POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 11


__ADS_3

Pagi ini Nara sudah berada diarea sekolah dan berjalan kearah ruangan khusus untuk anak eskul basket, karna Taehyung menyuruh nya untuk menemui nya disana sekaligus melihat sang kekasih sebelum bertanding dilapangan.


Setelah Nara sudah berada diambang pintu,  salah satu anggota basket yaitu Dika mempersilahkan untuknya segera masuk ke ruangan karna Taehyung juga dari tadi sedang menunggu nya dengan tidak sabarnya.


"Kamu lama banget sih..." Ucap Taehyung yang mempoutkan bibirnya bertanda kalau dia sedang merajuk.


"Iya maaf, soalnya tadi Hana minta ditemenin ke kantin" balas Nara sambil mengelus lembut rambut Taehyung. Sang empu pun merasa senang akibat perlakuan Nara barusan padanya.


Taehyung mengangkat wajahnya untuk melihat kearah Nara, lalu tersenyum lebar sampai deretan giginya pun terlihat jelas dihadapan Nara. Sang kekasih yang melihat hal tersebut hanya mengangkat alis nya sebelah bertanda bahwasanya dia tidak paham maksudnya ini? Taehyung berdecak pelan, langsung berdiri dan mensejajarkan diri nya dengan tubuh Nara.


Dengan kecepatan kilat, Taehyung mencium bibir Nara sekilas dan tentu saja itu membuat Nara merasa terkejut bukan main, lalu segera memukul lengan pria tersebut lumayan keras.


"Ah! Kenapa dipukul?" Rintih Taehyung.


"Ya abis nya kamu ngapain? Lupa kalau ini dimana hah?! Kalau ada yang liat gimana Taehyung?.." Protes Nara dengan penuh penekanan


"Aku gak perduli?"


"Serah deh!"


"Kok kamu malah jadi marah?"


"Ya kamu pikir aja sih taehyung!"


"Iya maaf... Janji! Gak bakal gitu lagi, udahan ya marah nya? Aku sebentar lagi mau tanding loh sayang..." Ucap Taehyung bertujuan merelai pertengkaran mereka.


Nara hanya kembali menatap sinis kearah taehyung, lalu berkata "yaudh semangat!" Setelah berkata demikian Nara langsung pergi dari hadapan Taehyung, sang lawan bicaranya pun hanya menatap nya terkejut dan mematung.


Jimin dan Jungkook yang baru saja masuk keruangan tersebut itu pun menatap heran kearah Taehyung yang hanya diam tanpa berkedip.


"Lo kenapa Tae?" Tanya Jimin sambil memukul bahu nya pelan.


Taehyung pun akhirnya tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap ke kanan dan kiri bermaksud sedang mencari seseorang, "loh? Nara mana?" Tanya nya bingung.


"Kan barusan keluar tadi kita liat" balas Jungkook


Kening Taehyung langsung mengerut, "Jek gue kesel banget sama sepupu lo beneran deh, masa tadi dia nyemangatin gue gak ikhlas banget!" Protes Taehyung pada Jungkook.


"Kenapa malah ngadu nya kegue? Lo berdua yang punya masalah juga" ketus Jungkook.


"Tau dah! Kesel banget gue jadi gak mood buat tanding!" Kesal Taehyung dan terduduk di kursi yang tersedia diruangan.


"Apa-apaan lo! Bentar lagi kita tanding ya monkey!" Ucap Jungkook juga kesal dengan sikap Taehyung yang menurut nya kekanakan kalau sudah menyangkut tentang Nara.


Klek!


Suara petikan dari jari nya Jimin pun mengalihkan perhatian kedua nya, langsung menatap Jimin bingung


"Gue punya ide nih Tae" ucap Jimin

__ADS_1


"Apa tuh?" Balas Taehyung dengan sedikit rasa penasaran.


"Sini deketan dikit"


"...."


Setelah mendengar solusi dari Jimin pun Taehyung hanya menatap Jimin mengangguk pelan pertanda bahwa dia setuju dengan ide Jimin barusan.


"Oke! Semangat buat kita!"


.


.


.


.


.


Suara sorakan dari seluruh siswa dan siswi terdengar sangat keras, tidak hanya dari sekolah mereka terdapat juga murid dari sekolah sebelah yang memang lawan main dari team basket mereka.


Saat anggota basket dari team Taehyung berjalan menyusuri lapangan suara sorakan dari murid sekolah mereka pun terdengar jelas ditelinga, mata Taehyung melihat kearah penonton mencari seseorang yang sejak tadi berada dalam pikiran nya dan ya! dia menemukan gadis nya yang berada didalam kerumunan orang-orang lalu menahan senyumannya, sebenarnya dia masih merasa kesal pada sang kekasih dan berniat melakukan rencana nya yang sebelumnya sudah dirancang dengan baik.


BEBERAPA MENIT KEMUDIAN


Saat ini Nara menatap tajam kearah Taehyung, Hana yang berada disebelahnya menatap takut kerah nya lalu menyentuh pelan lengan Nara.


