Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)

Pewaris Sejati (Pembalasan Dendam)
Chapter 18


__ADS_3

Sementara penduduk Qudong tengah merayakan tempat tinggal baru mereka, Hyu Mei terbangun dari tidur siang dia.


Tentu saja dia mencari-cari Hyu Jin dan penduduk desa. Karena dia berfikir semuanya telah pergi ke suatu tempat, akhirnya dia menggerutu sendiri dan menggumpat karena kesal ditinggal sendirian.


Hyu Jin yang teringat akan hal itu menyuruh seseorang agar membawakan Hyu Mei ke istana dia.


"Hmmm ... Lumayan, mereka cukup besar dan bagus."


Setelah sampai di istana, Hyu Mei justru mengganggap rumah itu sebagai milik dia. Toh, bagi Hyu Mei apapun yang dimiliki oleh saudara laki-laki dia itu adalah miliknya juga. Setidaknya begitulah menurut pendapat dia.


Hyu Jin dan Penasehat Yao mengerutkan dahi dalam prosesnya, ketika Hyu Mei tiba-tiba menyuruh Niu Jingyi untuk melakukan sesuatu.


"Apa? Aku sudah sering memerintah dia untuk berbelanja, kenapa harus melalui persetujuanmu?"


Hyu Jin menatap Niu ketika Hyu Mei berkata demikian.


"Apa itu benar, Niu?"


Karena dalam hatinya, Hyu Jin merasa bersalah karena membiarkan hal tersebut terjadi dan tidak pernah menyadarinya.


"Iya ... Tuan."


Sementara Niu menjawab sambil terlihat serba salah, Hyu Mei tersenyum sendiri.


"Nah ... Aku tidak tahu bagaimana caramu membangun istana dan kota semegah ini. Yang pasti karena mereka dibangun di wilayah milik keluarga Hyu, jadinya aku akan mengambil alih semuanya mulai dari sekarang."


Hyu Mei menyisir setiap ruangan dengan mata tajam dia dan menyuruh seseorang membawakan kursi, yang nantinya akan menjadi singgasana.


Sementara orang tersebut membawakan kursi, Hyu Jin yang sudah mengeluarkan pedang dari sarung menghancurkannya menjadi puluhan keping bagian. Pria membawa kursi ketakutan bukan main.


"Adakah seseorang yang berani menuruti perintah dia lagi?"


Hyu Mei begitu terkejut melihat perbuatan Hyu Jin.


"Awww ... Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


Karena Hyu Jin begitu kesal menahan semua nya sampai kesabaran dia habis. Dia begitu sabar menghadapi Hyu Mei selama beberapa tahun terakhir.


Dan ketika Hyu Jin berfikir dia masih tidak memiliki kekuatan, dia sekarang sudah mempunyainya. Dia sekarang sudah bisa berontak tanpa takut akan kehilangan sesuatu.


"Kau bukan saudara kandungku. Dan kita juga tidak punya hubungan apapun."


(Sok-sokan berani menantang aku rupanya, huh?) "Yang pasti aku tidak akan pernah menduga kau akan menyangkal hubungan kita."


Hyu Jin tersenyum kecil, "Nah ... Kalau Nona Mei masih berfikir demikian. Apakah Nona Mei percaya kalau aku ini adalah keturunan dari kaisar Lyu I?"


"Pufufu ..."


Hyu Mei tertawa keras, mengabaikan orang-orang didalam ruangan itu yang sekarang wajahnya pucat.


"Tunggu ... Apa? Jadi Tuan Muda Hyu adalah Pangeran?" (Penasehat Yao)


Hyu Mei yang melihat wajah itu semakin terbahak-bahak, "Kalian percaya pada omong kosong itu?" Karena Hyu Mei yang Point kepercayaan dia minus, jadinya Hyu Mei tidak pernah sekalipun percaya kepada opini Hyu Jin, "Kau bisa dihukum karena mengklaim dirimu berasal dari keluarga kekaisaran."


Hyu Jin mengabaikan kalimat itu lalu mendekati semuanya dan berusaha untuk menenangkan, "Nah, aku berfikir semuanya tidak akan percaya dengan hanya perkataan. Jadi aku ingin kalian melihatnya sendiri."


Hyu Jin kemudian menanyakan suatu hal kepada System, "Berapa sisa Fate Point ku?"


Hyu Jin menggangukan kepala, "Buka semuanya."


