
Sementara itu, Hyu Jin masih memikirkan tentang misi System.
"Aku ingin tahu bagaimana cara menaklukan seluruh Territory Hyu dalam waktu singkat?"
Dalam prosesnya, Penasehat Yao yang masih berdiri di samping Hyu Jin terkejut bukan main ketika mendengarnya.
"Itu masuk akal, untuk Yang Mulia Pangeran mengembalikan kekuasaan. Bagaimana kalau dimulai dari penyebaran berita ini ke publik?"
Hyu Jin menggelengkan kepala, dia yakin bahwa pengikut dia akan percaya karena Point kepercayaan mereka yang tinggi, namun rupanya itu tidak mungkin berjalan dengan mulus ke orang non-pengikut.
"Kalau begitu kenapa tidak menyebarkan opini?"
Hyu Jin mengerutkan dahi, dia mengulangi kalimat terakhir, "Opini?"
Penasehat Yao menggangukan kepala. Menurut pendapat dia, pria ini melihat selama pemerintahan jabatan kaisar berganti ke pangeran Lyu II, yang ada justru kemiskinan melanda karena semua dialihkan ke militer.
"Karena setiap beberapa waktu, mereka akan merekrut orang-orang untuk dijadikan paramiliter, semacam program wajib militer."
Ada rumor yang mengatakan, bahwa kekaisaran Yulong saat ini tengah bersiap untuk melancarkan serangan kepada pihak tetangga mereka, Kekasiaran Tenryu.
Terbukti dengan pengalihan sumber pendapatan negara untuk biaya produksi alat perang, termasuk kapal dan senjata.
Hyu Jin tidak yakin dengan ide itu, pasalnya jarak antara Kekaisaran Yulong dengan Ternyu dipisah oleh lautan.
Yang berarti harus melewati samudra bermil-mil jauhnya sebelum sampai ke daerah pantai lawan, ditambah keadaan laut yang kurang menguntungkan.
Yulong harus memiliki armada yang cukup untuk melakukan operasi militer ini, dan Hyu Jin yakin biaya yang dibutuhkan untuk mengangkut beberapa jumlah tentara untuk melintasi antar samudra akan sangat mahal.
Jadi, Hyu Jin bersikap skeptis saja, ketika besok tiba-tiba seseorang mengabarinya.
"Pernyataan perang atas kekaisaran Ternyu. Diharapkan agar setiap keluarga mengirimkan masing-masing minimal 1 laki-laki untuk mendukung rencana kaisar."
__ADS_1
Demikian yang disampaikan Niu Jingyi kepada Hyu Jin yang sekarang tersedak nafas dia sendiri.
"Dia sungguh melakukannya?"
Padahal Hyu Jin melihat kondisi setiap desa wilayah Hyu mengalami kemiskinan dan kekurangan bahan pangan.
Kaisar baru ini sempat-sempatnya mengirim titah yang menyuruh para pria yang saat ini merupakan tulang punggung keluarga terjun ke medan perang? Meninggalkan keluarga mereka.
Hyu Jin menghela nafas, "Kupikir kita tidak bisa membiarkan dia bertindak sesukannya."
Dia sebelumnya merasa, kalau seandainya paman dia sanggup membawa Kekaisaran Yulong lebih hebat dari ayahnya, Hyu Jin mempertimbangkan untuk tidak menyentuh tahta lagi.
Namun karena pikiran itu sekarang sudah lenyap begitupula dengan harapan dia terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
...----------------...
"Dengan armada yang sudah kita siapkan, pasukan utama akan melintasi garis terdekat antara wilayah daratan utama musuh. Kita akan mengirim 30.000 pria dalam gelombang pertama."
Kaisar yang diketahui bernama Lyu Guan ini tersenyum puas. Pasalnya dia sangat berambisi mengambil tahta.
Dan ketika itu berhasil terwujud, ambisi dia mencapai ke posisi tingkat baru ketika mendengar tentang potensi memperlebar batas wilayah negara.
"Selain karena untuk menguasai sumber daya alam mereka, saya ingin agar kalian menangkap hidup-hidup tuan putri beserta kaisar sombong dari Ternyu itu."
