
Ketika Hyu Jin tengah memikirkannya, seekor serigala baru tiba-tiba menerjang dari belakang dia.
Beruntung tangan Hyu Jin bergerak cepat dalam prosesnya berhasil menghalau serangan serigala lalu melumpuhkannya.
Bersamaan ketika dia mendapatkan pemberitahuan, [+10.000 Emas, +1000 Point peningkatan statistik random, +1000 EXP]]
"Ugh ... Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak dilengkapi dengan kemampuan khusus ini." Hyu Jin menghela nafas dalam-dalam, (Sepertinya aku tidak boleh terlalu banyak fikir ketika dalam pertarungan.)
Yah, asalkan semuanya sudah ditingkatkan. Hyu Jin kemudian tidak mempermasalahkan semuanya dan lebih fokus kepada dihadapannya saat ini.
...----------------...
Ketika hari sudah menjelang sore, Hyu Jin pulang ke Qudong. Niu Jingyi yang melihatnya pulang tiba-tiba terkejut dan secara alami berkata.
"Apa yang terjadi pada Tuan?"
Soalnya yang dia lihat saat ini warna merah darah, benar. Hyu Jin didominasi oleh cairan tersebut.
Di bagian tubuh dia, ada bekas luka cakaran. Dan pada bagian tertentu kau akan melihat bekas luka gigitan.
Niu Jingyi buru-buru menghampiri Hyu Jin untuk membantunya ke dalam rumah yang sekarang berjalan sempoyongan.
"Aku baru saja mengalahkan 1 kelompok serigala yang merusak sawah."
Hyu Jin tanpa panjang lebar kemudian mengatakan bahwa luka ini dia dapat dari pekerjaan dia mengalahkan sepuluh lebih jumlah serigala pada bagian tertentu pertarungan.
Sebenarnya Hyu Jin juga merasa bahwa tidak mungkin dia bisa mengalahkan semuanya sekaligus.
Namun ketika rasa percaya diri dari kemenangan telak sebelumnya membuat dia termakan oleh perasaan itu, yang akhirnya membawa Hyu Jin dalam bencana ketika satu per satu cakaran mengenai tubuhnya.
"Yah, atau bisa dibilang aku sedikit ceroboh pada waktu itu. Nah, karena mereka agak perih, bisakah Niu membantu memanggil tabib?"
__ADS_1
Niu Jingyi menggangukan kepala setuju, "Saya akan mencari beliau sekarang."
Sementara gadis itu pergi, Hyu Jin melihat seseorang yang berlalu di gerbang pintu rumahnya. Ketika dia berniat untuk melihat wajah orang itu, Hyu Jin dilempari kalimat seperti.
"Saya akan menyembuhkan anda sekarang, Tuan Muda."
(Cepat sekali.) Pikir Hyu Jin yang bahkan bisa menghitung waktu itu dalam periode tarikan nafas.
Tabib akhirnya datang bahkan di waktu Hyu Jin tidak pernah pikirkan. Niu Jin menoleh ke arah Nih Jingyi yang kemudian memberikan penjelasan.
"Beliau sebenarnya berniat mengunjungi Tuan. Jadi, ketika saya berniat memanggil tabib dia kebetulan sudah berada di depan rumah."
Tabib menunduk hormat sebelum dia mengakhiri penjelasan Niu Jingyi.
"Itu benar, Tuan Muda. Maafkan karena terlambat, anda bisa memanggil saya Yao sekarang. Karena Tuan Muda sudah menolong salah-satu dari kami, jadinya saya ingin berterima kasih secara tulus kepada Tuan. Adakah yang bisa Tuan Muda minta kepada orang tua ini?"
Hyu Jin dalam hal ini memikirkan ragu, (Tunggu, dia masih memikirkan tentang uang itu?)
"Seharusnya kau tidak perlu membahas tentang ini lagi. Kau tidak perlu melakukan apapun, ambil saja uangnya. Aku memberikan semuanya secara gratis dan tanpa bayaran di lain waktu."
Terlebih perbuatan Hyu Jin baru-baru ini mengejutkan semuanya karena biasanya orang-orang dari keluarga terpandang tidak pernah sepeduli yang Hyu Jin lakukan.
