Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 16


__ADS_3

[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


[+20.000 Point kepercayaan.]


Setelah selesai bermain dengan anak-anak, Hyu Jin memegangi dagu kepala dia.


"Ugh ... Mereka agak perih."


Niu menatap bersalah, "Saya sungguh menyesal, Tuan."


Sementara keduanya tengah berjalan di jalan.


Ding! [Tugas tambahan, menyelesaikan pekerjaan menjadi kepala desa sementara dan memenangkan hati para warga! Total Point kepercayaan yang terkumpul saat ini, 3304900000 / 100000.]


[Karena sudah menyelesaikan Tugas tambahan menjadi kepala desa, Tuan memiliki 15.000 pendukung yang didominasi berasal dari Qudong.]


• [Tahap pertama sebelum memulai kudeta!]


[Penting! : Syarat membangun kota]


[1. Menemukan lokasi untuk membangun kota. (Status: Terpenuhi✓)]


[2. Mengumpulkan beberapa jumlah penduduk sebanyak minimal 10 000 manusia. (Status: Terpenuhi✓)]


[3. Merekrut 100 tentara pertama. (Status: Dalam proses ...)]


"Ugh ... Apa?"

__ADS_1


Hyu Jin tersedak nafas sendiri.


Hyu Jin yakin selama ini dia hanya mendapat minus dari perbuatannya, (Tunggu dulu, bukankah kemarin aku mendapatkan minus?)


[Apakah membuat orang tertawa adalah minus? Menyarankan agar Master menggunakan mata Master dengan baik.]


[Hadiah, +1 kota siap dibangun. Fate Point tersedia dan mencukupi sehingga seluruh fasilitas bisa dibuat sekarang. Apakah Master akan melakukannya sekarang?]


Dalam kebingungan yang melanda, Hyu Jin pada akhirnya melihat sesuatu yang besar mulai berdiri kokoh, yang akan menghabiskan seluruh Fate Point miliknya.


Itu adalah sebuah kota, dengan benteng mengelilinginya. Apa yang sebelumnya adalah lahan bekas sawah sekarang berdiri semacam kota megah diantara hutan lebat yang mengelilingi.


...----------------...


"Tunggu, maksud Tabib Yao adalah, para penduduk yang mulai menaruh rasa percaya kepadaku?"


"Itu benar, Tuan Muda. Bukankah ini baik untukmu?"


Hyu Jin menatap Tabib Yao teliti untuk menemukan kebohongan, dia menghela nafas dalam prosesnya, "Aku tidak tahu alasanmu berbohong kepadaku."


"Tentang memberitahu penduduk soal beras itu?"


Hyu Jin menatap kecewa, "Nah, itu dia!"


Tabib Yao menggaruk kepala.


"Sejujurnya aku memang tidak bisa berbohong, jadi aku katakan semuanya. Termasuk Tuan yang bekerja keras untuk membasmi serigala, tapi belum berhenti disana──"


Tepat pada saat itulah, satu per satu penduduk Qudong berbondong-bondong mengikuti Hyu Jin dari awal perburuan hingga pulang karena rasa penasaran.


Mereka kemudian takjub dengan perbuatan Hyu Jin sekaligus menyesal karena sudah menaruh sikap buruk di hari pertama bertemu.


Penduduk Qudong kemudian mengambil inisiatif untuk membalas, meskipun ada satu orang yang berusaha untuk menguji Hyu Jin.


"Kalau tidak salah, ada orang yang menyebarkan berita bahwa Tuan Muda tidak sombong seperti yang dirumorkan. Tuan Muda justru lebih menikmati makanan dan tidak pernah mengklaim sebagai pahlawan dari mengalahkan kelompok serigala di sektor timur."


Hyu Jin akhirnya paham, "Nah, karena semuanya sudah jelas. Apakah kau bersedia menerima pernyataan yang lebih mengejutkan lagi?"


Tabib Yao agak bingung.


"Apa itu Tuan Muda?"


Hyu Jin tersenyum kecil, sementara 15 000 penduduk Qudong tiba di sebuah bangunan megah yang dilindungi oleh tembok, yang dimana itu adalah kota yang baru saja dibangun.


