Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 20


__ADS_3

Hyu Jin memberikan informasi kepada Lulu bahwa pasukan mereka sudah bisa bergerak sekarang.


"Apakah Yang Mulia akan melakukannya besok?"


"Tidak, bukan aku yang melakukannya."


Kepala desa Meidong menjadi bingung, pasalnya dia tidak mengerti dengan yang diucapkan oleh Hyu Jin ketika pria itu menerbangkan sesuatu ke atas langit.


Burung merpati mendarat di salah-satu lengan Lulu, dia membaca surat yang diikat pada kaki mamalia tersebut


"Oke, saatnya untuk bergerak."


Seratus pasukan yang dia pimpin, pada saat yang sama menerobos hutan dihadapannya yang menjadi sarang binatang buas bersembunyi.


Mereka memacu kuda sambil mengarahkan tombak untuk menembus setiap kepala lawan.


Meskipun merupakan pasukan rekrutan baru, rupanya Lulu telah melatih keras para anggotanya hingga menjadi penunggang kuda yang tangguh.


Hyu Jin sudah tahu garis besarnya sekarang, yang dia hanya perlu lakukan saat ini hanyalah memeriksa peta.


"Jadi ... Karena Meidong sudah berada di pihak kami."


Hyu Jin memberikan coretan tanda kepada wilayah peta Meidong, kepala desa justru menjadi semakin bingung.


Keterkejutan dia muncul setelah seseorang dengan noda darah menghampirinya.


"Hormat kepada Yang Mulia Pangeran."


Pertama kalinya Hyu Jin dipanggil begitu, dia rasanya ingin batuk sendiri. Namun karena ini adalah pertemuan pertama dia dengan penduduk desa lain, jadinya Hyu Jin ingin memberikan kesan baik. Jadi Hyu Jin berusaha bersikap profesional.


"Apakah tugasmu sudah selesai?"


"Ya! Benar Yang Mulia, sekitar 100 serigala sudah kami bunuh dengan korban jiwa sebesar 0 dan luka sebanyak 10 orang."

__ADS_1


Hyu Jin sudah sangat terkejut mendengar nomor 0 dari korban, sementara dia lebih terkejut lagi menyimak penjelasan tentang korban luka yang sepertinya sangat sedikit.


Mengabaikan hal tersebut, mulut kepala desa Meidong terbuka lebar sekarang.


"B-bagaimana kau tahu bahwa hewan buas yang menyerang desa adalah serigala?!"


Hyu Jin secara kebetulan mendapatkan sebuah ide dari pertanyaan itu.


"Nah, itu sebagai bukti bahwa kamu memang melakukannya. Lalu kemudian, saya ingin agar Anda menepati janji anda."


"Pria tua ini akan melayani anda sekarang."


Selanjutnya, desa Ta penh, Tapei, Qudag dan 10 daerah yang termasuk belum berkembang di wilayah Teritori Hyu akan bergabung dalam satu kekuasaan yang akan dikenal dengan, Federasi Qudong.


Hyu Jin bekerja keras dari mulai meyakinkan agar penduduk desa Ta Penh menerima bantuan keuangan dia sebesar 1 JT emas dengan syarat bergabung sebagai jaminan.


Tapei yang dilanda musibah kekeringan yang membuat Qudong memasok makanan kesana, Qudag ikut bergabung setelah mendengar opini Kota Qudong yang membawa kemakmuran bagi desa yang bergabung.


Dalam prosesnya, Hyu Jin sudah membentuk angkatan bersenjata sendiri sebanyak 10.000 orang dari 100.000 penduduk.


Hyu Jin sudah puas dengan jumlah itu.


Pasalnya selain ekonomi Qudong yang sepertinya semakin berkembang pesat berkat bantuan orang-orang bijak di setiap desa anggota federasi, Hyu Jin juga tidak menyesal menggunakan seluruh Fate Point dia untuk menciptakan lahan persawahan yang luas serta pembanguan jalan yang menghubungkan setiap wilayah.


Semuanya akan membuat ekonomi Keluarga Hyu secara singkat, anjlok.


"Apa-apaan ini?! Kenapa dari 12 desa hanya 2 saja yang membayar pajak? Apa yang terjadi kepada 10 desa lainnya? Apa mereka sudah lupa tanggal berapa ini?!"


Yang bertugas mengatur pajak keuangan Keluarga Hyu sekarang adalah Hyu Mo, tentu saja dia cukup dibuat terkejut oleh pemogokan sebagian besar jumlah desa yang berhenti membayar pajak.


Hyu Mo tetap optimis, setelah dia kemarin melihat Hyu Mei yang pulang dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Gadis itu kondisinya sangat buruk. Entah apa yang membuat dia ikut bersama bocah sialan itu." (Dan sekarang masalah apa lagi ini?!)

__ADS_1


Hyu Mei setelah sampai di kediaman keluarga Hyu harus langsung dialihkan ke dalam pengawasan total, pasalnya setelah berhari-hari berjalan Hyu Mei dilanda dalam kondisi lemas dan kritis.


Hyu Mo mengira mungkin saja itu terjadi karena Hyu Mei berusaha kabur ketika para hewan buas di kota Qudong mulai memporak-porandakan desa. Namun dugaan dia salah ketika mendengar mulut Hyu Mei berkata.


"Hyu Jin ... Dia ... Pelaku ... Kudeta ..."


Hyu Mo mengepalkan tangan, dia hanya menanggapi kalimat Hyu Jin jadinya dia menarik kesimpulan pasti Hyu Jin adalah orangnya. Pelaku dari yang membuat adiknya menderita selama beberapa waktu terakhir.


"Aku akan membunuh dia! Dia sudah berani menelantarkan Mei, aku berjanji akan membawa kepala dia dan menunjukannya kepadamu."


Hyu Mo berjanji kepada Hyu Mei, meskipun sudah berkata demikian. Hyu Mei justru terlihat pucat, mengabaikan Hyu Mo yang sekarang sudah tidak bisa terbendung kebulatan hati dia. Hyu Mei hanya bisa melihat saudara laki-laki dia berlalu dari balik pintu.


...----------------...


Sementara itu, Hyu Jin puas dengan pemandangan kota.


"Aku tidak pernah menyangka bahwa mereka akan seramai ini."


Hyu Jin melihat, dari kebanyakan wilayah yang paling ramai adalah di jalanan. Mereka dihiasi oleh toko-toko para penduduk, beserta beberapa jumlah besar orang dengan kereta kuda yang singgah disana.


Bisa dipastikan, Hyu Jin benar kalau tentang membangun jalan. Dia tahu sekarang apa manfaat mereka bagi kota dia.


"Para pedagang dari desa Ta Penh itu sangat memenuhi kota kita untuk menjalankan bisnis, kemudian sebagian penduduk Qudong yang memanfaatkan lahan rumah mereka untuk disewakan. Sementara desa lainnya sepertinya tertarik pada barang dagangan ini."


Penasehat Yao berkata sambil memainkan janggut dia.


Semuanya, Hyu Jin akan secara ringkas dapat menyimpulkan, bahwa bukan sebagai markas operasi, namun Qudong mungkin telah menjadi pusat perdagangan di wilayahnya!


"Nah, dalam prosesnya kita bisa menarik pajak kepada para pedagang yang datang melalui gerbang."


Hyu Jin menahan nafas ketika bertanya, "Berapa keuntungan kita?"


"1 JT emas per minggu."

__ADS_1


__ADS_2