"Oleh karena itulah, kami ingin agar Tuan Muda yang mengambil alih bisnis perdagangan kami. Setelah mempertimbangkan semuanya, aku merasa yakin dan tahu bahwa Tuan Muda mungkin akan bisa membawa perubahan di Qudong."
Hyu Jin tersenyum canggung, (Ah, apakah ini berarti aku sudah diterima dalam desa?)
"Tapi sepertinya orang-orang masih ada yang menolak bantuan ku."
Ketika Hyu Jin mengatakannya dalam hati bercampur, tabib berusaha meyakinkan dia.
"Saya akan melakukan sesuatu untuk membantu Tuan mendapatkan kepercayaan."
__ADS_1
...----------------...
Keesokan pagi harinya, di pagi hari itu. Seperti sebelumnya yang Hyu Jin rasakan, kali ini seperti biasa seluruh perhatian orang yang berada di sekitar jalanan Qudong menatap dia sembunyi-sembunyi, rupanya semuanya membicarakan dia dari belakang.
Namun, Hyu Jin tidak memikirkannya. Dia hanya melanjutkan pekerjaan dia yang pernah tertunda kemarin. Kali ini Hyu Jin berniat untuk menguji kemampuan bawahannya, Niu Jingyi.
Gadis itu kemarin dengan memaksa meminta untuk diizinkan bergabung, terlepas dari usianya yang sepertinya belum cukup umur untuk terlibat dalam pertarungan brutal.
Akhirnya Hyu Jin mengizinkan Niu Jingyi bergabung dengan alasan, tidak akan bertarung tanpa seizin Hyu Jin. Tentu saja, sebagai seorang bawahan Niu Jingyi hanya patuh dan menuruti.
Namun Hyu Jin tidak sadar ketika mereka baru sampai ke lokasi tujuan, Niu Jingyi rupanya secara sembunyi-sembunyi sudah membawa beberapa yang Hyu Jin kenali sebagai senjata rahasia.
Senjata itu sejenis dengan pisau, namun mereka lebih kecil lagi. Menyerupai jarum, mungkin? Ah, tidak ... Hyu Jin berfikir itu memang pisau yang berukuran tidak biasa.
Hanya saja, ketika mereka dilempar akan dengan mudah melayang lalu mengenai target dihadapannya dengan laju lurus tanpa belokan sedikitpun. Seperti serigala yang saat ini meregang nyawa karena tusukan senjata misterius tersebut.
"Apa itu Niu?"
"Sebuah kunai, Tuan."
Hyu Jin memiringkan kepala, "Tunggu, aku tidak tahu kau pernah menyimpan itu?"
Niu Jingyi dalam hati berkata, "Nah, mereka adalah senjata buatanku, Tuan. Saya baru saja selesai memproduksi mereka kemarin dengan memanfaatkan pengetahuan tentang Shinobi, Tuan."
Sementara Hyu Jin tidak bisa menyembunyikan rasa kagum dia, Niu Jingyi lanjut bercerita lagi. Tentang dia yang rupanya belakangan ini khawatir karena tidak bisa membantu Hyu Jin mengurusi masalahnya.
"Kebetulan di desa ini ada buku yang menjelaskan beberapa hal tentang Shinobi, jadi saya membelinya dan mempelajarinya. Saya tahu saya mungkin tidak bisa membantu banyak. Tapi saya yakin karena Tuan sudah mengatakan Niu memiliki kemampuan untuk menjadi Shinobi ..."
Mata Niu bercahaya dalam prosesnya, seperti dia sangat mengagumi profesi tersebut.
(Tunggu, jangan bilang itu berhasil memotivasi dia?) Pikir Hyu Jin dalam hati, rupanya Niu terpengaruh untuk menjadi Shinobi yang kuat.
__ADS_1
Hyu Jin tentu saja tidak bisa menepis pikiran itu. Dia merasa agak bersalah karena melibatkan Niu sebelumnya, tapi penyesalan itu langsung hilang ketika Hyu Jin sadar bahwa tidak selamanya dia bisa melindungi Niu.
Jadi, dengan membiarkannya menguasai beladiri, mungkin Niu akan berguna bagi Hyu Jin dalam tujuan membalaskan dendam dia. Sekaligus Hyu Jin merasa Niu cukup berpotensi menjadi ahli dalam pekerjaan itu dimasa depan.