku, bahkan halamanku."
Tabib Yao memijat kepalanya, dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana mengurusi semua karung yang mendominasi di rumah kecilnya.
Hyu Jin tersenyum canggung, "Nah ... Bagaimana kalau memberikan semuanya kepada penduduk Qudong."
Tabib Yao mematung ditempatnya, "Tunggu ... Maksud Tuan Muda adalah Tuan ingin memberikan bansos kepada seluruh warga?"
Hyu Jin menanggapi setuju, "Nah, itu maksudku. Tapi, aku ingin agar kau mengurusinya. Bilang kepada semuanya bahwa semua beras ini berasal dari pihak pemerintah, mereka pada akhirnya mempedulikan rakyat."
Tabib Yao menggeleng tidak setuju, "Kenapa tidak atas nama Tuan Muda?"
Hyu Jin tersenyum pahit. "Selama ini aku merasa kalian menurunkan sikap nasionalisme karena berbagai bencana ini, jadi aku ingin memperbaikinya. Katakan saja semua berasal dari Kekaisaran, selebihnya Tabib Yao bisa urus sendiri."
Hyu Jin sebagai seorang pangeran tentu masih mencintai warganya, meskipun dia sudah dilupakan saat ini. Dia tidak ingin membiarkan negara dia terpecah menjadi ribuan bagian, oleh karena itulah dia ingin menetralisir bibit-bibit kebencian.
"Tuan muda terlalu baik hati, oleh karena itulah saya semakin kagum kepada sikap beliau."
Sambil mengatakan itu tabib Yao melihat Hyu Jin yang sekarang sudah berlalu dari rumahnya.
[+10.000 Point kepercayaan.]
...----------------...
Keesokan dan keesokan harinya lagi, Hyu Jin dan Niu demi hari berjuang mengatasi Assault Wolf di bagian sektor barat.
Semuanya mereka lakukan dengan sungguh-sungguh, meskipun pada sejatinya mereka melalui itu dengan begitu mudahnya karena peningkatan statistik Hyu Jin begitupula Niu yang drastis pada beberapa waktu lalu.
• Nama: Hyu Jin
LV: 8 (Next Level 90800/ 100000 Exp)
__ADS_1
HP (Health Point'): 55.101
ATK (Attack): 65.101
DEF (Defense): 55.101
STA (Stamina): 77.101
AGI (Agility): 59.101
Pesona: 600
Spirit Energy: 1000
Total Saldo di Bank: 1000361000
• Nama: Niu Jingyi
Point: 1000 (Kepercayaan)
Point: 5000 (Kesetiaan)
Class: Shinobi LV 5 (13500 / 50000)
HP (Health Point'): 20.001
ATK (Attack): 21.001
DEF (Defense): 19.001
STA (Stamina): 17.001
Dating: 15
Hyu Jin menatap air di sebuah sungai. Ketika dia membasuh wajahnya, secara reflek Hyu Jin melihat sesuatu yang asing.
Di bagian wajahnya, mereka tidak lagi menjadi semacam anak-anak di usia 14 tahun. Bahkan, Hyu Jin tidak mengenali siapa wajah itu.
Hyu Jin menanyakan hal ini kepada Niu Jingyi, gadis itu menatap Hyu Jin takjub untuk beberapa saat sebelum menjawab.
"Tuan masih sama seperti sebelumnya, meskipun di bagian tertentu ada perubahan."
Hyu Jin tidak mengerti apa maksudnya. Dia kemudian memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. Kali ini, pada keesokan harinya, Hyu Jin justru menemukan hal yang berbeda dari Niu Jingyi.
"Wajahmu, kenapa mereka agak terlihat dewasa?"
Hyu Jin tadinya mengenal Niu sebagai seorang bocah di usia 12 tahunan, yang sekarang terlihat pada usia 15 atau lebih. Mereka agak dewasa, setidaknya untuk beberapa bagian tubuh lain terlihat mulai tumbuh dengan baik.
Selain itu, Hyu Jin tidak bisa berhenti memikirkan para warga yang kali ini mengerumuni Hyu Jin ketika pulang dari perburuan.