"Tuan muda ... Ini?"


"Benar, aku baru saja membangun semuanya kemarin."


Para penduduk saling menatap diri sendiri.

__ADS_1


...----------------...


"Tuan muda, izinkan kami berterimakasih dalam-dalam atas perbuatan baik Tuan Muda!"


"Tuan muda! Tolong maafkan perbuatan kami sebelumnya!"


"Tuan Muda, saya sungguh berterimakasih kepada Tuan!"


"Tuan muda ..."


Whoaaa! Ketika Hyu Jin berkata akan memberikan seluruh fasilitas yang tersedia pada seluruh warga, semuanya menjadi terkejut bukan main.


Karena mereka menyadari bahwa rumah mereka sekarang tidak layak huni, jadi tentu hadiah semacam tempat tinggal baru beserta fasilitas lain merupakan hal yang mengejutkan bagi semuanya.


Hyu Jin kemudian melihat beberapa diantara mereka mulai bersujud, bahkan dari 15.000 orang semuanya tidak ada yang memperdebatkan klaim Hyu Jin tentang dirinya yang membangun kota itu dalam waktu singkat.


Kepercayaan warga kepada Hyu Jin yang sampai jutaan lebih rupanya telah membuat seluruh penduduk Qudong mempercayai setiap perkataan Hyu Jin, bahkan ketika dia berbohong sekalipun.


Namun, Hyu Jin sungguh-sungguh tentang membangun kota itu. Meskipun dengan bantuan System.


"Jadi, kalau kalian tidak keberatan. Bisakah kalian tinggal di kota ini mulai dari sekarang?"


Semuanya kemudian mengganguk setuju, Hyu Jin kemudian didatangi oleh tabib Yao.


"Tuan muda ... Saya sungguh takjub atas kekuatan gaib tuan."


Hyu Jin menaikan alis, "Kekuatan gaib?"


Tabib Yao mengganguk tidak membantah, "Iya ... Siapa lagi yang bisa menjatuhkan beras lalu membangun kota tanpa kesulitan berarti kalau itu bukan namanya kekuatan gaib?"


"Yah ... Itu cukup masuk akal."


Tentu saja, Hyu Jin tidak pernah berkata memiliki kekuatan gaib. Namun dia tidak bisa menceritakan alasan yang sebenarnya, jadi Hyu Jin hanya diam membiarkan orang-orang mengambil kesimpulan sendiri.


Kemudian, beredar sebuah berita bahwa Hyu Jin merupakan penyihir agung seperti dalam cerita-cerita fiksi. Bahkan semua orang mengira Hyu Jin memiliki kekuatan sakti di balik penampilan bocah dia.


Tentu saja, Hyu Jin tetap diam dan selama proses itu urbanisasi besar-besaran akan terjadi. Yang akan memindahkan seluruh penduduk Qudong ke kota baru.


Hyu Jin melihat masih ada satu lagi rumah yang kosong. Mereka besar, tinggi dan berada di tengah-tengah pusat kota. Bahkan dari yang terlihat, itu menyerupai istana sebuah ibu kota. Atau mungkin memang istana?


Hyu Jin berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah besar itu sambil menaiki tangga tinggi. Dia menoleh ke belakang ketika ada seseorang yang menyentuh punggung dia.


"Hanya pemimpin sejati yang cocok untuk mengisi jabatan itu. Mulai dari sekarang, Tuan Hyu adalah pemimpin kami." (Tabib Yao)


"Kami menyerahkan hidup kami kepadamu." (Warga.)


"Tolong bawa kami menuju jalan kemakmuran!" (Penduduk Qudong)


Hyu Jin menatap orang-orang yang memenuhi halaman luas rumah itu. Benar, itu rupanya memang menyerupai istana. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Hyu Jin melihat seluruh penduduk yang seakan bersujud kepadanya.

__ADS_1


Sementara Hyu Jin tengah kebingungan dalam situasi itu, Niu menghampiri Hyu Jin.


__ADS_2