Penasehat perang terlihat percaya diri, "Anda tidak perlu khawatir. Ini hanya tentang membalas penghinaan dia terhadap Yang Mulia, saya akan mengatur sebuah pasukan khusus untuk menculik dia dan mempersembahkan kepada Kaisar."
Lyu Guan dihiasi kepuasan.
Diketahui bahwa Kekaisaran Ternyu mempunyai seorang tuan putri yang sangat cantik, ditambah dengan penampilannya yang terlihat anggun serta sopan-santun.
Kaisar Guan ingin menikahinya dan menjadikan tuan putri itu sebagai istri ke dua dia, setelah sebelumnya menikah dengan seseorang gadis cantik anak menteri kepercayaan dia, Huan.
__ADS_1
Namun rupanya pemerintah Ternyu menolak dengan alasan, "Kami tidak ingin kebanggaan kami menjadi yang ke dua, yang kami perlukan adalah Tahta. Kami ingin agar cucu kami mewarisi tahta Negara anda. Supaya masa depan dia terjamin."
Demikian pernyataan Kaisar Ternyu, hal ini kemudian entah kenapa membuat Kaisar Guan menjadi marah besar.
Hubungan diplomasi antar negara berakhir, pemblokiran jalur perdagangan dan blokade laut menjadi topik utama permasalahan.
Hal ini kemudian berlanjut menjadi konflik bersenjata, tidak lama setelah pernyataan perang Kekaisaran Yulong.
"Kaisar baru ini sungguh barbar. Baru tidak lama berkuasa sudah menyatakan perang kepada negara tetangga?"
Hyu Mo pusing sekali mendengarnya. Ketika dia yang kebetulan menerima surat pengumuman itu tidak lama setelah dipublikasikan mengerutkan alis.
Pasalnya keluarga dia termasuk harus mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam program wajib militer.
Hyu Mo tentu saja tidak mau mengambil resiko. Sama halnya dengan yang lainnya, mereka menduga sekali pergi ke medan perang, tidak akan ada yang namanya pulang kalau terbunuh.
Resikonya amat besar, sampai-sampai semua orang keluarga Hyu saling berdebat untuk menentukan calon kandidat. Hyu Mo ditunjuk oleh Hyu Bei untuk menjadi perwakilannya tidak lama setelah itu.
"Tidak! Saya tidak ingin mengorbankan nyawa untuk hal yang mustahil, kenapa tidak suruh anak itu yang melakukannya?" Tentu saja, yang Hyu Mo maksud "dia" adalah Hyu Jin.
Hyu Bei mengerutkan alis, "Kalau sifat anda seperti ini, apa jadinya keluarga kita kalau diteruskan oleh dirimu?"
(Cih, memangnya kau pantas mengatakannya ketika kau juga tidak berniat pergi?!) Pikir Hyu Mo dalam kepalanya ketika menanggapi kalimat ayah dia, "Apakah ayah yakin akan mengirim penerus keluarga ke dalam misi berbahaya ini?"
Hyu Mo sedikit memutar otak, alasan ini dapat dimasuk-akalkan pada kepala Hyu Bei. Dia juga merasa pendapat itu benar dan perlu untuk dipertimbangkan.
"Nah, karena aku tidak ingin kehilangan penerus, jadinya semua terserah kepadamu."
Hyu Bei langsung pergi dari ruang pertemuan menuju kamar dia. Hyu Mo mengikuti untuk tidak lama berhenti pada depan pintu yang memperdengarkan berbagai macam suara erangan wanita disana.
Hyu Mo menggelengkan kepala sambil menghela nafas, "Dasar tidak bisa diandalkan ..." Namun, sementara dia memikirkannya, "Nah, kali ini aku sudah mendapatkan alasan untuk membalas dendam begitupula dengan kesempatan emas ini, mungkin jalan aku sebagai pewaris posisi kepala keluarga akan semakin cepat!"
__ADS_1
(Tunggu saja kau, bocah sialan!) Hyu Mo mengepalkan tangan kemudian tersenyum lebar sendiri.