Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 2


__ADS_3

Mengabaikan kalimat pedang itu, Hyu Jin melihat kayu bakar yang berada di tanah.


"Oh tidak, aku harus kembali atau Kakak akan memarahiku."


Karena itu hanya sebuah pedang, jadinya Hyu Jin mau tidak mau akan mengambilnya.


Sejujurnya Hyu Jin berharap sesuatu yang lebih dari itu, (Setidaknya aku berharap bisa mendapatkan uang lebih untuk bisa makan enak.)


Karena selama ini dia hanya makan makanan sisa orang-orang di rumah. Jadinya Hyu Jin tidak pernah mendapatkan hidangan yang layak selama hidupnya.


[Nah, kau akan mendapatkannya jika menuruti perkataan ku.]


"Permisi?"


...----------------...


"Oi, bocah! Lama sekali mengumpulkan kayu bakarnya?"


"Maaf, Kak."


Sebuah tinju kemudian dilepaskan bersamaan ketika Hyu Jin baru saja sampai di depan gerbang rumah.


"Anak yang tidak tau diuntung, suasana hatiku sangat kacau hari ini, tahu? Kau beruntung bisa menjadi tempat pelampiasan ku!"


Mengabaikan Hyu Jin yang sekarang sudah berlutut di tanah, sambil memeriksa kepalan tangannya Hyu Mei menatap dia sinis.


"Hehe ... Kakak Mo, kenapa tidak sekalian menjadikan dia sebagai target latihanmu?"


"Ho, ide yang bagus."


Orang yang mengatakan itu tentu saja seorang gadis yang selama ini selalu menyulitkan Hyu Jin hanya bermodalkan perkataan.


Mulut dia bagaikan senjata beracun yang lebih mematikan dari tusukan pedang. Jika Hyu Mo mempersulit Hyu Jin dengan perbuatan, Hyu Mei justru lebih buruk lagi.


Dia suka mengadu domba, membuat hidup orang menderita dengan memperalat orang lain demi sesuatu yang dia anggap sebagai hiburan.


Hyu Jin tahu betul kedua sifat saudara tiri dia ini. Oleh karena itulah, selain mereka, tidak ada yang lebih parah lagi di keluarga ini dalam hal kebrutalan dibandingkan mereka──oh, jika tidak memasukan Hyu Bei dalam daftar tentunya.


...----------------...


[Pasti sakit, bukan?]


"Sangat ... Awww ... ."


Pedang seperti mengasihani Hyu Jin, seperti kalimat yang akan dikeluarkan oleh kebanyakan orang ketika melihat seseorang dalam kondisi terpuruk.


[Bagaimana kalau kau mempertimbangkan penawaranku? Aku akan membantumu membalas perbuatan orang ini, lalu kemudian kau jadilah pemilik ku, bagaimana?"

__ADS_1


Hyu Jin terdiam sejenak sebelum menatap pedang.


"Hei, kenapa aku harus percaya kepada sesuatu yang bukan makhluk hidup?"


[Aku memang bukan makhluk, tetapi lebih tepatnya benda yang hidup.]


Hyu Jin melebarkan mulut.


"Kalau begitu, bisakah kau melakukan keajaiban?"


...----------------...


Hyu Jin tidak tahu, ketika dia akan dihadapkan kepada seseorang yang Hyu Mo undang untuk berlatih tanding──Atau kita bisa menyebutnya sebagai target pelampiasan.


Karena Hyu Jin tidak dibenarkan melakukan segala bentuk perlawanan ataupun pembelaan dalam peraturan pertandingan.


Dengan kata lain, itu hanya berlaku kepada perlawanan berat, bukan ringan. Jadi, Hyu Jin masih bisa membalas sedikit perbuatan lawan dia seadanya.


"Jadi, selamat berjuang menahan rasa sakit lagi, fufufu ..."


Hyu Mei berlalu dengan mengibaskan payung dia, meninggalkan Hyu Jin sambil tersenyum mengejek. Sementara Hyu Mo tampak tertawa melihatnya.


Kedua orang ini, bahkan Hyu Jin tahu dia masih cukup muda untuk mendapatkan perlakukan yang seburuk seperti sekarang.


Usia dia hanya 14 tahun, benar, dia setara tentang umur dengan saudari perempuan tiri dia.


