Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 6


__ADS_3

Hyu Jin tentu saja menolaknya, gadis itu menerima penolakan Hyu Jin sambil terlihat agak murung.


(Nah, aku belum pandai soal mengurusi masalah ini. Mungkin aku hanya bisa diam saja terlebih dahulu.)


Karena Hyu Jin merasa tidur seranjang itu hanya boleh dilakukan ketika kau sudah menikah dengan sah dengan seseorang.


Sementara Niu Jingyi sudah tertidur cukup pulas sekarang, Hyu Jin mengamatinya dalam hati sambil memikirkan.


(Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin bisa selamanya menyembunyikan Niu.)


Karena bisa saja besok atau suatu hari nanti mungkin mereka akan ketahuan.


Ding! Bersamaan dengan Hyu Jin yang memikirkannya dengan serius, System tiba-tiba mengirim pemberitahuan. Seperti,


[Tugas penting dan harus dilakukan! Hadiah: Mendapatkan + 1 skill khusus warrior, + beberapa kemampuan khusus Warrior, + 1000 Emas! Misi mengambil gulungan peta!]


"Misi mengambil gulungan peta?"


Hyu Jin mengulangi kalimat terakhir, dia tahu tentang itu.


Kalau tidak salah ayahnya menyimpannya sebagai miliknya di dalam rumah. Itupun hanya satu dan langka, jadi Hyu Jin tahu mereka sangat dijaga dengan spesial oleh orang-orang di dalam keluarga.


Peta lengkap kekaisaran Yulong hanya dimiliki oleh sedikit atau bahkan segelintir orang dalam negara.


Karena perancangan nya yang sulit, juga harga untuk setiap lembar kertas yang mahal membuatnya hanya bisa dimiliki orang-orang tertentu saja, seperti bagian dari pemerintahan.


(Tapi karena ini menjadi tugas System, jadi aku harus mendapatkannya.)


Hyu Jin kemudian teringat, kenapa dia bisa lupa kalau tujuannya yang lain adalah tentang mencari lokasi untuk mendirikan kota. Nah, itu dia.


Hal yang dibutuhkannya saat ini adalah petunjuk. Dan kalau sudah menguasainya, Hyu Jin akan menemukan arah dalam perjalanannya untuk menemukan wilayah yang cocok.


Setelah memantapkan hati dia, Hyu Jin perlahan keluar dari dalam gudang itu dan berjalan dengan hati-hati menuju kamar ayahnya──Hyu Bei, dan secara tidak sengaja dilihat oleh Hyu Mo yang pada saat itu kebetulan berada di koridor dekat target tujuan.


"Wah-Wah ... Siapa yang sedang jalan-jalan di dalam rumah."


Hyu Jin mematung dalam prosesnya, (Apakah aku ketahuan?)

__ADS_1


Karena dia hanya diam Hyu Mo akan melanjutkan kalimatnya.


"Ah, Kakak Mo, sepertinya kita harus mengurusi masalah Jiang yang ingin memberontak kepada kita ... Ups, sepertinya dia berhasil menyelamatkan gadis kecil yang kau tahan itu."


Hyu Mei yang tiba-tiba muncul dan menyela menyulut emosi Hyu Mo, yang secara alami membuat dia memalingkan wajah dari Hyu Jin dan pergi tergesa-gesa dari sana.


Hyu Jin memanfaan kesempatan itu sebaik mungkin untuk kabur, tapi sebelum itu berhasil.


"Saudara Jin, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."


"..."


Tiba-tiba Hyu Mei yang menyadarinya langsung memanggil Hyu Jin.


Karena Hyu Jin pertama kali dipanggil seperti itu oleh Hyu Mei, dia tentu merasa heran dalam hatinya berfikir, (Gadis ini kenapa tiba-tiba bersikap sopan?)


Biasanya mulut dia dipenuhi dengan racun, kenapa sekarang terdengar seperti suara yang manis?


Meskipun begitu, kalau dilihat lebih dekat Hyu Mei tampak cukup manis untuk seorang gadis seusianya, namun.


Itu menurut Hyu Jin belum cukup untuk menandingi Niu Jingyi. Ah, tenangkan pikiranmu! Pikir Hyu Jin, dia mendekati Hyu Mei karena dia dipanggil untuk mengikutinya.


Sudah Hyu Jin duga, (Sepertinya ada sesuatu tersembunyi di balik tindakan.)