Dalam prosesnya, kepala Hyu Mei akan disinari terang oleh cahaya. Apa yang sebelumnya gadis itu lihat sebagai ingatan tentang Hyu Jin yang dilahirkan oleh anak pelacur berubah menjadi sesuatu yang membuat dia menunduk lemas.


"Tidak ... Ini tidak mungkin!" Hyu Mei menjambak rambutnya. Kalau dilihat, dia seperti tengah kesurupan setan sekarang.


Selain Hyu Mei, Penasehat Yao, Niu, Lulu juga mendapatkan bagian.


"Inikah masa lalu Tuan Muda? Jadi, dia sebenarnya adalah pangeran yang terlupakan?" Ketiganya serempak mengatakan begitu.


Menurut Penasehat Yao, memang sebelumnya telah terjadi pemberontakan skala besar antara kaisar melawan pihak pangeran Lyu II.


Pemenangnya adalah pihak pangeran Lyu II. Karena kalah perang, jadinya Kaisar Lyu I dieksekusi pada keesokan harinya bersama dengan permaisuri dia.

__ADS_1


Dan mayat mereka digantung pada gerbang istana untuk memberi efek psikologis kepada orang yang berfikir untuk mengembalikan tahta kepada kaisar.


"Karena ini begitu mengejutkan, aku hanya pernah mendengar terjadi pergolakan kecil di istana kekaisaran. Aku tidak pernah menduga kaisar sebelumnya akan terbunuh begitu sadis."


Dalam ingatan itu, semuanya menjadi percaya bahwa Kaisar beserta Permaisuri tewas karena kudeta, sementara pangeran mahkota berikut bersama dengan calon pengantin tidak diketahui keberadaannya.


Hyu Jin menghela nafas, setidaknya semuanya sudah dia tidak tutupi sekarang.


"Jadi ... Nona Mei, apa yang akan kau lakukan sekarang?"


Hyu Jin tahu Hyu Mei datang bersamanya ke desa ini hanya untuk menikmati hidup mewah.


Hyu Jin juga agak kecewa karena Hyu Mei memperalat Niu dalam kesempatan itu, jadi dia membiarkan Hyu Mei menentukan masa depan dia.


"Ka──kau? Tidak mungkin ... Aku tidak akan membiarkan ini! Kau ingin melakukan kudeta terhadap penguasa yang sah, bukan? Nah, aku akan melaporkan keberadaan kota ini kepada Ayah! Tunggu saja!"


Hyu Jin menghela nafas, "Kalau begitu yang kau inginkan." Dia menyuruh Penasehat Yao mengambil giliran tugas dia.


"Nah, karena Tuan Muda sudah memutuskan, jadinya anda akan diusir dari tempat ini." Hush ... Hush ... Begitu kalimat selanjutnya yang akan Penasehat Yao berikan.


Dia begitu kesal karena selama ini penduduk Qudong yang sudah miskin semakin dibuat miskin oleh kedatangan Hyu Mei ke dalam desa, ditambah penderitaan karena terus diperlakukan seperti anjing peliharaan selama ini.


Penasehat Yao begitu tidak menyukai orang-orang dari keluarga Hyu. Jadi dia merasa lega bahwa Hyu Jin tidak termasuk berasal dari sana.


Hyu Mei tentu saja merasa tersinggung, dia begitu meninggikan posisi dia sehingga tidak pernah siap untuk diperlakukan seperti ini.


"Aku akan membalas penghinaan ini! Kalian semua sudah berani bersikap lancang kepada──"


Kalimat dia terpotong begitu dua orang mendadak muncul dan menyeret dia dari belakang.


"Sudah, ahhh ... Apa kau tidak mendengar satu kalimat seperti──Persetan! Kami tidak peduli kau melakukan apapun, kami sudah mempercayakan semua kepada Tuan Muda!"


Hyu Mei tertegun mendengarnya.


"Benar! Dia sudah membuktikan kepantasan dia menjadi Tuan Kami, dan kau? apa yang kau lakukan? Hanya mengandalkan status kau pikir dirimu hebat, begitu? Kami tidak akan pernah tunduk lagi kepadamu."

__ADS_1


Hahahaha ... Setelah dilempar keluar dari gerbang kota, Hyu Mei dibiarkan sendiri diluar begitupun pulang hanya mengandalkan kaki. Hyu Mei menangis histeris, soalnya dia tidak pernah menyangka akan ada hari dimana dia diperlakukan seperti ini.


"Aku akan membalas ini di lain hari!"


__ADS_2