Nara menghela nafas nya panjang, menatap Hana sekilas lalu beralih menatap Taehyung kembali dengan tajam "Lo gak liat tuh cowok ngapain dari tadi?" Balas Nara seperti menahan emosinya.


"Main basket lah" Jawab Hana dengan wajah polos nya.


"Hanaaa liat dong! masa dari tadi dia centil banget sama cewek! Mana sok cool lagi gak liat ada gue apa?!" ucap Nara dengan rasa emosi.


Hana hanya diam tidak menjawab, dia tau kalau Nara sudah emosi semua yang ada didekatnya akan menjadi lampiasan amarahnya jadi, dia hanya diam dan melanjutkan menonton saja. "Habis lo Tae sama Nara" ucapannya didalam batin.


Setelah usaha dan keluh kesah mereka team basket sekolah persiapan akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan, mereka bisa mengalahkan team basket sekolah lain dengan mencetak skor lebih unggul dari mereka. Suara sorakan terdengar sangat nyaring, kak Daffa selaku ketua team basket mereka menerima hadiah dari kepala sekolah sebagai juaranya.


Semua murid satu persatu meninggalkan lapangan karna acara pertandingan sudah selesai sampai disitu, tidak sedikit pula yang mengucapkan selamat pada mereka dan ada juga yang meminta mereka untuk berfoto bersama.


Sedangkan, Nara dia masih berada ditempatnya duduk sebelumnya dan awalnya Hana mengajaknya untuk pulang bersama tapi, ditolak olehnya karna masih ingin memantau sang kekasih yang masih saja dengan adik kelas mereka, Sungguh rasanya dia ingin mematahkan tulang punggung nya.


Setelah adik kelas itu pergi dari hadapan Taehyung, Nara menghampiri nya dengan wajah yang ditekuk sambil menatap tajam kearah Taehyung. Sang pria yang melihat kedatangan nya pun menatap dengan senyum smirk kearah nya.


"Udah?" Tanya Nara


"Sebentar ya aku beresin barang-barang aku dulu ka-" Ucapan Taehyung terpotong oleh Nara


"Udahan caper nya? Hm?" Tangan Nara dilipat didepan dada nya dan masih menatap tajam ke pria yang ada didepan nya.

__ADS_1


"Maksudnya?" Taehyung bertanya padahal dia sudah tau maksud dari Nara.


Nara menghela nafas pelan, lalu melangkah maju tepat dihadapan Taehyung jarak mereka hanya kurang dari beberapa sentimeter, Taehyung masih memperhatikan gerak gerik dari gadisnya. Lalu tanpa diduga tiba-tiba Nara memegang kedua pipi nya dan mengecup pelan bibir Taehyung, Nara menjauhkan wajahnya dan langsung memeluk Taehyung erat akibat menahan malu karna Taehyung hanya diam mematung tidak merespon apapun.


Detak jantung Taehyung benar-benar sedang tidak normal saat ini, selama beberapa menit dia hanya diam tidak melakukan apapun, bukan ini yang dimaksud tujuan dari rencananya, benar-benar sangat mengejutkan.


"Taehyung kenapa diam aja? Maaf karna aku lancang cium kamu..." Ucap Nara yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Taehyung.


"Hah? Oh! Itu... Anu.. aku..." Taehyung dibuat salah tingkah olehnya.


"Maaf..."


"Jangan minta maaf, lagian aku gakpapa kalau kamu cium, sering juga gak masalah hehe aku cuman kaget kamu tiba-tiba bisa gitu" senyum kotak nya mengembang.


"Gitu gimana?" Tanya Nara menatap kearah Taehyung yang lebih tinggi dari nya tapi, pelukan masih belom terlepas.


"Kamu liar, tapi aku suka" deretan gigi nya terlihat jelas dimata Nara.


"Ish!" Pukulan kecil mengenai dadanya dan hanya dibalas tertawa oleh nya.


"Kalau gini dapet nya, mending aku sering-sering bikin kamu cemburu gak sih?" Ucap Taehyung bercanda.


"Taehyung! Aku bilang papa aku ya!" Ancam Nara.


Ekspresi wajah Taehyung langsung berubah menjadi khawatir, takut kalau Nara benar-benar mengadukannya kepada sang calon mertua bisa-bisa nantinya restu nya musnah begitu saja dan usaha nya hanya sia-sia.


"Jangan dong sayang... Nanti kalau kita gak jadi nikah gimana?"


"Apasih? Nikah mulu ngomong nya"


"Kan aku udah dapet restu dari orang tua kamu"


"Emang aku ada bilang mau?"


"Harus mau lah"


"Dih?"


"Kamu mana bisa nolak cowok ganteng kayak aku" ucap nya percaya diri.


"Kepedean banget sih"


"Sayang..." Panggil Taehyung


"Hm?"


"Cium lagi dong"


Plak

__ADS_1


Tamparan pelan mendarat di bibir nya Taehyung, "Sayang sakit tau.." rintih Taehyung. Sang pelaku hanya tertawa kecil


__ADS_2