
Tentu saja, Hyu Jin sangat terkejut dengan itu. Dia tidak menduga Hyu Mei datang ke tempat dia hanya demi mengatakan kalimat dan kata yang tidak terduga.
"Ada apa?"
Ketika Hyu Mei memecah keheningan tersebut, Hyu Jin menggelengkan kepala.
"Tidak ada ... Kenapa kau meminta izin kepadaku sementara kau bisa pergi kapanpun kesana?"
Dalam kesempatan berikutnya, terlihat Hyu Mei yang menutup mulut dia dengan kipas. Tentu saja, Hyu Jin hanya menanggapi itu dalam hati berfikir, (Kenapa dia justru ingin ikut? Kupikir dia akan mengikuti saudara laki-laki dia itu yang enggan pergi kesana?)
Karena ini merupakan hal yang tidak biasa Hyu Jin temukan dari saudara perempuannya ini, yah ... Hyu Jin hanya bisa menanggapi rasa penasarannya dalam hati.
...----------------...
Sementara itu, desa itu bernama desa Qudong. Orang-orang akan mengenali mereka sebagai sarang monster, terlepas dari hasil panen disana yang dalam berita menurun drastis.
Rupanya penyebab dari bencana itu adalah adanya serangan hewan buas dan banjir.
Sebelumnya Qudong merupakan desa yang salah-satu penduduknya mayoritas pekerja di sawah. Jadi, sebagian jumlah pasokan makanan di wilayah Territory Hyu berasal dari daerah ini. Qudong dalam kesempatan ini seperti desa lainnya.
Namun, belakangan sebelum pamor mereka jatuh, Qudong mendapat tindakan yang tidak bertanggung jawab dari pejabat desa disana.
Mantan kepala desa itu rupanya melakukan tindakan korupsi. Untuk beberapa hasil panen melimpah dan penjualan dari hasil sawah, lalu kabur begitu saja setelah selesai melakukan aksinya.
Ajaib, dia berhasil menghilangkan jejak.
Hal ini kemudian diperparah oleh upaya beberapa pihak untuk memperluas lahan, sebagai solusi mengatasi kekosongan akibat ulah pejabat itu dengan maksud menambah hasil panen.
Yang berakhir pada penghancuran sarang-sarang binatang buas, dan mengakibatkan banjir ketika hujan deras melanda.
"Sepertinya para binatang buas bermaksud untuk membalas dendam karena penduduk Qudong menghancurkan rumah mereka."
Hyu Jin sependapat dengan opini Hyu Mei.
Menurut Hyu Jin, mungkin saja beberapa hewan pada rantai makanan terbawah disana punah.
__ADS_1
Dan itu menyebabkan para binatang buas yang kehilangan sumber makanannya mengambil target ladang persawahan ataupun manusia sebagai gantinya.
"Kalau begitu, bukankah ini hanya tentang mengusir binatang buas yang mengincar penduduk?" (Dan, dalam hal ini siapa yang menjadi korban dan pelaku yang sebenarnya?)
Hyu Mei dalam hati menghela nafas sambil terlihat tersenyum memandangi Hyu Jin.
"Nah, tugasku hanya berada di dalam benteng dan menikmati liburanku. Sementara kau fokus saja kepada pekerjaanmu, tolong lakukan yang terbaik disana demi nama baik keluarga Hyu."
Hyu Jin dalam hati ingin menggumpat, sementara Hyu Mei tampak senang ketika melihat desa Qudong semakin dekat.
Kereta kuda yang sudah mengangkut mereka akan berhenti tepat di depan pintu gerbang yang akan mereka lihat sebagai.
"Ini tempatnya? Kenapa mereka terlihat seperti benteng?"
Karena Niu Jingyi tadi hanya diam saja sepanjang perjalanan, akhirnya dia tidak bisa menahan lagi untuk tidak berkomentar tentang kondisi tempat itu.
"Sepertinya untuk menangkal serangan hewan buas."
Hyu Jin menjawab sambil mengamati seksama benteng kayu itu, sebelum terlihat seseorang membukakan pintu.
"Apakah anda adalah Tuan Hyu yang dikirim untuk menggantikan tugas kepala desa kami?"
Namun, Hyu Mei yang terlihat mengambil kesempatan itu untuk mengatakan.
"Benar, kami adalah orang yang dimaksud. Dan kau, pantaskah berdiri seperti itu menghadap Tuan mu?"
Kata-kata itu, begitu mengejutkan bahkan bagi Hyu Jin sekalipun. Hyu Mei dengan sikap sombong menatap rendah wajah baru dihadapannya itu.
Pembukaan untuk menjalin hubungan sirna begitu saja. Bersamaan dengan itu, pria yang sebelumnya berdiri itu segera berlutut meskipun dengan terpaksa melakukannya.
"Maafkan atas kekasaran kami, Nona Hyu."
Hyu Mei tersenyum puas, "Nah, begini baru benar. Dan haruskah aku sendiri yang mengangkat barangku sementara kalian hanya menonton kami?"
Pria itu menatap orang lain yang mata Hyu Mei tatap, dia segera mengirimkan sinyal kepada orang itu agar segera menuruti dan membawa Hyu Mei beserta rombongan ke dalam desa.
__ADS_1
Dalam prosesnya, Hyu Jin, Niu Jingyi dan Hyu Mei diberitahu akan mendapatkan masing-masing satu kamar di rumah yang sama.
Ketika mereka masuk, semua perhatian orang disana tercuri oleh kemunculan ketiganya.
Benar saja, setelah beberapa waktu pembicaraan itu berakhir, orang-orang disana langsung menatap Hyu Jin rendah. Seolah-olah merasa tidak puas dan kesal terhadap tindakan Hyu Mei sebelumnya.
Tapi, anehnya. Meskipun ditatap demikian, Hyu Mei tidak merasakannya.
Ketika gadis itu menatap balik orang yang kira-kira memperhatikannya lama, orang itu segera menundukkan kepala.
"Apakah kau membutuhkan bantuan?"
Ketika Hyu Jin ingin membantu seseorang yang kebetulan tengah memetik sayuran di kebun.
"Ah, Tuan Muda tidak perlu repot membantu kami dari rakyat jelata. Tuan Muda hanya perlu menikmati saja kehidupan Tuan Muda dan tidak perlu mengurusi urusan kami."
Meskipun kalimat dia terdengar sopan, namun Hyu Jin merasa adanya kebencian dari tatapan mata orang itu. Wanita itu segera pergi dari sana bahkan tanpa mengatakan apapun setelahnya.
Ding! [Mendapatkan, -10 Point Kepercayaan. Alasannya, karena penduduk tidak puas terhadap sikap Master.]
Ding! [Peringatan! Jika Point minus sampai melebihi angka -100, maka akan terjadi hukuman yaitu pemberontakan.]
Hyu Jin tersedak nafas dia sendiri.
...----------------...
"Nona Hyu!"
Hyu Mei sedang menikmati buah apel ketika seseorang dengan tergesa-gesa datang ke depan rumah.
Sementara itu, Hyu Jin yang baru saja pulang ke rumah, melihat seseorang itu terlihat panik. Dia bertanya dalam hati, (Sedang apa gadis itu?)
Ketika melihat Hyu Mei yang seakan acuh tak acuh pada orang yang memanggilnya.
"Ada apa?"
__ADS_1
Karena Hyu Jin melihat Hyu Mei cukup sibuk dengan makanannya sampai mengabaikan kalimat panggilan dari orang tersebut, Hyu Jin mengambil inisiatif untuk menjawabnya.
"Kita mendapatkan serangan dari binatang buas yang mengarah ke desa!"