POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 16


__ADS_3

Yang benar saja kejadian kemarin membuat Nara hari ini menjadi jatuh sakit, pagi tadi tiba-tiba saja badan nya terasa sangat panas dan merasa sangat kedinginan, lalu mama Nara langsung mengecek nya saat merasa putrinya tidak keluar kamar padahal hari ini adalah hari Senin waktunya ia pergi ke sekolah.


Sebelum nya papa Nara juga sudah memberi tahukan kepada guru nya untuk izin tidak masuk kelas karna sedang sakit, jadi saat ini Nara hanya terbaring lemah dikasur nya ia bilang kepala nya sangat terasa pusing untuk dibawa tidur rasanya juga tidak nyaman.


Nara kembali berusaha untuk memejamkan mata nya agar segera tidur supaya rasa sakit dikepalanya tidak terasa lebih menyakitkan.


Kemarin Jungkook benar-benar menjemput nya dijalan sepi itu, dengan rasa khawatirnya pria yang berstatus sepupu nya itu pun membawa nya untuk segera pergi dari tempat tersebut, Jungkook selalu berkata untuk menenangkan diri nya sendiri sangat bingung apa yang harus dilakukan nya ketika melihat seorang perempuan menangis sampai sesenggukan seperti ini.


Siang ini Jungkook datang kerumah Nara untuk melihat kondisi gadis itu, tak lupa ia juga membeli beberapa buah-buahan. Pria tersebut langsung membuka pintu kamar Nara dengan secara perlahan-lahan agar tidak menggangu istirahat gadis itu.


Saat sudah melihat kondisi nya Jungkook hanya menghela nafas berat lalu duduk ditepi ranjang milik Nara. Wajah gadis ini sangatlah pucat apalagi dilihat dari dekat seperti ini. Sebelum nya Jungkook bertanya kepada Tante Sera lebih tepatnya mama nya Nara apakah Nara sudah diperiksakan ke dokter? Atau apakah kondisinya sudah mulai membaik? Yah jujur saja walaupun mereka setiap harinya terlihat selalu bertengkar, tapi mereka sebenarnya saling menyayangi satu sama lain.


Jungkook kemarin sudah bertanya kepada Nara apa yang sebenarnya terjadi, lalu secara perlahan Nara menjelaskan nya setelah ia merasa lebih baik. Ketika mendengar cerita Nara rahang Jungkook langsung terlihat mengeras ia merasa sangat emosi, bagaimana bisa teman yang sangat ia percayai itu melakukan hal yang sangat brengsek.


Jungkook melihat handphone Nara di atas meja disebelah ranjang nya, ia yakin gadis ini pasti langsung menghubungi Taehyung untuk mengetahui yang sebenarnya.


You


Taehyung yang aku liat tadi itu bukan kamu kan?


Bilang sama aku kalau itu bukan kamu Tae ...


Maaf..


Maaf kalau aku ngelakuin kesalahan tapi bisa kan kamu langsung bilang ke aku kalau kamu udah gak sayang?


Sakit rasanya taehyung 


Seharusnya dari awal aku gak pernah terima kamu dan seharusnya kita gak pernah saling kenal kayak gini


Saat melihat isi pesan yang dikirim oleh Nara ke pria tersebut, rahang nya kembali mengeras lalu kembali menatap kearah Nara sekilas ia tidak ingin meluapkan kekesalannya dikamar Nara. Jungkook langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi ntah kemana.


Lalu saat bertemu dengan mama Nara saat ingin keluar rumah ia langsung berpamitan kepada beliau


"Tante Jungkook pergi ya," seru nya


"Loh mau kemana? Kamu kan baru aja sampe Jungkook masa sudah mau pergi lagi?" Pinta mama Nara


"Ada hal penting yang harus Jungkook urus dulu Tante" jelas nya


"Gitu ya, yaudah hati-hati dijalan ya Jung"

__ADS_1


"Iya tante"


.


.


.


Nara baru saja membuka matanya, tak terasa ini sudah sore hari dan ia tidur selama beberapa jam. Mata nya masih menyusuri kamar nya berusaha untuk mengumpulkan nyawanya, tidak lama kemudian ia pun bangkit dari ranjang seperti nya tubuh nya sudah mulai membaik pusing dikepalanya juga tidak terasa sakit seperti tadi pagi.


Ia baru saja keluar dari kamar mandi untuk membersihkan wajah nya, tapi atensinya teralih kearah buah-buahan yang berada di meja bersebelahan dengan ranjang milik nya.


