Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 10


__ADS_3

Hyu Jin kemudian dibawa ke salah-satu kerumunan yang terbentuk di desa tersebut. Ajaib, mereka kemudian memberikan jalan ketika seseorang meneriaki.


"Tuan dari Keluarga Hyu datang!"


Hyu Jin yang tidak terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja merasa sangat gugup, soalnya semua mata disana terarah kepadanya.


Dia mendekati seseorang yang tadinya terluka. Dan, benar saja, mereka tergores di bagian tertentu dan sedikit mengalami pendarahan. Beberapa lainnya seperti dimakan dagingnya dan menyisakan bekas gigitan, tentu itu bukan luka yang ringan menurut yang Hyu Jin lihat.


Sementara Hyu Mei yang melihat semua orang begitu takut kepadanya, justru memikirkan hal lain.


"Kenapa kau memanggil kami hanya untuk melihat orang terluka? Dimana masalah utamanya?"


Hyu Mei yang merasa waktunya terbuang mengatakan itu dengan agak emosi.


Mata dia berputar mengikuti bentuk lingkaran yang memperlihatkan ketidak-pedulian dia pada kondisi korban.


Sementara seluruh orang disana secara alami dibuatnya terkejut dengan kalimat itu, termasuk Hyu Jin yang saat ini tengah membantu orang yang terluka untuk pulang ke rumah.


"Tunggu Saudara Mei, bukankah kita adalah yang mengurusi wilayah ini?"


Karena semuanya tidak berani berbicara, jadi Hyu Jin berinisiatif untuk menjawab pertanyaan Hyu Mei, sebagai gantinya. Hyu Mei terlihat semakin tidak puas dengan hanya jawaban itu.


"Sudahlah, aku akan pulang dan menikmati waktu sore ku, sampai jumpa." Gadis itu mengibaskan lengan sebelum dengan santai membalikan badan.


Hyu Mei kemudian berlalu dari sana, meninggalkan Hyu Jin dan yang lainnya seorang diri.


Satu hal yang tidak terduga Hyu Jin temukan lagi adalah, para warga yang kemudian menatap punggung gadis itu dengan tatapan lebih dari kata "kecewa" dan bukannya membenci.


...----------------...


Kembali kepada permasalahan.


Karena Hyu Jin tidak tahu bagaimana cara mengobati seseorang, jadinya dia meminta bantuan kepada seseorang tabib di desa itu.


Sang tabib tentu saja datang pada waktunya dia bekerja, orang itu segera mendapatkan perawatan di bawah pengawasan keduanya. Namun, masalahnya tidak berhenti disana.


"Mohon maafkan saya Tuan Muda, sepertinya kita kekurangan bahan untuk resep obat tradisional."


Hyu Jin terkejut dalam hati berfikir, (Apakah mereka memang sesulit itu selama ini?)


Karena dia kemudian menyadari rumah itu tidak seperti yang lainnya, atau bahkan, semuanya kecuali milik dia di sana hanya terbuat dari kayu usang dan beberapa atap yang bocor.


Tentu saja, Hyu Jin sudah pernah mengalaminya, dia tahu persis bagaimana rasanya tinggal dengan lingkungan yang seperti itu.


"Ada apa, Tuan Muda?"


Hyu Jin buru-buru menggelengkan kepala menjawab pertanyaan tabib. Dia kemudian melirik kepada keluarga korban yang sekarang terlihat pasrah.

__ADS_1


"Ah, tidak ... Soal biaya aku yang akan menanggung semuanya."


Secara alami kalimat itu akan membuat sang tabib, bahkan sekeluarga melebihi kata "Terkejut" yang tergambar jelas di wajah mereka.


Mengabaikan itu. Kalau tidak salah, Hyu Jin mempunyai mereka cukup banyak.


"System, tolong perlihatkan status."


Ding!


• Nama: Hyu Jin


LV: 3 (Next Level 0 / 10000 Exp)


HP (Health Point'): 101


ATK (Attack): 101


DEF (Defense): 101


STA (Stamina): 101


AGI (Agility): 101


Pesona: 100


Hyu Jin dalam hati menahan nafas melihat jumlah uang dia saat ini.


...----------------...


"Kalau begitu, bukankah aku sangat kaya sekarang?"