"Tuan Muda Hyu, apakah Tuan berkenan menerima buah-buahan ini dariku?"
Seseorang menawarinya makanan, Hyu Jin menerima itu dengan tanpa sungkan.
[+10.000 Point kepercayaan.]
Di tempat lain, terlihat beberapa orang tengah berkerumun untuk memanggang sesuatu.
"Tuan Muda Hyu, bagaimana kalau mencicipi daging ini. Kami baru saja memasaknya tadi, jadi kami ingin agar Tuan Hyu mencicipinya terlebih dahulu."
__ADS_1
Tentu saja dengan nasi, Hyu Jin diberikan mangkuk besar berisi lauk pauk daging panggang itu. Hyu Jin menerimanya, tanpa ragu dia memakan itu.
"Bagaimana?"
"Yup, mereka cukup nikmat."
[+5.000 Point kepercayaan.]
[+5.000 Point kepercayaan.]
[+5.000 Point kepercayaan.]
[+5.000 Point kepercayaan.]
[+5.000 Point kepercayaan.]
Di suatu tempat lagi. Ada seseorang yang tengah memancing di sungai.
"Aku tidak tahu siapa pahlawan yang baik hati yang sudah membantu mengusir para serigala dari tempat ini. Yang pasti berkat bantuannya aku pada akhirnya bisa memancing seperti kebiasaan sebelumnya."
Hyu Jin tersenyum canggung, (Kalau aku berkata bahwa akulah yang melakukannya.)
Dia pikir penduduk itu tidak akan percaya, Hyu Jin lebih memilih untuk tidak berkata apapun, pemancing itu terlihat tersenyum kecil.
"Kalau berkenan, saya ingin agar Tuan Muda menerima ikan ini. Oh bagaimana kalau kita memakan mereka sekarang?"
Hyu Jin menatap Niu.
Mereka menerima ajakan itu karena sepertinya perburuan di sektor barat menyebabkan perut mereka agak kosong.
[+25.000 Point kepercayaan.]
Hyu Jin cukup merasa aneh, beberapa waktu ini, dia terus mendapatkan hadiah demi hadiah dari penduduk Qudong. Terlepas dari semua itu, rupanya ketika Hyu Jin tidak sengaja melihat anak-anak di taman.
"Tuan muda, maukah kau menjadi pemeran pahlawan di pertunjukan kami."
(Rupanya hanya permainan anak-anak.)
Hyu Jin yang sudah diborong oleh anak-anak wanita segera dipaksa untuk memakai perlengkapan baru.
"Ugh ... Mereka agak kecil. Namun aku masih bisa memakainya."
Sementara itu, "Etto ... Aku harus bagaimana?"
Ketika Hyu Jin melihat dari pihak laki-laki, Niu Jingyi langsung menjadi pusat perhatian ketika Hyu Jin melihat Niu memakai kostum menyerupai penjahat.
"Bwahahaha! Kami adalah penjahat terkenal di wilayah ini, siapapun yang melawan akan menerima hukumannya." Tentu saja, itu hanya salah satu akting dari anak-anak. Mereka terlihat serius.
"Kyaaa! Kalahkan penjahat itu, Tuan Muda!" Para gadis mulai berteriak. Wow, mereka rupanya lebih serius lagi.
"Jangan kalah Kak Niu!"
Niu Jingyi menatap para laki-laki ragu, dia mencoba untuk berkata, "Etto ... Aku akan melakukan yang terbaik."
Pada bagian ini, Hyu Jin sudah bisa menebak garis besarnya. Hyu Jin rupanya harus mengalahkan Nih Jingyi terlebih dahulu, karena dia sepertinya adalah pemimpin dari kelompok itu.
Sepertinya demikian, pikir Hyu Jin, dia kemudian menerima tinju di bagian dagu ketika Niu tiba-tiba menyerangnya. Hyu Jin terbang ke langit sejauh beberapa meter.
"Oooh! Pahlawan kalah!"
__ADS_1
"Tuan muda?!"