POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 20


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan bunda Taehyung dan mendengarkan penjelasan dari beliau juga membuat Nara sekarang bisa bernafas dengan lega, hubungan ketiga kurcaci juga sudah mulai kembali seperti dulu. Tentu saja mereka adalah Taehyung, Jimin dan juga Jungkook.


Melihat ketiga nya sudah bercanda dan tertawa bersama seperti saat ini dikelas membuat Nara sangat senang ketiga pria yang ia kenal bersatu kembali. Hubungan nya dengan Taehyung? yah sudah mulai membaik juga.


Suara bel sekolah berbunyi keras untuk memberitahu kan kepada seluruh murid sudah saat nya untuk beristirahat, Nara membereskan barang-barang miliknya dan segera beranjak dari duduknya.


"Nara kamu mau ke kantin?" Tanya Taehyung.


"Iya, kenapa?"


"Mau bareng?"


"Boleh," Ucap Nara sambil tersenyum manis kearah Taehyung.


Dengan semangat Taehyung menggenggam tangan Nara dan membawa nya ke arah kantin sekolah, Nara menatap tangan nya yang digenggam erat oleh Taehyung. Lengan pria itu masih menggunakan gips, apakah rasanya sesakit itu? sepertinya bukan hanya dilengan nya yang merasakan sakit, tapi hati nya juga ikut terluka.


Nara menahan tangan nya membuat langkah kedua nya terhenti, Taehyung menatap Nara seperti bertanya 'ada apa?'


"Mau ke taman belakang?" Tanya Nara kepada Taehyung.


Taehyung hanya mengangguk pelan dan segera membeli makanan ringan dan juga minuman untuk mengisi perut kedua nya. Usai membeli yang diperlukan Taehyung dan juga Nara pergi ke taman belakang di sekolah ini, pemandangan cukup bagus saat melihat rumput hijau. Mereka berdua duduk disebelah pohon berbatang besar yang terlihat sejuk.


Nara menatap Taehyung dengan sendu, lalu menghela nafas dan memakan makanan yang sebelumnya Taehyung beli tadi.


"Kamu mau tanya sesuatu?" Ujar Taehyung.


"Aku juga gak tau mau bilang apa," Balas Nara.


"Gakpapa, Tanya aja yang memang kamu pengen tau dari aku," Taehyung mendengar suara helaan nafas Nara dan melihat tangan nya menggenggam sangat erat. Kemudian Taehyung mengulurkan tangannya dan langsung menggenggam tangan nya Nara juga untuk memberikan ketenangan.


"Aku gak akan pernah tau kalau kamu gak kasih tau aku semuanya dari awal, Kenapa kamu lalui semua ini sendirian? Kamu gak pernah sendiri Tae ada Jimin, Jungkook dan juga aku. Kenapa.." Nafas Nara tidak beraturan karna tangisan nya mulai terdengar ditelinga Taehyung.


"Kenapa kamu malah pendam semuanya sendiri? Aku gak bisa liat kamu kayak gini Taehyung, dihari itu seharusnya kamu gak hilang tanpa kabar dan seharusnya kamu langsung dateng ke aku," Lanjut nya yang mulai menangis, tetesan air mata nya juga mengenai jemari tangan Taehyung.


"Aku gak pernah mau kalian semua juga ikut andil dalam masalah aku, kalau kalian juga terluka gimana? Gakpapa aku bisa sendiri bukti nya aku baik-baik aja sekarang kan," Ujar Taehyung sambil menghapus air mata Nara yang masih saja mengalir di pipi nya.


Nara memeluk erat tubuh Taehyung dengan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu, ia masih saja menangis masih tidak percaya bahwa pria yang terkenal ceria dan banyak tingkah memiliki segudang rasa sakit didalam nya.


Taehyung mengelus rambut bagian belakang Nara dengan lembut dan secara perlahan, Sangat tidak rela melihat Nara terus saja menangis karna perihal diri nya.

__ADS_1


Usai tangisan Nara mulai mereda, Nara melepaskan pelukan tersebut dan menatap wajah Taehyung yang telihat sedikit tirus itu. Sepertinya karna masalah nya pria ini tidak cukup banyak makan.


"Kamu pasti takut banget waktu itu, Sulit bagi anak untuk mengerti pemikiran orang tua dan memahami mereka dengan benar. Kita hanyalah seorang anak dan juga memiliki banyak impian tapi terkadang mereka gak tau itu, Mereka hanya ingin kita menjadi apa yang mereka inginkan" Ucap Nara.


"Tapi bagaimana pun juga mereka adalah orang tua kita, tugas kita menghormati dan membahagiakan mereka," Balas Taehyung.


Nara mengangguk pelan "Pacar aku hebat banget ya bisa selesain masalah nya sendirian,Taehyung kamu itu anak yang baik" Ucap Nara sambil mengelus rambut Taehyung.


"Kamu juga Nara,"


"Hm.."


"Mau kerumah? bunda katanya kangen kamu," Ujar Taehyung


"Mau! Aku juga kangen sama bunda," Jawab Nara dengan semangat.


Suasana kembali hening, kedua nya terdiam menatap cuaca yang begitu sejuk sambil berpelukan erat. Terhanyut akan suasana yang bisa dibilang begitu romantis, sepasang kekasih ini hanya berharap semoga tidak ada lagi halangan diantara hubungan mereka.


...


Jam istirahat sekolah pun sudah habis, bel berbunyi tanda saat nya pembelajaran dimulai kembali. Nara dan juga Taehyung pergi ke kelas mereka dengan masih bergandengan tangan sambil sedikit mengayunkan nya mereka begitu terlihat senang saat ini.