Hyu Jin menepuk jidat dia, kenapa bisa dia lupa tentang modal untuk melakukan kudeta itu.


"Yah, kurasa ini tidak terlalu banyak."


Karena dia tahu nantinya itu akan dipakai untuk hal lain, jadi ... Untuk saat ini, dia akan memberikan sebanyak 2.000 emas kepada penduduk yang terluka.


"Semoga bisa menyembuhkanmu." Karena penduduk yang terluka itu tidak bisa menerima uangnya, jadinya Hyu Jin menyerahkannya kepada orang yang terkait, seperti keluarga dia.


"Tuan Muda, ini ..." Sementara yang menjadi penerima menjadi bingung karena tindakan Hyu Jin, Hyu Jin dalam kesempatan ini mengatakan akan memberikan semuanya secara gratis.


"Ya, aku tahu itu tidak sebanding atas seberapa keras kerja keras kalian, jadi ... Tolong terima ini untuk biaya pembelian obatnya."


Hyu Jin melirik tabib. Karena para keluarga ini menurut dia masih ragu-ragu mengambilnya, jadinya Hyu Jin menyerahkan semuanya kepada dia.


"Ah, tentu saja. Karena sudah ada uangnya."

__ADS_1


Sementara Tabib terlihat senang dengan sikap Hyu Jin. Penduduk yang lain yang masih bingung, tidak memiliki kesempatan untuk berbicara karena Hyu Jin tidak lama kemudian pergi dari sana.


...----------------...


"Menurut penjelasan keluarganya, dia memang diserang oleh binatang buas. Serigala tepatnya."


Hyu Jin kemudian menceritakan kepada Niu Jingyi tentang bahaya pergi keluar dari tembok. Kalaupun harus pergi tujuannya adalah ke daerah persawahan yang terkenal tidak aman bagi siapapun di desa ini.


"Masalahnya adalah para penduduk tidak ada yang berani mengusir serigala itu, kadang mereka terpaksa kesana demi memanen hasil panen yang sepertinya tidak banyak."


Karena sebagian besar telah dirusak, kemudian para penduduk biasanya datang kesana beramai-ramai.


Hyu Jin juga tahu bahwa itu tidak mudah, serigala dikatakan berjumlah lebih dari satu, bahkan ada beberapa kelompok yang tersebar di seluruh sudut desa.


Oleh karena itu, pasokan makanan dari desa lain terhambat. Dan kegiatan perdagangan antar wilayah terblokir karena di jalur tersebut sudah tidak aman lagi untuk dilalui.


Tentu saja, tidak selama 24 para serigala mengelilingi desa yang membuat para penduduk bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengembangkan sawah.


Contohnya dalam kasus Hyu Jin ketika pergi ke Qudong, rupanya itu adalah jeda serigala berhenti berpatroli.


"Jadi Tuan Jin, tugas kita yang sekarang akan mengusir serigala itu, bukan?"


"Nah, untuk itu ... Maukah kau membantuku sedikit, Niu?"


Hyu Jin menemukan Niu Jingyi mengganguk kepala yakin.


[Mengingatkan, master masih memiliki fate Point sebanyak 3 buah. Apakah Master akan menggunakannya sekarang pada Bawahan Niu Jingyi?]


Hyu Jin mengganguk dalam hati, (Kurasa sudah waktunya.)


Pemberitahuan seperti, [-1 Fate Point.] akan muncul bersamaan dengan. Ding! [Memproses kelas yang cocok ... 1%... 5% ...10% ... 25% ... 59% ... 99% ...]


[Berhasil, menambahkan kelas Shinobi pada Bawahan.]


Hyu Jin tertegun dalam prosesnya, "Ugh, Shinobi?"


Karena itu bukan pekerjaan umum di negara ini, Hyu Jin mengenali mereka berasal dari negeri tetangga, ada yang namanya Kekaisaran Tenryu.


Mereka sangat mempekerjakan Shinobi untuk kepentingan negara, biasanya sebagai tentara bayaran.


Mengabaikan itu.


"Niu, bagaimana perasaanmu?"


"Heh? Etto ... Sepertinya tidak ada yang berubah."


Ini aneh, karena Hyu Jin yakin itu tadi berhasil, (Nah, kenapa tidak mencoba untuk memeriksa statusnya?)

__ADS_1


__ADS_2