Sifat gadis ini, berbeda dengan penampilannya. Seandainya Hyu Mei memilikinya, untuk sifat yang baik hati, rendah hati, tidak memandang rendah orang lain, bisa mengontrol mulutnya. Oh, ayolah, itu tidak mungkin terjadi. Hyu Jin menepis pikiran itu dalam kepalanya.


"Sementara aku akan mengalihkan perhatian ayah." Hyu Mei ternyata memiliki lanjutan pada kalimatnya.


"Oh, tentu ..."


Hyu Jin mengganguk dalam diam, (Tunggu, bukankah ini berarti secara tidak langsung aku dibantu?)


Hyu Jin pada awalnya tidak bisa menolak ini.


Meskipun Hyu Jin tidak diberikan tugas demikian oleh System, tetap saja dia tidak mempunyai kemampuan untuk tidak menuruti keinginan Tuan Putri itu karena mempertimbangkan resiko yang dia dapat nantinya.


Hyu Jin cukup senang Hyu Mei bisa membantunya, meskipun tujuan gadis itu berbeda dari dia yang mengincar peta. Tapi, bukankah itu lebih baik daripada tidak dibantu sama sekali?

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan seseorang yang bertubuh kekar dengan kumis unik.


Tentu saja, orang itu adalah seorang Hyu Bei yang adalah ketua keluarga Hyu yang paling disegani di wilayahnya.


Mata Hyu Bei menatap wajah Hyu Mei yang berada di depannya, tidak menemukan Hyu Jin yang sekarang sudah tubuhnya menempel dinding kamar dia.


"Ayah ... Sepertinya para petani ingin berbicara tentang urusan sawah denganmu."


"... Aku sedang sibuk sekarang, jadi──"


"Mohon maafkan saya, ayah ... Sepertinya ini sudah tidak bisa ditunda lagi."


Hyu Mei tidak lantas mengakhiri itu, dia kemudian menggunakan kepala dia untuk menyusun kalimat berikutnya yang akan memberikan waktu bagi Hyu Jin memasuki kamar.


Sementara keduanya sedang berbincang, Hyu Jin pada akhirnya memberanikan diri untuk memasuki ruangan dengan mudah, dengan pikiran tegang tentunya.


"Ini pertama kalinya aku kesini. Oh, aroma mereka sungguh sangat menyengat." Terutama yang berasal dari ranjang yang tertutupi oleh tirai itu, "Hmmm?" (mereka ternyata cukup wangi.) Tapi, mengesampingkan soal itu.


Tiba-tiba seseorang muncul dari sana, atau lebih tepatnya sebuah bayangan hitam yang memperlihatkan lekukan tubuh menggoda mata tengah mengincar ke arah dia.


...----------------...


Hyu Bei tiba-tiba terdengar suaranya, "Maafkan aku telah membuatmu menunggu."


"Ah, Tuan tidak perlu meminta maaf, bagaimana kalau kita lanjutkan?" Suara menggoda dari balik tirai terdengar seperti seorang wanita dewasa, Hyu Jin menemukan itu sebagai bayangan tubuh tanpa busana.


Hyu Jin, yang secara reflek langsung bersembunyi ketika Hyu Bei tiba-tiba datang ke ruangan itu harus melihat sesuatu yang seharusnya tidak pantas untuk ditonton olehnya.


Sambil menelan ludahnya karena Hyu Bei tiba-tiba menyambar tubuh wanita di balik tirai itu dengan liar, bersamaan dengan suara seperti, "Ahhh! Lagi ... Ughhh ... Ahhh!" yang terdengar nikmat itu keluar dari mulut wanita tersebut, Hyu Jin menggumpat dalam hati.


(Perempuan itu? Apa yang dia lakukan?)


Sudah bukan merupakan hal yang baru bagi dia menyaksikan ini dengan kedua mata dia, akan tetapi.


Satu hal, Hyu Jin mengganggap Hyu Mei gagal melakukan tugasnya! Atau yang lebih parah lagi dia sengaja membuat Hyu Jin berada di ruangan ini untuk ketahuan oleh Ayahnya. Pikiran dia kemudian dipenuhi oleh dugaan itu, dasar tidak berguna!


"SIAL!" (Apakah aku harus menonton ini sampai semalaman?)

__ADS_1


Hyu Jin yang bersembunyi di dalam tumpukan barang mengamati itu dalam hati yang menusuk.


Apa yang dia lihat sebagai sesuatu yang tidak senonoh itu tentu saja membuat mata dia semakin tercemar begitu saja bersamaan dengan suara-suara ******* yang perlahan membuat batin dia terguncang.


__ADS_2