Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 14


__ADS_3

(Tunggu, apa? Jadi selain Point, box misteri juga bisa memberikanku perlengkapan?)


Hyu Jin sebenarnya dalam hati berusaha untuk menahan keterkejutan demi pemberitahuan yang mulai dia baca itu.


Semuanya pada awalnya pemberitahuan hadiah normal, sampai pada bagian tertentu ada hadiah khusus, istimewa.


[Apakah Master ingin menggunakan armor yang baru saja didapat?]


Hyu Jin tentu saja menjawab, "Iya! Aku ingin memakai mereka sekarang!" Sementara itu, tubuh dia mulai mengeluarkan cahaya terang.


Apa yang sebelumnya dia kenakan sebagai baju kain tipis penuh dengan noda merah sekarang dilapisi oleh benda keras yang sepertinya terbuat dari logam.


Tidak berhenti disana, dia juga mendapatkan pedang baru. Pedang lama dia sudah hampir rusak keadaanya pada saat ini, mereka mungkin masih sanggup bertarung beberapa waktu lagi.


Namun, Hyu Jin lebih mengedepankan kualitas dan keefektifan, jadi dia berencana menggantinya. Toh, mungkin saja pada kesempatan lain dia bisa mendapatkan yang lebih bagus lagi.


"Sekarang tinggal armor wanita itu, etto ... Apakah mereka cocok untuk Niu?"


Hyu Jin melihat itu rupanya satu set perlengkapan, jadi Hyu Jin mengira Niu akan mendapatkan semua pelindung dia asalkan kompatibel dengan tubuhnya.


[Mencocokan dengan target ... 1% ... 2%... 3% ...]


[Berhasil✓]


Sebuah cahaya kemudian muncul lagi di tangan Hyu Jin, semacam benda menyerupai armor ringan.


Rupanya itu adalah perlengkapan milik Niu.


Hyu Jin berniat untuk memberikannya langsung pada gadis itu, ketika dia melakukannya.


"Darimana Tuan mendapatkan ini?"


Tentu saja, Hyu Jin tidak bisa menjawab mereka muncul begitu saja melalui bantuan System secara ajaib. Alasan itu menurutnya terlalu tidak masuk akal, jadi Hyu Jin berkata.


"Ah, sebelumnya aku sudah memikirkan tentang Niu yang seharusnya sudah memiliki armor sendiri, aku tidak ingin Niu terluka berat karena alasan sepele. Jadi aku memutuskan untuk membelikan ini untukmu, mungkin mereka bisa mengurangi efek serang lawan."


Tentu saja, alasan itu cukup bisa diterima. Meskipun pada kenyataannya Hyu Jin mendapatkan itu bukan melalui proses pembelian. Nah, dia sedikit berbohong dalam kesempatan itu. Maafkan aku, Niu.


Niu menerima itu dengan wajah agak bermasalah. Pasalnya baru kali ini dia menerima hadiah. Hyu Jin tidak tahu, bahwa gadis itu sekarang berada pada situasi "Gugup" karena diberikan hadiah demikian.


"Apakah saya harus memakainya sekarang?"

__ADS_1


Setelah Niu membawa kedua mata dia untuk menilai perlengkapan itu, Hyu Jin menggangukan kepala, mengabaikan pertanyaan Niu yang sekarang menundukkan kepala merah.


"Jadi Tuan menginginkan saya memakainya sekarang juga, ya?"


Hyu Jin tidak paham maksud Niu, dia mengira Niu tidak menerimanya, "Apakah kau tidak suka?"


"Ah, tidak ... Bukan begitu maksudku!" Niu menggelengkan kepala cepat.


Dia kemudian buru-buru meletakan armor itu di tanah, dia secara perlahan melepas atasannya yang kemudian disusul dengan sesuatu yang kembar mulai──(T-tunggu dulu!)


"Kenapa harus melepas pakaian?!"


Wajah Hyu Jin memerah, dia kemudian membalikan badan. Dia sempat untuk melihat itu selama beberapa saat, namun tidak lebih. Suasana kemudian menjadi canggung.


"Iya, maksudku ... Karena sepertinya mereka lebih didominasi oleh jenis kain, jadinya aku harus mengganti pakaian lamaku untuk memakainya..."


Hyu Jin akhirnya memahami perasaan Niu yang agak gugup ketika dia berkata begitu sebelumnya.