[Dengarkan aku, ketika kau berhasil menghajar kepala pria yang sekarang lawan mu itu, maka hadiah System akan kau dapatkan.]


Seperti semacam "Ting!" yang akan didapat Hyu Jin ketika selesai melakukannya.


"Tunggu dulu, bagaimana hal yang tidak masuk akal itu bisa terjadi?"


[Semuanya tidak bisa dijelaskan dengan logika. Intinya, aku bisa mengubah kehidupanmu dengan bantuan System. Atau kau bisa menyebutku sebagai pusaka kuno andalan para Warrior yang paling dicari di seluruh dunia.]


"Jangan terlalu sombong hanya karena kau bisa berbicara."


...----------------...


(Ada apa dengan orang ini?)


Ketika Pria yang diundang Hyu Mo melihat Hyu Jin seolah-olah berbicara dengan sendiri.


(Puft ... Apa-apaan itu?)


Pria itu pikir, karena Hyu Jin terus menerus mendapatkan tekanan mental oleh saudara-saudaranya, Hyu Jin sudah hilang akal sehatnya sampai wajahnya terlihat marah-marah tanpa alasan yang jelas.


"Hei Jiang, kalau kau gagal dalam pertandingan ini. Maka jangan salahkan aku jika adik perempuanmu ku ambil."

__ADS_1


Mendengar itu, Pria yang diketahui bernama Jiang tersebut menelan ludah. Wajahnya menunjukan tanda panik sekarang.


Dia yakin seharusnya kemampuan dia cukup untuk mengalahkan seorang Hyu Jin, namun tentu saja perkataan Hyu Mo sudah cukup membuat dia tidak boleh kalah dalam permainan ini.


"B-baik Tuan Muda ..." Sambil terlihat pucat Jiang menunduk hormat.


"Hei Kakak, kau menakutinya." Hyu Mei menutupi mulut dia dengan kipas sambil terlihat mengejek, sementara Hyu Mo hanya menanggapinya datar.


Jiang maju menyerang ketika ada kesempatan.


"Aku akan mengalahkan mu demi menyelamatkan adik perempuanku!"


...----------------...


PRANG!


Suara pedang yang saling berbenturan, pertarungan dimulai ketika lawan berhasil mendapatkan peluang menyerang untuk pertama kali.


Hyu Jin cukup kewalahan dengan serangan itu, melebihi yang dia harapkan, Hyu Jin sebenarnya tahu bahwa dia tidak mungkin melawan orang yang dia bisa ukur usianya 17 tahun.


Tentu saja, ini masih tentang keahlian. Ketika Hyu Jin tahu dengan prioritasnya saat ini.


"Hanya memukul kepala, bukan? Nah, aku sudah tahu bagaimana cara untuk melakukannya!"


Pertama-tama, Hyu Jin akan merelakan sebagian besar tubuh dia untuk diserang secara beruntun sehingga setiap serangan demi serangan lawan akan menimbulkan celah.


"Bwahaha! Itu pedang asli tahu? Kau akan mati jika tertusuk begitu banyak!"


Hyu Jin tahu dia bodoh mendengarkan perkataan pedang yang berbicara.


[Tapi tolong dengarkan aku, kalau kau ingin kekuatan, maka tuntaskan misimu yaitu memukul kepala orang ini!]


...----------------...


"Pemenangnya adalah Jiang!"


Jiang melompat kegirangan ketika Hyu Mei membacakan hasil pertandingan.


"Dasar lemah."


Sementara Hyu Mo memanfaatkan itu sebagai kesempatan untuk mengolok-olok Hyu Jin, laki-laki itu tampak tidak merasa menyesal dan justru terlihat senang.


"Kau lihat, sesuatu yang istimewa yang aku dapat adalah babak belur dan luka tebasan?"


Hyu Jin menjatuhkan tubuh dia ketanah, namun. Bersamaan dengan rombongan Hyu Mo yang meninggalkan lokasi setelah puas menikmati pertarungan, [Selamat, Anda telah lulus dalam ujian kelayakan master untuk System Warrior kami.]


Pedang yang berada di tangan Hyu Jin tidak akan pernah mengeluarkan suara apapun lagi.

__ADS_1


__ADS_2