Nara sudah mengira bahwa buah-buahan itu pemberian dari jungkook, memang sudah tidak heran lagi karna setiap ia merasakan sakit Jungkook lah yang pertama kali menjenguk nya.


Akhirnya setelah beberapa jam Nara keluar dari kamar nya lalu bertemu dengan mama nya yang sedang memasak didapur.


"Mama masak apa?" Tanya Nara setelah ia mengambil air putih untuk menghilangkan rasa dahaga nya.


Mama nya mengalihkan pandangan nya kearah Nara yang sedang berada disamping nya "lagi masak gulai ayam, kamu udah ngerasa lebih baik?" Ucap mama nya.


"Udah, soalnya udah gak terlalu pusing kayak tadi pagi ma," jelas nya


"Syukur lah kalau gitu,"


"Iya, katanya ada yang harus diurus sama Jungkook" jawab beliau.


"Ooh gitu ya," lirik Nara


...


Waktu demi waktu mulai berlalu langit diluar sudah mulai menggelap, malam ini hawa nya sedikit lebih dingin dari malam-malam sebelumnya berakhir dengan Nara yang terbaring dikasur sambil menyelimuti tubuh nya.


Nara menatap lurus kearah langit-langit kamar nya sedang beradu dengan pikiran nya sendiri, bagaimana kalau yang iya lihat kemarin semuanya benar adanya? Lalu akan seperti apa hubungan mereka nanti?.


Jujur sebenarnya Nara masih ragu akan pengelihatan nya itu, berfikir positif bahwa ia hanya salah lihat tapi melihat Taehyung yang sudah beberapa hari ini menghilang bak ditelan bumi rasa curiga nya juga mulai meluap. Beberapa orang juga akan berubah sikap hanya dalam waktu sekejap.


Suara notif pesan masuk yang berasal dari handphone Nara membuatnya langsung dengan cepat mengambil benda persegi itu ia berfikir bahwa taehyung akan membalas pesan nya, tapi ternyata itu pesan dari jungkook


Jungkook


Besok gue mau ajak lo keluar 

__ADS_1


Mau?


You


Kemana?


Jungkook


Kemana aja


Udah lebih baik?


You 


Udah gakpapa, gak pusing kayak tadi pagi 


Jungkook


Yaudah sekarang istirahat 


Jangan terlalu banyak pikiran, lo juga harus perhatiin diri lo sendiri 


Lo mau gue tonjok taehyung sampe mampus gak?


You


Bisa gak kalau selesain suatu masalah gak perlu pake kekerasan?


Gue mau denger langsung dari dia


Jungkook


Iya deh serah lo


Nara menghela nafas panjang ia tau kalau Jungkook sedang merasa emosi tapi bisa tidak kalau suatu masalah tidak menggunakan kekerasan sedikit pun? Pasti sulit bagi seorang pria. Ia juga tidak yakin akan pemikiran nya sendiri. Tapi tidak ada salah nya kan kalau kita harus berfikiran positif?.


Akhirnya Nara memutuskan untuk segera tidur dan pergi kealam mimpi dimana sebuah dunia yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan didalam nya, tapi sayang nya mimpi hanya lah bunga tidur, tidak akan bisa seperti dunia nyata yang pada dasarnya selalu mempermainkan otak dan perasaan setiap manusia.


Menjalin sebuah hubungan memang tidak mudah bukan? Apalagi jika kalian memiliki kekasih yang yang bahkan mengabari saja tidak pernah kalau kata orang-orang seperti di ghosting haha. Setiap orang pasti merasakan itu, tidak ada yang menyukai hal semacam itu ditinggalkan begitu saja saat kita mulai menyanyi dan membutuhkan dia. Sama seperti induk kucing yang meninggal kan anak nya begitu saja setelah dilahirkan padahal si anak kucing sangat membutuhkan ibu nya.


Lagi-lagi pikiran menjadi kacau dunia percintaan memang sangat memusingkan, jangan pernah memulai sebuah hubungan yang mengakibatkan kamu terjerumus dalam kesakitan yang tidak kamu ketahui. Lebih baik fokus kan diri mu kepada hal yang lebih penting, tidak banyak yang bilang bahwa berpacaran hanya membuang waktu saja dan jodoh atau pasangan sudah diatur dengan baik kamu tidak perlu memikirkan hal yang bahkan tidak terlalu penting.

__ADS_1


Nara semakin takut akan kenyataan, takut bahwa pria yang selama ini ia cintai telah memilih pergi bersama gadis lain.


__ADS_2