Saat sudah masuk ke dalam kelas dan menuju tempat duduk, mereka melihat dua coklat batang di meja mereka dan ada kertas berbentuk hati diatas nya. Taehyung langsung mengambil nya dan melihat setiap inci coklat itu.


"Jungkook! Jimin!" Panggil Taehyung


Kedua pria tersebut hanya menatap Taehyung dengan bingung seperti tidak tau mengenai apapun, Taehyung langsung menghampiri mereka dan menunjukkan coklat dan tulisan itu dihadapan mereka.


"Ini ulah kalian kan?" Tanya Taehyung


"Iya, keren kan?" ucap Jimin.


"Engga, biasa aja"


"Wah! parah Jung Taehyung gak tau terimakasih sama kita"ucap Jimin yang mengadu kepada Jungkook.


Jungkook hanya diam tidak menggubris perkataan dari Jimin dan masih fokus pada game yang ia mainkan di handphone nya. Ia menoleh saat melihat sekilas dari kedua ujung matanya menangkap atensi seorang perempuan yang menatap nya juga, perempuan yang dimaksud adalah Nara.


"Makasih banyak Jung," Lirih Nara sambil tersenyum menatap kearah Jungkook.

__ADS_1


Pria itu hanya merespon dengan anggukan kepala dan tersenyum tipis sampai sepertinya tidak bisa dilihat oleh orang lain bahwa dia sedang tersenyum, Ucapan Nara mungkin tidak terdengar oleh kedua teman yang sejak tadi beradu mulut tidak ada henti nya. Lalu dengan kesal Jungkook mengambil satu buku paket tebal dan langsung memukul kepala mereka berdua.


Seketika suara rintihan dari kedua pria tersebut terdengar keras ditelinga nya dan itu membuat dirinya dan juga Nara tertawa cukup keras, wajah Taehyung dan juga Jimin langsung terlihat kusam karna kesal akibat perbuatannya. Walaupun mereka satu tingkatan dikelas tapi tetap saja pria yang memukul mereka itu jauh lebih muda dari kedua nya.


Taehyung dan Jimin ingin membalas perbuatan Jungkook, tapi tiba-tiba saja guru mereka datang ke kelas dan Nara langsung menarik Taehyung untuk duduk di tempatnya. Sedangkan Jimin juga terdiam melihat guru nya masuk ke dalam kelas mereka, Jungkook merasa kembali menang.


Pria yang berada disebelah Nara menatap nya dengan kesal dan Nara tau itu, padahal itu juga untuk menyelamatkan diri nya agar tidak memiliki masalah dengan guru BK.


"Kenapa malah ditarik?" Tanya nya


"Biar kamu gak kena masalah,"


"Kamu mah aku baru aja mau pukul kepala nya balik,"


"Terserah kamu deh" cetus Nara.


Taehyung langsung menarik sebelah tangan Nara dan menggenggam nya dibawah meja, mengecup punggung tangan nya dengan cepat takut kalau saja Nara sungguhan sedang marah pada nya.


"Iya, maafin aku" Ucap nya pelan.


Nara tidak menjawab nya sampai pada di pembelajaran terakhir mereka, lalu dengan sedikit keras Nara melepaskan genggaman tangan Taehyung dan mulai membereskan barang-barang nya.


Secara paksa Nara akhirnya bisa keluar dari kursi nya yang terhalangi oleh Taehyung, gadis itu melangkah keluar kelas dan disusul oleh Taehyung. mereka berdua berjalan kearah parkiran sekolah.


Taehyung langsung masuk ke dalam mobil milik nya, hari ini pria tersebut memang mengendarai mobil agar lebih mudah menggunakan tangan nya yang sebelah nya masih sedikit susah untuk digerakkan. Nara juga menyusulnya masuk kedalam mobil dan langsung di laju kan oleh Taehyung.


Tidak lama kemudian pun akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah Nara, mereka berdua hanya saling memandang satu sama lain dan tersenyum kecil juga.


"Maaf aku gak bisa mampir dulu, soalnya aku mau urus kasus itu sama bunda" Ucap Taehyung.


"Iya gakpapa kok orang tua aku pasti paham," balas Nara.


Taehyung mengangguk pelan dan mengecup sekilas bibir Nara, perlakuan secara tiba-tiba tersebut membuat semburan merah tercetak di wajah Nara. Pukulan kecil juga mendarat ke Taehyung ia pun hanya terkekeh kecil saat melihat ekspresi terkejut Nara barusan.


Nara langsung keluar dari mobil dengan terburu-buru dan tidak sempat berkata apapun pada Taehyung, rasa malu nya masih terlihat jelas di wajah nya juga. Kedua orang tua nya yang melihat tingkah laku anak nya pun hanya menggeleng pelan anak gadi mereka benar-benar sudah beranjak dewasa.


Gadis bermarga Park tersebut sudah menyelesaikan mandi panjang nya dan memakai piyama untuk segera tidur, tapi atensi nya melihat kertas berbentuk hati yang berwarna merah tersebut berada dimeja belajar nya.


Nara mendekati nya dan langsung mengambil nya, melihat tulisan tangan itu membuat diri nya tersenyum kecil lalu meletakkan di dalam laci meja nakas disebelah ranjang milik nya. Dengan segera mungkin diri nya memejamkan mata nya untuk segera tertidur.

__ADS_1


'Jika hari mu mengalami badai yang hebat maka akan ada aku yang akan menjadi pelindung mu' dari kelinci jelek mu.


seperti itulah kira-kira isi didalam kertas tersebut.


__ADS_2