(Kenapa tidak bilang?) Hyu Jin sekarang merah tomat pada prosesnya, "Ah, pokoknya kamu harus memakai pakaianmu dulu!"


...----------------...


[Karena Niu merasa puas atas hadiah Master, +10 Point dating.]


Hyu Jin bergumam dalam hati, "Cinta?"


[Ketika mereka menjadi 100, Master akan mendapatkan Perlakuan khusus dari bawahan.]


(Ugh ... Tidak mungkin.) Hyu Jin menduga Niu tidak memiliki perasaan itu kepadanya, (Dan tidak mungkin dia menyukaiku seperti itu.) Setidaknya sebagai seorang pria.


Hyu Jin lebih percaya Niu hanya bertingkah begitu hanya demi membalas pertolongan Hyu Jin sebelumnya.


Ketika Hyu Jin memikirkannya, Niu yang sudah mengenakan armor warrior yang dimodifikasi menjadi standar untuk shinobi wanita datang menghampirinya.


Niu berkata sambil malu-malu, "Bagaimana, Tuan?"


Hyu Jin masih mematung, pasalnya karena sebelumnya Niu termasuk mengenakan pakaian penduduk biasa, jadinya pada bagian tertentu semua tertutupi. Termasuk bagian lutut.


Namun, sekarang Hyu Jin sanggup melihat bentuk tubuh bahkan di bagian bawahan rok dia. Mereka sudah tidak panjang menyentuh pergelangan kaki dan diperpendek sampai melebihi atas lutut, sementara baju Niu sekarang agak lebih ketat.


Hyu Jin berusaha untuk tenang, ketika dia nyaris bisa melihat Daleman yang dipakai Niu pada saat angin sedikit membuat bawahannya terbang.

__ADS_1


"Nah, mereka sepertinya cocok untukmu."


[+5 Point dating, karena bawahan Niu merasa senang atas pujian Master. Jumlah statistik Dating bertambah.] Bersamaan dengan itu, [Selamat, Master mendapatkan kepercayaan pertama penduduk, +200 Point kepercayaan.]


[Tugas tambahan, menyelesaikan pekerjaan menjadi kepala desa sementara dan memenangkan hati para warga! Total Point kepercayaan yang terkumpul saat ini, 190 / 100000.]


...----------------...


Hyu Jin terus memikirkan hal ini sebelumnya, "Kenapa tiba-tiba System memberitahu tentang peningkatan Point kepercayaan itu?!"


Hyu Jin tidak pernah merasa melakukan sesuatu yang luar biasa sehingga bisa mendapatkan kepercayaan. Terlebih, dia sedang sendiri tanpa terlibat dengan penduduk Qudong.


Hyu Jin tidak memikirkannya lebih jauh, "Atau mungkin karena tabib itu?" Nah, Hyu Jin menduga dia mendapatkan Point ini dari Kakek Tua Yao.


Jadi Hyu Jin tidak mempermasalahkan hal ini lagi lalu pergi ke Qudong, setelahnya.


[+100 Point kepercayaan.]


[+100 Point kepercayaan.]


[+100 Point kepercayaan.]


Orang-orang menatap Hyu Jin heran, mereka memandangi Hyu Jin dengan kali ini agak tidak sembunyi berbeda seperti sebelumnya.


Hyu Jin tentu merasa sudah biasa. Dia tetap berjalan meskipun ditatap demikian. Sayangnya hal tersebut berbeda untuk Niu Jingyi yang sekarang dipenuhi rasa gugup.


"Apakah kau merasa tidak nyaman dengan itu?"


Niu menggangukan kepala, "Iya, agak ketika berbelanja ... Tapi Tuan tidak perlu memikirkannya lebih jauh."


"Hmmm?" Hyu Jin menuruti, mereka akan sampai ke sebuah lokasi dimana Tabib Yao berada.


"Ah, kebetulan."


"Tuan Muda Hyu."


Setelah Tabib Yao menyapa Hyu Jin untuk perta kali, Hyu Jin kemudian bergumam dalam hati, "Bagaimana, ya? Cara untuk memberikan beras itu kepada tabib Yao."


[Apakah Master ingin memberikan 50 ton beras kepada Tabib Yao?] Nah, ini adalah kalimat yang Hyu Jin tunggu.


"Tentu saja."

__ADS_1


Tabib Yao sekarang mematung di tempatnya.


__ADS_2